Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
HomeInfo SehatKesehatan UmumVaksin Tifoid: Manfaat, Jadwal, Dosis, dan Efek Samping
Kesehatan Umum

Vaksin Tifoid: Manfaat, Jadwal, Dosis, dan Efek Samping

Siti Putri Nurmayani, 28 Nov 2023

Ditinjau oleh dr.Atika

Icon ShareBagikan
Icon Like

Vaksin tifoid bisa membantu mencegah penyakit tipes. Kapan harus vaksin tifoid? Yuk, ketahui selengkapnya tentang vaksin tifoid di sini.

Vaksin Tifoid: Manfaat, Jadwal, Dosis, dan Efek Samping

Penyakit tifoid alias penyakit tipes bisa menyerang siapa pun, baik itu orang tua maupun anak-anak. Gejala tipes ini umumnya beragam, namun kamu perlu waspada ketika muncul tanda-tanda demam yang lebih dari seminggu, nyeri badan, serta diare.

Apabila tidak diobati secara cepat, penyakit tipes bisa menyebabkan komplikasi serius, bahkan bisa berakibat fatal. Untuk mencegah kondisi tersebut, seseorang perlu mendapatkan vaksin tifoid.

Lalu, apa sebenarnya manfaat vaksin tifoid? Pemberian vaksin tipes berapa kali? Mari ketahui jawabannya lewat ulasan berikut ini.

Apa Itu Vaksin Tifoid?

vaksin tifoid

Melansir dari Kementerian Kesehatan Indonesia, vaksin tifoid adalah jenis vaksin yang digunakan untuk mencegah penyakit tifoid atau yang dikenal sebagai penyakit tipes.

Penyakit tipes disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang bisa ditularkan lewat makanan, minuman, dan lingkungan yang kurang higienis. Ketika terpapar bakteri, tubuh akan memunculkan gejala demam, kelelahan, sakit kepala, penurunan nafsu makan, diare, hingga mual dan muntah.

Tak hanya itu, penyakit tipes juga bisa menimbulkan komplikasi serius, salah satunya meningitis. Untuk itu, manfaat vaksin tifoid adalah untuk mencegah terjadinya penyakit tipes.

Golongan yang Direkomendasikan Mendapatkan Vaksin Tifoid

Berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin tifoid termasuk dalam program vaksinasi yang diberikan pada anak-anak mulai usia 2 tahun dan diulang setiap tiga tahun sekali hingga anak berusia 18 tahun.

Akan tetapi, dr. Atika menuturkan bahwa vaksin tifoid juga bisa diberikan kepada orang dewasa. Vaksin tifoid dewasa juga sangat dianjurkan jika kamu tinggal atau bekerja di lingkungan dengan sanitasi buruk dan kebersihan makanan yang cenderung kurang baik.

Bahkan, National Health Service UK menyarankan untuk melakukan vaksin tifoid ketika akan mengunjungi India, Pakistan, atau Bangladesh.

Vaksin booster diperlukan setiap 5 tahun bagi orang-orang berisiko terkena infeksi Salmonella typhi. Selain anak-anak, vaksin tifoid juga direkomendasikan untuk:

  • Orang yang tinggal bersama atau berdekatan dengan pasien penyakit tipes
  • Pelancong yang sering bepergian keliling dunia dan yang rentan terkena penyakit tipes 
  • Orang yang melakukan kontak dekat dengan pembawa penyakit tipes
  • Pekerja laboratorium yang bekerja dengan bakteri Salmonella typhi

Artikel Lainnya: Cara Membedakan Demam karena Sakit Tipes dan DBD

Jenis Vaksin Tifoid di Indonesia

Vaksin yang menggunakan Salmonella typhi yang sudah dimatikan pada dasarnya bekerja dengan merangsang tubuh untuk membuat antibodi yang mencegah tubuh terinfeksi bakteri Salmonella typhi.

“Vaksin tifoid di Indonesia biasanya berisi kuman tifoid inaktif, sehingga tidak menyebabkan gejala seperti saat terserang penyakit tipes sebenarnya, tapi cukup untuk menstimulasi timbulnya kekebalan terhadap kuman tifoid,” jelas Dokter Atika.

Vaksinasi Tifoid dapat melindungi selama 3 tahun sehingga dianjurkan melakukan revaksinasi setiap 3 tahun untuk orang yang tinggal di negara endemis. Respon imun vaksin tifoid dapat terbentuk setidaknya setelah 2-4 minggu vaksinasi.

Efek Samping Vaksin Tifoid

Serupa dengan vaksin lain, pemberian vaksin tifoid anak atau dewasa dapat menimbulkan efek samping. Meski begitu, efek samping vaksin tifoid yang timbul biasanya bersifat ringan.

Berikut beberapa gejala yang mungkin muncul setelah mendapatkan vaksin tifoid:

Vaksin Tifoid di Indonesia

Saat ini sudah tersedia vaksin untuk tipes di Indonesia, yaitu vaksin Typhim Vi dari Kalventis. Typhim Vi merupakan vaksin yang mengandung antigen kapsular dari bakteri Salmonella Typhi yang dapat diberikan pada golongan umur, dimulai dari usia 2 tahun hingga lansia. 

Pemberian vaksin tifoid sebaiknya diulang setiap 3 tahun. Kamu bisa mendapatkan vaksinasi demam tifoid ini lewat layanan vaksinasi tipes di KlikDokter.

Penting untuk diingat, vaksinasi tifoid tidak 100 persen efektif mencegah penyakit tipes. Untuk itu, #JagaSehatmu dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan serta berhati-hati saat makan dan minum, terutama ketika berada di lingkungan baru.

Apabila mengalami efek samping setelah mendapatkan vaksin tifoid, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Yuk unduh aplikasi KlikDokter dan gunakan layanan Tanya Dokter untuk konsultasi lebih praktis!

(NM)

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter