Sukses

Sinusitis adalah peradangan yang terjadi pada dinding sinus. Mari ketahui pengertian, penyebab, gejala, dan pengobatan sinusitis di sini.

Gejala Sinusitis

Dokter spesialis

Dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan (THT).

Gejala

Pilek 7- 10 hari, hidung berair, batuk malam hari, sakit tenggorokan, demam ringan, bengkak di sekitar mata.

Faktor risiko

Kelainan struktur saluran hidung, paparan asap rokok terus, riwayat rhinitis alergi, asma, masalah imun, infeksi saluran napas.

Cara diagnosis

Wawancara medis, pemeriksaan fisik, rontgen sinus, CT atau CAT scan, kultur, tes alergi.

Pengobatan

Obat semprot dekongestan, antibiotik, antihistamin, larutan saline, operasi.

Obat

Amoxicilin, fluticasone dan triamcinolone acetonide, larutan salin, ibuprofen.

Komplikasi

Meningitis, gangguan indera penciuman, infeksi menyebar ke area lain.

Kapan harus ke dokter?

Terdapat demam, pembengkakan atau kemerahan di sekitar mata atau dahi, sakit kepala parah, kebingungan, penglihatan ganda, dan leher kaku.

Pengertian Sinusitis

Sinusitis adalah kondisi peradangan yang terjadi pada dinding sinus.

Sinus sendiri merupakan rongga kosong yang terletak di tulang pipi (maxillary), bagian bawah dahi (frontal), bagian belakang rongga hidung (sphenoid), serta di antara hidung dan matang (ethmoid).

Salah satu tugas sinus adalah untuk menghasilkan mukus (cairan lengket dan tebal) di hidung.

Mukus turut bekerja untuk mencegah masuknya kuman, alergen penyebab alergi, dan benda-benda asing yang dapat menyebabkan infeksi dalam tubuh.

Jenis Sinusitis

Kondisi ini dibedakan menjadi dua jenis, yakni:

1. Sinusitis Akut

Sinusitis akut biasanya disebabkan oleh common cold. Namun jika terdapat infeksi  bakteri dapat sembuh dalam waktu seminggu hingga 10 hari. 

2. Sinusitis Kronis

Sinusitis kronis terjadi ketika ruang di dalam hidung dan kepala (sinus) membengkak dan meradang selama tiga bulan atau lebih, meski telah diobati.

Sinusitis kronis dapat disebabkan oleh infeksi, polip hidung atau oleh pembengkakan lapisan sinus.

Artikel Lainnya: Awas, Infeksi Sinus Bisa Bikin Sakit Gigi!

Penyebab Sinusitis

Selain mengetahui apa itu sinusitis, Anda juga perlu tahu apa penyebabnya, seperti:

  • Virus

Virus pilek dan flu dapat memengaruhi saluran hidung. Letak salah satu rongga sinus yang sangat dekat dengan hidung memungkinkan virus untuk berpindah. 

Sinusitis biasanya berlangsung lebih lama dari pilek dan flu.

  • Rhinitis Alergi

Terkadang, rhinitis dapat terjadi bersamaan dengan sinusitis. Itulah sebabnya mengapa keduanya sering tertukar. 

  • Polip Hidung

Polip merupakan daging kecil yang tumbuh. Salah satu penyebabnya adalah mukus yang sangat tebal hingga membentuk daging.

  • Fibrosis Sistik

Kondisi ini terjadi akibat menebalnya mukus di berbagai bagian tubuh, seperti rongga hidung dan paru-paru. Akibatnya, proses pernapasan jadi terganggu.

  • Gangguan Sistem Imunitas Tubuh

Seseorang dengan sistem imunitas tubuh yang sangat rendah, seperti penderita HIV/AIDS, biasanya rentan terhadap sinusitis.

  • Infeksi Gigi

Bakteri yang bersarang di mulut, gigi, dan gusi dapat menyebar hingga ke rongga sinus. Itulah sebabnya, infeksi gigi harus segera diatasi.

  • Kelainan Bawaan

Sinusitis juga bisa disebabkan oleh adanya kelainan pada bentuk tulang di rongga hidung. Biasanya bentuk yang bengkok atau tidak lurus.

Gejala Sinusitis

Sinusitis pada anak umumnya menimbulkan gejala-gejala seperti:

  • pilek yang berlangsung lebih lama dari tujuh hingga 10 hari
  • ingus biasanya berwarna hijau kental atau kuning, tetapi bisa jernih
  • batuk malam hari
  • sakit tenggorokan
  • demam ringan
  • pembengkakan di sekitar mata
  • biasanya tidak ada sakit kepala di bawah usia 5 tahun

Sementara itu, gejala sinusitis pada orang dewasa meliputi:

  • lendir atau ingus kental berwarna hijau atau kuning
  • lendir mengalir ke belakang tenggorokan
  • hidung tersumbat
  • napas berbau
  • sakit kepala
  • batuk
  • rasa sakit atau adanya tekanan di daerah dahi, pipi, hidung di antara mata
  • berkurangnya daya pengecap
  • demam
  • berkurangnya daya penciuman
  • sakit tenggorokan

Faktor Risiko Sinusitis

Berikut adalah faktor risiko seseorang terkena sinusitis baik akut maupun kronis:

  • kelainan anatomi atau struktur saluran hidung (misalnya deviasi septum hidung atau polip)
  • paparan asap rokok terus-menerus
  • memiliki riwayat rhinitis alergi, asma
  • masalah imun (HIV, pengguna kortikosteroid jangka panjang, dll)
  • infeksi pada saluran pernapasan

Artikel Lainnya: Kapan Sinusitis Anda Perlu Dioperasi?

Diagnosis Sinusitis

Penegakan diagnosis penyakit sinusitis bisa dilakukan melalui:

  • Wawancara Medis

Wawancara medis mendetail tentang gejala apa saja yang dialami serta sudah berapa lama.

  • Pemeriksaan Fisik 

Pemeriksaan fisik dapat meliputi telinga, hidung, dan tenggorokan. 

Dokter dapat pula menggunakan senter kecil atau kamera teropong (endoskopi hidung) untuk melihat keadaan hidung dan sekitarnya.

Dokter juga bisa memeriksa area nyeri di wajah yang merupakan lokasi sinus. 

  • Rontgen Sinus

Tes diagnostik yang menggunakan sinar energi elektromagnetik tak terlihat untuk menghasilkan gambar jaringan internal, tulang, dan organ ke dalam film.

  • Computed Tomography (CT atau CAT Scan)

CT scan dapat menunjukkan gambar rinci dari setiap bagian tubuh, termasuk tulang, otot, lemak, dan organ.

Hasil CT scan lebih detail daripada rontgen umum.

  • Kultur

Tes laboratorium dengan sampel cairan sinus yang akan melihat apakah ada pertumbuhan bakteri atau mikroorganisme untuk membantu dalam diagnosis.

  • Tes Alergi

Tes alergi dilakukan jika dokter mencurigai bahwa alergi merupakan pemicu sinusitis.

Tes kulit dapat membantu menentukan alergen yang menyebabkan hidung Anda meradang.

Pengobatan Sinusitis

Dalam kasus yang tak terlalu parah (sinusitis akut), biasanya peradangan akan membaik dalam dua minggu.

Bagi beberapa orang, kondisi tersebut membaik sendiri meski tanpa pengobatan khusus. 

Jika kondisi belum membaik, Anda dapat berkonsultasi ke dokter spesialis THT (telinga hidung tenggorokan) untuk mendapatkan pengobatan, seperti:

  • Obat semprot dekongestan

Anda tidak boleh menggunakannya lebih dari seminggu.

  • Antibiotik

Obat ini diperlukan jika sinusitis disebabkan oleh bakteri.

  • Antihistamin

Cara mengobati sinusitis ini dilakukan terutama jika mukus disertai dengan alergi.

  • Larutan saline 

Tujuannya adalah untuk menghilangkan mukus yang tebal.

  • Operasi

Prosedur ini hanya dilakukan apabila sinusitis disebabkan karena adanya kelainan bawaan.

  • Minum air putih

Banyak konsumsi air putih dapat membantu mengencerkan lendir

  • Istirahat cukup

Pastikan Anda memiliki waktu istirahat yang cukup.

  • Menghirup uap hangat

Menghirup uap hangat dapat menjadi salah satu cara meredakan sinus.

Artikel Lainnya: Mitos vs Fakta Sinusitis yang Perlu Anda Tahu

Beberapa obat sinusitis yang dapat disarankan adalah:

  • amoxicillin merupakan antibiotik lini pertama untuk sebagian besar pasien dengan rinosinusitis bakteri akut 
  • fluticasone dan triamcinolone acetonide untuk nasal spray
  • larutan salin (nasal hygiene)
  • ibuprofen untuk nyeri

Pencegahan Sinusitis

Beberapa cara untuk mencegah sinusitis adalah:

  • hindari infeksi saluran pernapasan atas
  • hindari alergen pencetus
  • kelola asma dan rhinitis alergi
  • gunakan humidifier

Komplikasi Sinusitis

Beberapa komplikasi sinusitis yang harus diwaspadai antara lain:

  • meningitis. Komplikasi ini terjadi ketika infeksi menyebar ke dinding atau selaput otak. 
  • gangguan indera penciuman. Infeksi di area sinus lambat laun dapat mengganggu saraf penciuman, bisa sementara ataupun permanen.
  • infeksi menyebar ke area lain, seperti osteomielitis atau mastoiditis.

Kapan Harus ke Dokter?

Anda disarankan untuk segera menemui dokter jika menemukan gejala:

  • demam
  • pembengkakan atau kemerahan di sekitar mata atau dahi Anda
  • sakit kepala parah
  • kebingungan
  • penglihatan ganda atau perubahan penglihatan lainnya
  • leher kaku

Unduh aplikasi KlikDokter untuk info lain seputar penyakit dan penanganannya.

(HNS/AYU)

Terakhir Diperbaharui: 14 Februari 2022

Diperbaharui: dr. Theresia Rina Yunita

Ditinju Oleh: dr. Theresia Rina Yunita

Referensi:

  • Cleveland Clinic. Diakses 2022. Sinusitis.
  • Mayo Clinic. Diakses 2022. Acute sinusitis. 
  • Mayo Clinic. Diakses 2022. Chronic sinusitis. 
  • Verywell Health. Diakses 2022. Sinus infection cause risk factors. 
  • Jacionline. Diakses 2022. Complications of sinusitis.