Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
HomePenyakitMasalah LiverPenyakit Liver (Penyakit Hati)
Masalah Liver

Penyakit Liver (Penyakit Hati)

dr. Marsita Ayu Lestari, 13 Oktober 2023

Ditinjau Oleh KlikDokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Penyakit liver adalah gangguan pada organ hati yang menyebabkan kulit dan mata tampak kekuningan, tubuh mudah lelah, hingga penurunan kesadaran. Di antara jensinya adalah hepatitis dan sirosis hati.

Penyakit Liver (Penyakit Hati)

Penyakit Hati (Liver Disease)

Dokter Spesialis

Dokter spesialis penyakit dalam, spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi

Gejala

Mata dan kulit tampak kekuningan, gatal di kulit, mual dan muntah, rasa mengganjal di perut kanan, nyeri di ulu hati atau di perut kanan atas, benjolan di perut kanan atas, warna urine gelap, warna tinja (feses) pucat, mudah memar, nafsu makan menurun, kelelahan

Faktor Risiko

Infeksi kronis hepatitis B atau C, mengonsumsi alkohol secara berlebihan dengan jangka waktu lama, diabetes melitus, obesitas, kadar lemak darah yang tidak normal (dislipidemia), mengonsumsi obat tertentu (amiodaron, steroid, tamoksifen), terpapar dengan zat beracun (pestisida), hubungan seksual dengan pasangan terinfeksi hepatitis B, penggunaan obat-obat terlarang (berbagi jarum suntik), berbagi barang tertentu yang merusak kulit atau selaput lendir (sikat gigi, alat cukur)

Cara Diagnosis

Wawancara medis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang

Pengobatan

Perubahan pola hidup, minum obat, transplantasi hati

Obat

Entecavir, tenofovir disoproxil fumarate, dan tenofovir alafenamide fumarate

Komplikasi

Sirosis hati, karsinoma hepatoseluler, varises esofagus, hipertensi portal, ensefalopati hepatikum

Kapan harus ke dokter?

Terdapat gejala dan tandapenyakit liver


Pengertian Penyakit Liver

Penyakit liver (liver disease) atau penyakit hati adalah kondisi yang menggambarkan gangguan pada organ hati. Hati adalah organ pencernaan terbesar yang menempati sebagian besar sisi kanan atas dari rongga perut.

Hati berfungsi sebagai pusat metabolisme karbohidrat, protein, dan asam lemak. Di samping itu, fungsi hati pada manusia juga berperan pada sistem kekebalan tubuh, pencernaan, penyimpanan vitamin, dan pembuangan racun dari tubuh.

Salah satu gejala dari penyakit hati adalah kulit dan bagian mata tampak kekuningan. Bila tidak diobati, fungsi hati bisa rusak sepenuhnya dan berisiko menjadi penyakit hati kronis. Kondisi ini dapat membahayakan keselamatan hidup penderita. 

Jenis-Jenis Penyakit Liver

Macam-macam penyakit hati di antaranya adalah:

1. Hemokromatosis herediter

Hemokromatosis herediter adalah gangguan fungsi pada banyak organ akibat kelebihan zat besi dalam tubuh. Kondisi ini disebabkan oleh kelainan gen. 

Gejala hemokromatosis herediter meliputi nyeri sendi, kelelahan, dan gejala berdasarkan organ yang terkena.

2. Penyakit Wilson

Penyakit Wilson adalah gangguan fungsi banyak organ akibat kelebihan tembaga dalam tubuh. Kondisi ini merupakan kelainan bawaan. Gejala penyakit Wilson meliputi kelemahan, nyeri perut, tremor, dan gejala berdasarkan organ yang terkena.

3. Hepatitis

Hepatitis adalah peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Gejala hepatitis meliputi nyeri perut, kelelahan, serta bagian mata dan kulit tampak kuning.

4. Abses Hati

Abses hati adalah massa di hati berisi nanah yang disebabkan oleh parasit Entamoeba histolytica dan bakteri E. coli. Gejala abses hati meliputi nyeri perut kanan, demam, dan mual.

5. Hepatitis Autoimun

Hepatitis autoimun adalah peradangan hati yang disebabkan oleh kelainan sistem kekebalan tubuh. Gejala hepatitis autoimun meliputi kelelahan, bagian mata dan kulit tampak kuning, dan kulit gatal.

6. Kolangitis Bilier Primer atau Sirosis Bilier Primer

Kolangitis bilier primer atau sirosis bilier primer adalah kerusakan saluran empedu yang disebabkan oleh kelainan sistem kekebalan tubuh. Gejala kolangitis bilier primer meliputi kelelahan, kulit gatal, nyeri sendi, dan nyeri perut bagian atas,

7. Non Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD)

NAFLD adalah perlemakan hati yang tidak berkaitan dengan konsumsi alkohol. Kondisi NAFLD diduga berhubungan dengan obesitas, diabetes, dan kadar lemak darah yang tinggi. 

Gejala NAFLD meliputi kelelahan, penurunan berat badan, kulit gatal, dan bagian mata dan kulit tampak kuning.

8. Alcoholic Fatty Liver Disease (AFLD)

AFLD adalah perlemakan hati akibat mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Gejala AFLD mirip dengan NAFLD.

9. Karsinoma Hepatoseluler

Karsinoma hepatoseluler atau hepatocellular carcinoma (HCC) adalah pertumbuhan sel-sel hati yang tidak normal. HCC umumnya disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B kronis dan hepatitis C. 

Gejala HCC meliputi massa di perut bagian atas, penurunan berat badan, rasa cepat kenyang, dan penumpukan cairan dalam perut (asites).

10. Sirosis Hati

Sirosis hati adalah terbentuknya jaringan parut di hati. Sirosis hati umumnya disebabkan oleh infeksi hepatitis B atau C, dan konsumsi alkohol dalam waktu lama.

Gejala sirosis hati meliputi kelelahan, penurunan berat badan, mual, mudah mengalami memar atau perdarahan, dan penumpukan cairan dalam perut.

Penyebab Penyakit Liver

Berikut penyebab penyakit liver (penyakit hati) yang perlu kamu waspadai:

1. Faktor Keturunan dan Perubahan Gen

Penyakit hati yang berhubungan dengan faktor keturunan atau perubahan gen, misalnya, hemokromatosis dan penyakit Wilson.

Hemokromatosis adalah kelainan yang ditandai dengan kelebihan zat besi dalam tubuh. Sementara penyakit Wilson adalah kelainan yang berhubungan dengan perubahan gen dan memengaruhi metabolisme mineral tubuh (tembaga).

2. Infeksi

Virus, parasit, dan bakteri dapat menjadi penyebab infeksi penyakit hati. Contohnya hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis A, B, C, D, dan E.

Selain itu, abses hati juga dapat disebabkan oleh parasit Entamoeba histolytica dan bakteri E. coli.

3. Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh

Hepatitis autoimun dan kolangitis bilier primer berhubungan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh. Hepatitis autoimun adalah jenis hepatitis yang mengarah pada peradangan kronis pada hati dan berhubungan dengan autoimun.

Sementara kolangitis bilier primer adalah penyakit yang ditandai dengan gangguan aliran empedu dan berhubungan dengan autoimun.

4. Keganasan

Sel-sel yang berkembang secara abnormal di hati dapat berupa tumor jinak atau keganasan. Misalnya, karsinoma hepatoseluleryang merupakan bentuk kanker sel hati yang paling sering ditemukan.

5. Perlemakan hati

Perlemakan hati merupakan keadaan terdapatnya lemak di hati. Kondisi ini disebabkan oleh mengonsumsi alkohol secara berlebihan, obesitas, diabetes melitus, dan kadar lemak darah yang tidak normal.

Faktor Risiko Penyakit Liver 

Berikut faktor risiko penyakit liver (penyakit hati) yang perlu kamu ketahui:

  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dengan jangka waktu lama
  • Diabetes melitus
  • Obesitas
  • Kadar lemak darah yang tidak normal (dislipidemia)
  • Mengonsumsi obat tertentu, seperti amiodaron, steroid, dan tamoksifen
  • Terpapar dengan zat beracun, seperti pestisida
  • Hubungan seksual dengan pasangan terinfeksi hepatitis B atau hepatitis C
  • Penggunaan obat-obat terlarang, seperti berbagi jarum suntik
  • Berbagi barang tertentu yang merusak kulit atau selaput lendir, seperti sikat gigi dan alat cukur

Artikel Lainnya: Jenis-Jenis Penyakit Hati yang Perlu Kamu Ketahui

Gejala Penyakit Liver 

Gejala penyakit hati bervariasi dari yang tanpa gejala hingga yang bergejala berat. Ciri-ciri penyakit hati biasanya bergantung pada kondisi penderita secara keseluruhan. Secara umum, ciri-ciri penyakit liver ditandai dengan gejala seperti berikut:

  • Mata dan kulit tampak kekuningan
  • Gatal di kulit
  • Mual dan muntah
  • Rasa mengganjal di perut kanan
  • Nyeri di ulu hati atau di perut kanan atas
  • Benjolan di perut kanan atas
  • Warna urine gelap
  • Warna feses pucat
  • Mudah memar
  • Nafsu makan menurun
  • Kelelahan
  • Penurunan kesadaran

Artikel Lainnya: Mengapa Alkohol Bisa Merusak Hati?

Diagnosis Penyakit Liver

Untuk menentukan diagnosis penyakit liver dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Dokter akan menanyakan keluhan, riwayat kesehatan, riwayat penggunaan obat, riwayat pekerjaan, riwayat mengonsumsi alkohol, dan faktor risiko lainnya.

Lalu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi tanda-tanda vital dan mengidentifikasi tanda-tanda penyakit hati. Sementara itu, pemeriksaan penunjang disesuaikan dengan hasil wawancara medis dan pemeriksaan fisik.

Berikut pemeriksaan penunjang yang dipertimbangkan:

  • Pemeriksaan hitung darah lengkap untuk mengidentifikasi anemia, infeksi, dan keganasan
  • Pemeriksaan fungsi hati untuk mengetahui kadar SGOT, SGPT, bilirubin, albumin, dan INR (international normalized ratio)
  • Pemeriksaan gula darah puasa, gula darah 2 jam sesudah makan, dan A1C untuk mengidentifikasi diabetes melitus
  • Pemeriksaan kadar lemak darah
  • Pemeriksaan serologis hepatitis untuk mengetahui penyebab infeksi hati
  • Pemeriksaan penanda autoimun untuk mengidentifikasi penyebab penyakit hati yang berhubungan dengan penyakit autoimun
  • Pemeriksaan alpha fetoprotein (AFP) untuk mengidentifikasi keganasan hati
  • Pemeriksaan ultrasonografi (USG), computerized tomography (CT) scan, dan magnetic resonance imaging (MRI) untuk mengevaluasi tanda-tanda kerusakan dan tumor hati
  • Biopsi hati untuk mengevaluasi kondisi jaringan hati

Pengobatan Penyakit Liver 

Cara mengobati penyakit liver adalah berobat ke dokter. Pengobatan penyakit hati bergantung pada jenis penyakit hati dan kondisi penderita secara keseluruhan.

Secara umum, pengobatan penyakit liver (penyakit hati) meliputi:

1. Perubahan Gaya Hidup

Dokter akan merekomendasikan pasien untuk mengubah gaya hidupnya jadi lebih sehat, seperti:

  • Isitirahat yang cukup
  • Tidak mengonsumsi alkohol
  • Menjaga berat badan agar berada di rentang indeks massa tubuh (IMT) yang normal (IMT: 18,5-22,9 kg/m² untuk orang Asia)
  • Menurunkan berat badan bila berlebih
  • Mengonsumsi makanan yang seimbang dan sesuai kebutuhan kalori
  • Membatasi asupan lemak jenuh (daging merah, mentega, dan sebagainya)
  • Membatasi asupan karbohidrat sederhana (sirup, gula pasir, dan sebagainya)
  • Minum air putih yang cukup

2. Minum Obat

Konsumsi obat untuk mengatasi penyakit hati diresepkan berdasarkan penyebab yang mendasarinya, seperti:

  • Mengonsumsi obat antidiabetik atau menggunakan suntikan insulin pada penderita diabetes melitus.
  • Mengonsumsi obat untuk menormalkan kadar lemak darah pada penderita dislipidemia.
  • Mengonsumsi obat antivirus pada penderita hepatitis B kronis, seperti entecavir, tenofovir disoproxil fumarate, dan tenofovir alafenamide fumarate

3. Transplantasi Hati

Untuk penyakit hati yang disebabkan oleh keganasan, seperti karsinoma hepatoseluler memerlukan operasi pembedahan dan transplantasi hati.

Pencegahan Penyakit Liver 

Berikut upaya pencegahan penyakit liver (penyakit hati) yang bisa dilakukan:

  • Tidak mengonsumsi alkohol
  • Melakukan pemeriksaan secara berkala untuk hepatitis B dan hepatitis C terutama bagi yang berisiko
  • Mendapatkan vaksinasi hepatitis B dan hepatitis A
  • Berkonsultasi ke dokter sebelum mengonsumsi suplementasi besi
  • Mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter
  • Membatasi konsumsi makanan lemak jenuh dan karbohidrat sederhana
  • Berolahraga secara teratur
  • Menjaga berat badan agar di rentang indeks massa tubuh normal
  • Tidak menggunakan obat-obat terlarang
  • Tidak berbagi alat yang berisiko merusak kulit atau selaput lendir, seperti sikat gigi dan alat cukur

Komplikasi Penyakit Liver 

Komplikasi penyakit liver bergantung pada jenis penyakit hati. Berikut beberapa komplikasi penyakit hati:

  • Penyakit perlemakan hati non alkoholik: sirosis hati, karsinoma hepatoseluler
  • Sirosis hati: varises esofagus, hipertensi portal
  • Karsinoma hepatoseluler: ensefalopati hepatikum

Artikel Lainnya: Makanan yang Baik untuk Kesehatan Hati

Obat Terkait Penyakit Liver 

Seperti yang telah dijelaskan, obat terkait penyakit hati bergantung pada jenis penyakit hati, penyebab, dan kondisi penderita secara keseluruhan.

Kapan harus ke Dokter?

Segera ke dokter, bila kamu mengalami gejala dan tanda di atas. Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang cara mengatasi penyakit liver (penyakit hati), yuk #JagaSehatmu dengan download aplikasi KlikDokter.

Manfaatkan juga layanan konsultasi kesehatan 24 jam langsung dengan dokter melalui fitur Tanya Dokter online.

(APR)

Tanya Dokter