Obat Antinyeri

Flamar

apt. Ardiansyah Sutrisna, S.Farm, 01 Des 2023

Ditinjau Oleh apt. Yasmin Azhar, S.Farm

Flamar adalah obat yang mengandung natrium diklofenak untuk meredakan rematik, osteoarthritis, dan ankylosing spondylitis. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet salut enterik, gel, dan tetes mata.

Flamar

Flamar

Golongan

obat keras

Kategori obat

obat antinyeri

Dikonsumsi oleh

anak dan dewasa

Bentuk obat

tablet salut enterik, emulgel, dan tetes mata

Flamar untuk ibu hamil dan menyusui

kategori NA: FDA tidak merekomendasikan penggunaan natrium diklofenak pada ibu hamil karena dapat menimbulkan masalah ginjal pada janin.


peringatan menyusui: Flamar dapat terdistribusi ke dalam ASI. Bila kamu sedang menyusui, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Pengertian Flamar

Flamar adalah obat dengan kandungan natrium diklofenak yang bermanfaat untuk meringankan gejala-gejala rheumatoid arthritisosteoarthritis, dan ankylosing spondylitis, baik akut maupun kronis. Obat Flamar termasuk ke dalam golongan obat NSAID.

Selain mengatasi peradangan, obat Flamar memiliki aktivitas analgesik yang berfungsi untuk mengatasi nyeri sendi, sakit gigi, dan sakit kepala.

Cara kerja Flamar, yaitu menghambat jalan enzim siklooksigenase sehingga prostaglandin terhambat dan menyebabkan timbul efek antinyeri. Kamu dapat menemukan Flamar di apotek dalam sediaan tablet salut enterik, emulgel, danobat tetes mata.

Artikel Lainnya: Berbeda-beda, Ini Jenis Rematik yang Umum Dialami

Keterangan Obat Flamar

1. Flamar 50 Tablet Salut Enterik

  • Golongan: obat keras
  • Kelas terapi: non-steroid anti inflammatory drug (NSAID)
  • Kandungan Flamar: diclofenac sodium 50 mg
  • Kemasan: dus @10 strip @10 tablet salut enterik
  • Produksi: PT Sanbe Farma
  • Harga: Rp 19.830-Rp 69.718/strip

2. Flamar 25 Tablet Salut Enterik

  • Golongan: obat keras
  • Kelas terapi: non-steroid anti inflammatory drug (NSAID)
  • Kandungan: diclofenac sodium 25 mg
  • Kemasan: dus @10 strip @10 tablet salut enterik
  • Produksi: PT Sanbe Farma
  • Harga: Rp 9.161-Rp 29.324/strip

3. Flamar Emulgel

  • Golongan: obat bebas terbatas
  • Kelas terapi: non-steroid anti inflammatory drug (NSAID)
  • Kandungan Flamar: diclofenac diethylamine 10 mg
  • Kemasan: dus @1 tube @20 g
  • Produksi: PT Sanbe Farma
  • Harga: Rp 24.974/tube

4. Flamar Tetes Mata

  • Golongan: obat keras
  • Kelas terapi: non-steroid anti inflammatory drug (NSAID)
  • Kandungan: diclofenac sodium 1 mg
  • Kemasan: dus @1 botol @5 ml
  • Produksi: PT Sanbe Farma
  • Harga: Rp 57.427/botol

Kegunaan Flamar

Manfaat Flamar, yaitu membantu meredakan gejala beberapa penyakit, seperti:

Dosis dan Aturan Pakai Flamar

Flamar tergolong obat keras yang penggunaannya harus menggunakan resep dokter. Berikut adalah aturan minum dan dosis penggunaan Flamar secara umum:

Tujuan: rheumatoid arthritis, osteoarthritis

Bentuk: tablet salut enterik

Dosis yang direkomendasikan:

  • Dewasa: 3 kali sehari 50 mg, atau 2 kali sehari 75 mg
  • Anak > 1 tahun: 0,5-3 mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi

Tujuan: nyeri akut, nyeri dan peradangan berhubungan dengan gangguan muskuloskeletal dan sendi, nyeri dan peradangan berhubungan dengan gangguan periartikular, nyeri dan peradangan berhubungan dengan gangguan jaringan lunak, peradangan pasca operasi, nyeri pascaoperasi

Bentuk: tablet salut enterik

Dosis yang direkomendasikan:

  • Dewasa: 75-150 mg setiap hari dalam dosis terbagi. Maksimal 150 mg setiap hari
  • Anak ≥ 14 tahun: 75-100 mg setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi.

Tujuan: dismenore primer

Bentuk: tablet salut enterik

Dosis yang direkomendasikan:

  • Dewasa: 50-100 mg diberikan saat gejala pertama muncul. Dosis pemeliharaan maksimal 150 mg setiap hari dalam dosis terbagi. durasi pengobatan 1-5 hari.

Tujuan: migrain akut

Bentuk: tablet salut enterik

Dosis yang direkomendasikan:

  • Dewasa: dosis awal, 50 mg pada tanda pertama serangan. Jika gejala menetap setelah 2 jam, dapat diberikan dosis tambahan 50 mg. Jika masih diperlukan, berikan 50 mg setiap 4-6 jam. Maksimal 200 mg per hari.

Tujuanankylosing spondylitis

Bentuk: tablet salut enterik

Dosis yang direkomendasikan:

  • Dewasa: 4-5 kali sehari 25 mg

Tujuan: profilaksis miosis intra-operatif

Bentuk: tetes mata

Dosis yang direkomendasikan:

  • Dewasa: pada pasien yang menjalani operasi katarak: larutan 0,1%: teteskan 1 tetes ke mata yang terkena katarak 4 kali selama 2 jam sebelum operasi.

Tujuan: nyeri pada mata

Bentuk: tetes mata

Dosis yang direkomendasikan:

  • Dewasa: larutan 0,1% dengan cara teteskan 1 tetes ke mata yang terkena 4 kali sehari hingga 2 hari.

Tujuan: nyeri mata pascaoperasi

Bentuk: tetes mata

Dosis yang direkomendasikan:

  • Dewasa: larutan 0,1% untuk keratotomi radial, teteskan 1 tetes ke mata yang terkena sebelum operasi, diikuti dengan 1 tetes segera setelah operasi, lalu 1 tetes 4 kali sehari hingga 2 hari. Untuk operasi refraksi kornea teteskan 1-2 tetes pada mata yang terkena satu jam setelah operasi, kemudian 1-2 tetes dalam waktu 15 menit setelah operasi, lanjutkan selama 4 kali sehari hingga 3 hari. Untuk keratectomy fotorefraksi, teteskan 1 tetes ke mata yang terkena selama 2 dosis dengan interval 5 menit segera setelah operasi, kemudian 1 tetes setiap 2-5 jam saat terjaga hingga 24 jam.

Tujuan: peradangan mata pascaoperasi

Bentuk: tetes mata

Dosis yang direkomendasikan:

  • Dewasa: larutan 0,1% untuk operasi strabismus: teteskan 1 tetes ke mata yang terkena 4 kali sehari selama minggu ke 1, lalu 3 kali sehari selama minggu ke 2, lalu 2 tetes 2 kali sehari untuk minggu ke 3, lalu seperlunya untuk minggu ke 4. Untuk operasi katarak, 1 tetes pada mata yang terkena katarak 4 kali sehari dimulai 24 jam setelah operasi, lanjutkan hingga 2 minggu pasca operasi.

Tujuan: kontrol peradangan setelah trabeculoplasty laser argon

Bentuk: tetes mata

Dosis yang direkomendasikan:

  • Dewasa: larutan 0,1% teteskan 1 tetes ke mata yang terkena 4 kali selama 2 jam sebelum prosedur, kemudian 1 tetes 4 kali sehari hingga 7 hari.

Tujuan: konjungtivitis alergi musiman

Bentuk: tetes mata

Dosis yang direkomendasikan:

  • Dewasa: untuk menghilangkan tanda dan gejala, gunakan larutan 0,1%, teteskan 1 tetes ke mata yang terkena 4 kali sehari sesuai kebutuhan.

Tujuan: nyeri dan peradangan yang berhubungan dengan gangguan muskuloskeletal dan sendi, nyeri dan peradangan yang berhubungan gangguan periartikular, nyeri dan peradangan yang berhubungan dengan gangguan jaringan lunak, keseleo

Bentuk: emulgel

Dosis yang direkomendasikan:

  • Dewasa: oleskan ke area yang terkena 2-4 kali sehari. Evaluasi kembali penyembuhan gejala setelah 7 hari

Cara Menggunakan Flamar

Gunakan Flamar sesuai dengan anjuran dan resep dokter agar fungsi Flamar optimal. Baca juga petunjuk pemakaian pada kemasan obat.

Berikut adalah aturan pakai Flamar yang perlu kamu ikuti:

Flamar Tablet

  • Obat keras hanya dapat didapatkan melalui resep dokter
  • Flamar tablet dapat digunakan setelah makan
  • Tablet ditelan secara utuh dengan air minum. Jangan menghancurkan, membelah, atau menggerus obat
  • Konsumsi obat secara teratur pada waktu yang sama
  • Apabila kamu lupa minum obat, segera pakai obat jika jeda dengan waktu selanjutnya masih lama. Jika jedanya singkat, lupakan dosis yang tertinggal. Jangan menggandakan dosis pada waktu bersamaan.

Flamar Tetes Mata

  • Cuci tangan dengan air dan sabun terlebih dahulu lalu keringkan
  • Buka tutup obat tetes mata, pastikan ujung botol tidak rusak, lalu mengadahkan kepala dan teteskan Flamar tetes mata pada kantung mata bagian bawah sesuai dosis yang disarankan
  • Tutup mata dan biarkan selama 1-2 menit. Setelah menggunakan, pasang kembali tutup botol tetes mata dengan rapat.

Falamar Emulgel

  • Cuci tangan dengan air dan sabun lalu keringkan
  • Bersihkan bagian kulit yang akan di oleskan salep dengan antiseptik, tunggu hingga kering
  • Buka tutup salep, kemudian oles tipis salep pada bagian kulit yang telah dibersihkan, hindari terkena air. 
  • Setelah menggunakan, pasang kembali tutup salep dengan rapat.

Cara Penyimpanan

Simpan obat Flamar pada suhu 20-25° Celsius, di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari cahaya matahari langsung. Selain itu, pastikan untuk hindarkan obat dari jangkauan anak-anak. 

Tetes mata dapat digunakan kembali selama 28 hari setelah tutup botol pertama kali dibuka. Sementara sediaan emulgel dapat digunakan kembali sampai 6 bulan (kecuali disebutkan lain oleh pabrik) dari pertama kali segel tutup dibuka.

Artikel Lainnya: Mitos Penyakit Rematik yang Harus Anda Tahu

Efek Samping Flamar

Beberapa efek samping Flamar yang sering terjadi, antara lain:

  • Sakit perut atau kram perut
  • Sakit kepala
  • Retensi cairan
  • Pusing
  • Diare
  • Mual
  • Konstipasi
  • Sering kentut
  • Kelainan pada hasil uji hati
  • Tukak lambung
  • Ruam
  • Pruritus
  • Tinnitus

Overdosis

Apabila digunakan berlebihan, overdosis Flamar bisa memicu gejala, seperti:

Segera hubungi bantuan tim medis darurat ke nomor 112/119 apabila ditemukan gejala-gejala di atas atau segeralah ke instalasi gawat darurat rumah sakit terdekat.

Interaksi Obat Flamar dengan Obat Lain

Obat Flamar dapat menimbulkan reaksi interaksi obat jika dikonsumsi bersamaan dengan zat aktif lainnya, seperti: 

  • Peningkatan risiko perdarahan dengan antiplatelet (aspirin), antikoagulan (warfarin), kortikosteroid sistemik, dan SSRI
  • Dapat menurunkan efek antihipertensi dan meningkatkan risiko nefrotoksisitas jika digunakan bersamaan dengan obat antihipertensi (beta blocker, ACE inhibitor)
  • Dapat meningkatkan kadar serum kalium apabila digunakan bersama dengan drospirenone, ciclosporin, tacrolimus, trimetoprim
  • Dapat meningkatkan konsentrasi serum lithium, digoxin, metotreksat, dan fenitoin
  • Meningkatkan risiko nefrotoksik dengan siklosporin dan tacrolimus
  • Kemungkinan terjadi kejang apabila dikonsumsi dengan quinolon
  • Kemungkinan mengalami penurunan penyerapan apabila dikonsumsi dengan Colestipol dan Cholestyramine
  • Menurunkan GFR dan meningkatkan kadar serum glikosida apabila dikonsumsi dengan glikosida jantung
  • Dapat menurunkan efek mifepristone
  • Bisa meningkatkan konsentrasi puncak plasma dan paparan dengan inhibitor CYP2C9 (sulfinpyrazone dan voriconazole)
  • Dapat meningkatkan toksisitas Baclofen dan Pemetrexed

Mungkin ada beberapa daftar obat yang tidak tercantum. Oleh karenanya, kamu perlu memberi tahu dokter jika sedang mengonsumsi obat lain. 

Peringatan dan Perhatian

Penggunaan natrium diklofenak pada penderita dekompresi jantung atau hipertensi (tekanan darah tinggi) harus berhati-hati, karena dapat menyebabkan retensi cairan dan edema.

Obat NSAID harus diresepkan dengan hati-hati pada pasien yang memiliki riwayat penyakit tukak lambung karena memiliki risiko terjadinya perdarahan saluran cerna 10 kali lipat dibandingkan dengan pasien tanpa faktor risiko tersebut.

Kontraindikasi Flamar

Selain itu, perhatikan juga adanya kontraindikasi. Orang-orang dengan kondisi berikut tidak disarankan menggunakan Flamar:

  • Hipersensitif terhadap kandungan dalam Flamar atau NSAID lainnya
  • Riwayat serangan asma, angioedema, urtikaria atau rinitis akut yang dipicu oleh ibuprofen, aspirin, atau NSAID lainnya
  • Riwayat atau tukak gastrointestinal aktif
  • Perdarahan atau perforasi
  • CHF (Congestive Heart Failure atau gagal jantung kongestif)
  • Penyakit jantung iskemik
  • Penyakit arteri perifer atau penyakit serebrovaskular
  • Riwayat serangan jantung (dalam 6-12 bulan terakhir)

Artikel Lainnya: Benarkah Mandi Malam Bikin Rematik? Ini Faktanya

Kategori Kehamilan dan menyusui

Saat ini, obat golongan NSAID masuk dalam kategori NA untuk keamanan ibu hamil. FDA tidak merekomendasikan penggunaan natrium diklofenak pada ibu hamil karena dapat menimbulkan gangguan ginjal pada janin.

Informasikan dokter apabila kamu sedang hamil atau sedang dalam program kehamilan. Terapi akan dipertimbangkan tergantung kondisi kehamilan kamu. 

Selain itu, Flamar juga dapat terdistribusi ke dalam ASI. Bila kamu sedang menyusui, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Penyakit Terkait 

Rekomendasi Obat Sejenis Flamar

Ingin tahu lebih banyak informasi seputar #JagaSehatmu? Yuk, download aplikasi KlikDokter! Jangan lupa, gunakan fitur Tanya Dokter untuk konsultasi dengan dokter lebih mudah dan cepat. Kamu bisa membeli obat di KALStore kapan pun dan di mana pun. 

(APR)