Sukses

Pengertian Voltadex

Voltadex merupakan obat yang memiliki kandungan berupa natrium diklofenak. Obat ini digunakan untuk membantu mengatasi rasa nyeri akibat osteoarthritis, rheumatoid arthritis, nyeri punggung, asam urat, terkilir, serta sakit gigi.

Cara kerja obat ini, yakni dengan menghambat produksi prostaglandin yang menyebabkan rasa nyeri serta peradangan. 

Artikel Lainnya: Mengatasi Nyeri Sendi, Kompres Hangat atau Dingin?

Keterangan Voltadex

Berikut adalah beberapa keterangan mengenai Voltadex, dari golongan obat hingga harga:

  1. Voltadex Tablet

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS).
  • Kandungan: Natrium Diklofenak 25 mg; Natrium Diklofenak 50 mg.
  • Bentuk: Tablet Salut Enterik.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Dexa Medica.
  • Harga: Rp 2.000 - Rp 13.000/ Strip.
  1. Voltadex Gel

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS).
  • Kandungan: Natrium Diklofenak 1%.
  • Bentuk: Gel.
  • Satuan Penjualan: Tube.
  • Kemasan: Tube 20 Gram.
  • Farmasi: Dexa Medica.
  • Harga: Rp 20.000 - Rp 40.000/ Tube.

Kegunaan Voltadex

Obat Voltadex berfungsi untuk mengatasi rasa nyeri akibat osteoarthritis, rheumatoid arthritis, asam urat, nyeri punggung, terkilir, serta sakit gigi.

Artikel Lainnya: 5 Jenis Terapi untuk Penderita Osteoarthritis

Dosis & Cara Penggunaan Voltadex

Perhatikan dosis penggunaan obat Voltadex berikut ini:

  1. Voltadex Tablet

Nyeri dan peradangan yang berhubungan dengan sendi, rheumatoid arthritis, keseleo, rendinitis, asam urat akut, dismenore

  • Dosis: 75-100 mg per hari dalam dosis terbagi. 
  • Dosis maksimal: 150 mg per hari.

Migrain

  • Dosis awal: 50 mg, diminum saat serangan migrain pertama. Dosis 50 mg dapat diminum kembali setelah 2 hari bila migrain masih tetap terasa. Bila dibutuhkan dapat diminum 50 mg tiap 4-6 jam. 
  • Dosis maksimal: 200 mg per hari.
  1. Voltadex Gel 

  • Oleskan Voltadex Gel 3-4 kali sehari pada bagian yang sakit. 

Cara Penyimpanan Voltadex

Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius.

Efek Samping Voltadex

Terdapat beberapa efek samping yang bisa muncul selama penggunaan Voltadex, seperti:

Overdosis

Penggunaan diklofenak yang melebihi dosis anjuran dapat menimbulkan gejala:

Artikel Lainnya: Benarkah Sering Makan Kacang Bisa Picu Asam Urat?

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Voltadex pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif terhadap natrium diklofenak.
  • Asma.
  • Urtikaria.
  • Riwayat gangguan saluran cerna.
  • Akan atau telah menjalani operasi bypass jantung.
  • Masalah pada liver.
  • Gangguan pada ginjal.
  • Anemia.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Gangguan pembekuan darah.
  • Perokok.

Interaksi Obat

Penggunaan Voltadex dengan obat berikut secara bersamaan dapat memicu suatu interaksi, seperti:

  • Dapat meningkatkan kadar serum metotreksat.
  • Dapat meningkatkan kadar serum lithium dan digoksin.
  • Berisiko perdarahan saluran cerna jika digunakan dengan OAINS lainnya.
  • Mengurangi bioavailabilitas jika digunakan dengan kolestiramin dan kolestipol.
  • Mengurangi konsentrasi plasma jika digunakan setelah sukralfat.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Studi pada hewan menunjukkan adanya efek samping pada janin. Akan tetapi, tidak studi yang memadai pada wanita hamil. Obat diberikan hanya jika manfaatnya lebih besar dari risiko pada janin.

Peringatan Menyusui

Diklofenak terserap ke dalam ASI. Diskusikan kepada dokter sebelum penggunaan obat.

Artikel
    Penyakit Terkait