Sukses

Ini 10 Jenis Vaksin yang Dibutuhkan untuk Orang Dewasa

Vaksin bukan hanya diberikan untuk anak kecil. Faktanya, ada banyak manfaat pemberian vaksin untuk orang dewasa.

Untuk mendapatkan perlindungan dari berbagai macam penyakit, diperlukan upaya pencegahan sejak dini. Salah satunya dengan melakukan vaksinasi. Selama ini memang banyak digalakkan vaksinasi untuk anak. Namun jangan salah, orang dewasa juga masih memerlukan vaksin.

Di Indonesia, ada lima jenis vaksin yang secara rutin wajib diberikan setelah lahir. Kelimanya adalah hepatitis B; BCG untuk mencegah tuberkulosis; DPT untuk difteri, pertusis, dan tetanus; polio; serta MR untuk rubella.

Jika Anda belum mendapatkan vaksin tersebut saat kecil, lakukanlah vaksinasi segera. Namun, apabila sudah mendapatkan kelimanya, Anda dapat melakukan vaksinasi lainnya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit lainnya.

Meski saat tumbuh dewasa sistem kekebalan tubuh telah menjalankan fungsinya dengan baik, terkadang gaya hidup yang kurang sehat dapat membuat benteng perlindungan tersebut runtuh. Itulah sebabnya setelah beranjak dewasa Anda masih membutuhkan vaksin. Berikut ini adalah macam-macam vaksin untuk orang dewasa:

1 dari 6 halaman

1. Vaksin HPV (Human Papillomavirus)

Vaksinasi HPV dilakukan untuk mencegah penyakit kanker serviks. Penyakit ini disebabkan oleh human papillomavirus yang ditularkan melalui hubungan seksual. Penting bagi wanita untuk mendapatkan vaksin HPV, karena di Indonesia sendiri angka kejadian penderita kanker serviks sangat tinggi.

Vaksin dianjurkan untuk diberikan sebelum ada kontak hubungan seksual. Namun, jika sudah ada riwayat hubungan seksual, Anda disarankan untuk melakukan pap smear terlebih dahulu.

Artikel Lainnya: Ini Alasannya Orang Dewasa Masih Perlu Vaksin Difteri

2. Vaksin Influenza

Vaksin untuk orang dewasa lainnya yang penting adalah vaksin influenza. Perlu diketahui, vaksinasi influenza sebaiknya dilakukan jika Anda sering mengalami flu. Jenis vaksin ini diberikan setiap satu tahun sekali, dan tidak boleh digunakan pada orang dengan kondisi atau situasi berikut:

  • Riwayat reaksi alergi berat terhadap komponen vaksin apa pun (tidak termasuk telur) atau terhadap dosis vaksin influenza sebelumnya
  • Kekebalan tubuh karena sebab apa pun, termasuk obat-obatan dan infeksi HIV
  • Implan koklea
  • Kehamilan
  • Menerima pengobatan antivirus influenza dalam 48 jam sebelumnya
  • Riwayat sindrom Guillain-Barré dalam 6 minggu setelah dosis vaksin influenza sebelumnya
2 dari 6 halaman

3. Vaksin Varisela

Vaksin varisela dapat mencegah penyakit varisela (cacar). Para ahli menyarankan vaksinasi dilakukan pada orang yang belum pernah terkena cacar air sekalipun.

Pemberian serial 2 dosis dengan jarak 4–8 minggu, jika sebelumnya tidak menerima vaksin yang mengandung varicella VAR atau MMR untuk anak-anak. Namun, jika sebelumnya mendapat vaksin yang mengandung 1 dosis varicella, 1 dosis lainnya diberikan minimal 4 minggu jaraknya setelah dosis pertama.

4. Vaksin Hepatitis A

Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit hepatitis A yang ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar oleh virus. Orang yang pernah berhubungan seksual melalui anus juga disarankan juga untuk mendapatkan vaksin ini. Jika tidak, virus akan masuk ke dalam hati dan menimbulkan peradangan pada sel hati.

Berikut beberapa kondisi yang mungkin mengalami risiko infeksi virus hepatitis A:

  • Penyakit hati kronis
  • Infeksi HIV
  • Pria yang berhubungan seks dengan pria
  • Penggunaan narkoba suntikan atau non-injeksi
  • Bekerja dengan virus hepatitis A di laboratorium penelitian, atau dengan primata bukan manusia yang terinfeksi virus hepatitis A
  • Bepergian di negara-negara dengan hepatitis A endemik tinggi atau menengah
  • Kontak pribadi dengan penderita hepatitis kronis

Artikel Lainnya:  Perlukah Orang Dewasa Menerima Vaksin MR?

3 dari 6 halaman

5. Vaksin Tifoid

Salah satu vaksin untuk orang dewasa adalah vaksin tifoid. Vaksin ini diberikan untuk mencegah demam tifoid atau yang lebih dikenal dengan penyakit tifus. Ketahui juga bahwa vaksin ini melindungi Anda dari infeksi bakteri Salmonela yang menyerang saluran pencernaan.

6. Vaksin Pneumokokus (PCV)

Pneumococcal conjugate vaccine (PCV) ini diberikan untuk mencegah pneumonia. Pneumonia merupakan penyakit radang paru yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae yang menyerang saluran pernapasan bagian bawah.

Penyakit ini sering terjadi pada orang dewasa dan risikonya bisa semakin tinggi pada orang yang berusia di atas 60 tahun. Begitu juga dengan orang dengan daya tahan tubuh yang rendah.

Beberapa kondisi yang direkomendasikan untuk vaksin PVC, yaitu:

  • Usia 19 hingga 64 tahun dengan kondisi medis kronis, alkoholik, atau merokok
  • Usia 19 tahun atau lebih dengan kondisi imunokompromais
4 dari 6 halaman

7. Vaksin Meningitis

Ini juga termasuk ke dalam vaksin untuk orang dewasa. Vaksin meningitis diberikan untuk memberikan perlindungan dari infeksi penyakit meningitis saat bepergian ke negara Arab Saudi. Saat akan melakukan ibadah haji atau umrah, Anda juga wajib mendapatkan kekebalan dari vaksin ini.

Jika Anda hendak bepergian ke negara dengan penyakit hiperendemik atau epidemi meningokokus, sangat disarankan mendapat 1 dosis MenACWY (Menactra dan Menveo), serta vaksinasi ulang setiap 5 tahun jika risiko tetap ada.

8. Vaksin Demam Kuning (Yellow Fever)

Vaksin ini mungkin tidak sepopuler vaksin untuk orang dewasa lainnya. Namun, menurut situs Kementerian Kesehatan RI, data WHO yang dikumpulkan sejak 1 Desember 2016 sampai 14 Februari 2017 mencatat 1.230 kasus infeksi demam kuning.

Meski belum merambah Indonesia, Kementerian Kesehatan RI tetap mengimbau orang dewasa untuk melakukan vaksinasi ini guna menangkal demam kuning. Terutama jika Anda ingin bepergian ke negara Afrika atau Amerika Selatan.

Artikel Lainnya: 5 Penyakit Ini Bisa Dicegah dengan Vaksin untuk Orang Dewasa

5 dari 6 halaman

9. Vaksin Difteri dan Tetanus (Dt)

Jika sejak kecil Anda belum pernah mendapatkan imunisasi tetanus dan difteri, sebaiknya segera lakukan untuk mencegah penyakit yang sebelumnya pernah menjadi wabah di Indonesia ini.

Perbedaan antara Dt yang diberikan kepada anak dan orang dewasa terletak pada dosis yang diberikan. Vaksin ini pun harus diberikan atau diulang setiap 10 tahun.

10. Vaksin Japanese Encephalitis (JE)

Vaksin JE yang diturunkan dari kultur sel Vero (diproduksi sebagai IXIARO) adalah satu-satunya vaksin JE yang dilisensikan dan tersedia di Amerika Serikat. Vaksin ini disetujui pada Maret 2009 untuk digunakan pada orang berusia 17 tahun ke atas, dan pada Mei 2013 untuk digunakan pada anak usia 2 bulan hingga 16 tahun.

Vaksin JE direkomendasikan untuk orang yang pindah ke negara endemik JE untuk hidup, pelancong jangka panjang (misalnya, 1 bulan atau lebih), dan sering bepergian ke daerah endemik JE.

Vaksin JE juga harus dipertimbangkan untuk pelancong jangka pendek (misalnya, kurang dari 1 bulan) dengan peningkatan risiko JE berdasarkan rencana durasi perjalanan, musim, lokasi, aktivitas, dan akomodasi.

Tidak ada kata terlambat untuk melakukan vaksinasi. Tubuh orang dewasa yang sehat pun tetap memerlukannya agar terlindungi dari berbagai risiko paparan penyakit berbahaya.

Jika ada beberapa vaksin di atas yang belum pernah Anda dapatkan sejak kecil, atau ingin bepergian ke daerah endemik suatu penyakit tertentu, jangan enggan untuk melakukan vaksinasi di fasilitas kesehatan terdekat.

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar