Masalah Pernapasan

Pilek

dr. Marsita Ayu Lestari, 04 Sep 2023

Ditinjau Oleh

Pilek adalah kondisi yang ditandai dengan keluarnya lendir dari hidung, dapat berbentuk encer dan kental. Ketahui penyebab, gejala dan pengobatannya.

Pilek

Pilek 

Dokter spesialis 

Dokter umum; Dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan

Gejala

Bersin, demam, batuk, pegal, nyeri kepala, nyeri telinga, mata merah, hidung tersumbat, nyeri tenggorokan, selera makan berkurang

Faktor risiko

Kelelahan, stress psikologis berkepanjangan, hunian yang padat, defisiensi (kekurangan) vitamin D, sedang menjalani terapi yang dapat mengakibatkan sistem kekebalan tubuh turun, merokok, riwayat alergi dalam keluarga, polusi udara, pola hidup yang kurang bersih

Cara diagnosis

Wawancara medis, pemeriksaan fisik telinga hidung tenggorokan, rinoskopi anterior, pemeriksaan penunjang

Pengobatan

Istirahat yang cukup, diet gizi seimbang, mengonsumsi zinc, vitamin C dan D; minum air putih yang cukup, mengonsumsi madu, terapi suportif, terapi sesuai gejala

Obat 

Antihistamin, antipiretik, analgesik, antitusif, dan dekongestan bila diperlukan

Komplikasi 

Otitis media akut, bronkitis, sinusitis 

Kapan harus ke dokter?

Keluhan tidak membaik dalam 10 hingga 14 hari, demam tinggi, nyeri kepala, nyeri dada, sesak napas, mengi, memiliki penyakit penyerta, seperti penyakit autoimun, hipertensi, diabetes, asma

Pengertian Pilek

Pilek adalah kondisi yang ditandai dengan keluarnya cairan dari hidung, dapat berbentuk encer dan kental. Hal ini dapat disebabkan oleh infeksi dan non-infeksi. Pilek juga dapat disertai dengan hidung tersumbat.

Pilek merupakan gejala dari suatu penyakit yang dapat sembuh sendiri meski tanpa pengobatan. Biasanya berlangsung 7 hingga 10 hari. Namun, pilek yang tak kunjung sembuh patut diwaspadai, terutama bila disertai sesak napas, nyeri dada, dan demam tinggi.

Artikel Lainnya: Pilek Tak Kunjung Sembuh, Mungkinkah si Kecil Sinusitis? 

Penyebab Pilek

Pilek disebabkan oleh hal-hal yang mengiritasi lapisan hidung dan sinus, seperti:

  • Infeksi virus
  • Infeksi bakteri
  • Alergen (debu, serbuk sari)
  • Paparan udara dingin, seperti berada di ruangan ber-AC
  • Makanan pedas / Capsaicin
  • Gangguan cemas dan depresi

Pilek sangat mudah menular. Penularannya dapat melalui:

  • Kontak langsung dengan percikan ludah (droplet) yang terinfeksi virus atau bakteri penyebab pilek yang tersebar di udara, ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin atau bicara. 
  • Kontak tidak langsung dengan permukaan benda yang terkontaminasi dengan percikan ludah yang terinfeksi. Bila benda tersebut disentuh, lalu kamu menyentuh hidung, mulut, atau mata.

Gejala Pilek

Kondisi pilek yang kamu rasakan dapat disertai dengan gejala lain, seperti:

  • Bersin
  • Demam
  • Batuk
  • Pegal
  • Nyeri kepala
  • Nyeri telinga
  • Mata merah
  • Hidung tersumbat
  • Nyeri tenggorokan
  • Selera makan berkurang

Faktor Risiko Pilek

Kamu berisiko lebih tinggi untuk terserang pilek bila berada dalam kondisi seperti:

  • Kelelahan, dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh
  • Stress psikologis berkepanjangan, dapat memicu sel-sel peradangan yang menyebabkan alergi pada hidung
  • Hunian yang padat, mempermudah penularan
  • Defisiensi (kekurangan) vitamin D
  • Sedang menjalani terapi yang dapat mengakibatkan sistem kekebalan tubuh turun 
  • Merokok
  • Riwayat alergi dalam keluarga
  • Polusi udara
  • Pola hidup yang kurang bersih, seperti tidak menjaga kebersihan tangan dan lingkungan

Artikel Lainnya: Sering Tertukar, Ini Perbedaan Gejala Flu dan Pilek Biasa 

Diagnosis Pilek

Dokter akan melakukan wawancara medis terperinci, pemeriksaan fisik secara umum, pemeriksaan fisik telinga hidung tenggorok, rinoskopi anterior untuk mengamati struktur dalam rongga hidung, dan pemeriksaan penunjang bila diperlukan.

Adapun pemeriksaan penunjang yang mungkin diperlukan, yaitu:

  • Saturasi oksigen
  • Rontgen dada
  • Pemeriksaan darah lengkap
  • Uji usap (swab test) tenggorokan dan hidung

Pengobatan Pilek

Sebagian besar kasus dapat sembuh sendiri. Secara umum, pengobatan pilek yang dapat dilakukan, seperti:

  • Istirahat yang cukup
  • Menjaga nutrisi dengan mengonsumsi diet gizi seimbang dan suplemen terutama zinc, vitamin C dan D
  • Menjaga status hidrasi dengan minum air putih yang cukup
  • Mengonsumsi madu
  • Terapi suportif seperti pemberian oksigen dapat diberikan pada penderita dengan saturasi oksigen yang rendah (SpO2 <92%). 
  • Terapi sesuai gejala, seperti antihistamin, antipiretik, analgesik, antitusif, dan dekongestan bila diperlukan.

Perlu berhati-hati untuk mengonsumsi obat pilek selama kehamilan dan pada anak-anak, terutama usia <6 tahun. Sebaiknya, konsultasi ke dokter terlebih dahulu. 

Artikel Lainnya: Atasi Hidung Tersumbat dengan 4 Pijatan Ini!

Pencegahan Pilek

Upaya mencegah pilek bergantung pada faktor risikonya. Upaya pencegahan pilek yang bisa kamu lakukan, seperti: 

  • Menerapkan gaya hidup sehat dan gizi seimbang, dengan cara diet gizi seimbang, mengonsumsi suplemen terutama vitamin C dan D, dan minum air putih yang cukup.
  • Berjemur di sinar matahari pagi atau sore hari.
  • Membatasi konsumsi makanan yang pedas.
  • Mencuci tangan di bawah air mengalir atau dengan pembersih tangan berbasis alkohol secara teratur, terutama setelah berjabat tangan atau menyentuh pegangan saat naik angkutan umum.
  • Menutup mulut dengan tisu atau dengan lengan yang ditekuk saat bersin/batuk.
  • Tetap berada di rumah bila memungkinkan.
  • Hindari kontak langsung dengan pengidap flu atau memakai masker bila berkomunikasi dengan pengidap flu.

Komplikasi Pilek

Terdapat beberapa komplikasi dari pilek, yaitu:

Artikel lainnya: Benarkah Berenang Efektif untuk Usir Flu?

Obat Terkait Pilek

Terapi obat untuk pilek berdasarkan gejala dan kondisi penderita, seperti:

Kapan Harus ke Dokter?

Pilek sebenarnya bisa sembuh sendiri. Namun segera berkonsultasi dengan dokter, bila kamu mengalami:

  • Keluhan tidak membaik dalam 10 hingga 14 hari
  • Demam tinggi 
  • Nyeri kepala
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Mengi
  • Memiliki penyakit penyerta, seperti penyakit autoimun, hipertensi, diabetes, dan asma

Ingin tahu lebih banyak tentang pilek dan cara mengatasinya? yuk #JagaSehatmu dengan download aplikasi KlikDokter dan manfaatkan layanan konsultasi kesehatan 24 jam langsung dengan dokter melalui fitur Tanya Dokter online 24 jam.

[LUF]

  1. Incze M, Grady D, Gupta A. I Have a Cold—What Do I Need to Know? JAMA Intern Med. 2018;178(9):1288.
  2. Erebara A, Bozzo P, Einarson A, Koren G. Treating the common cold during pregnancy. Can Fam Physician. 2008;54(5):687-9.
  3. Chirico G, Quartarone G, Mallefet P. Nasal congestion in infants and children: a literature review on efficacy and safety of non-pharmacological treatments. Minerva Pediatr. 2014;66(6):549-57.
  4. D’Amato, M., Molino, A., Calabrese, G. et al. The impact of cold on the respiratory tract and its consequences to respiratory health. Clin Transl Allergy. 2018.
  5. Fokkens W, Hellings P, Segboer C. Capsaicin for Rhinitis. Curr Allergy Asthma Rep. 2016;16(8).
  6. Ramsridhar S. Allergic Rhinitis-Induced Anxiety and Depression: An Autobiographical Case Report. Cureus. 2023.
  7. Rondanelli M, Miccono A, Lamburghini S, Avanzato I, Riva A, Allegrini P, et al. Self-Care for Common Colds: The Pivotal Role of Vitamin D, Vitamin C, Zinc, and Echinacea in Three Main Immune Interactive Clusters (Physical Barriers, Innate and Adaptive Immunity) Involved during an Episode of Common Colds-Practical Advice on Dosages and on the Time to Take These Nutrients/Botanicals in order to Prevent or Treat Common Colds. Evid Based Complement Alternat Med. 2018.
  8. Cao Y, Rhoads A, Burns T, Carnahan RM, Conway KM, Werler MM, et al. Maternal use of cough medications during early pregnancy and selected birth defects: a US multisite, case–control study. BMJ Open. 2021.
  9. Abuelgasim H, Albury C, Lee J. Effectiveness of honey for symptomatic relief in upper respiratory tract infections: a systematic review and meta-analysis. 2021. https://ebm.bmj.com/content/26/2/57 Accessed 2 MEI 2023.
  10. Duffney PF, Embong AK, McGuire CC, Thatcher TH, Phipps RP, Sime PJ. Cigarette smoke increases susceptibility to infection in lung epithelial cells by upregulating caveolin-dependent endocytosis. PLoS ONE. 2020.
  11. Gitawati R. Bahan Aktif dalam Kombinasi Obat Flu dan Batuk-Pilek, dan Pemilihan Obat Flu yang Rasional. Media Litbangkes. 2014.