Obat Antiinflamasi

Voltaren

Klikdokter, 21 Des 2021

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Voltaren digunakan untuk mengatasi inflamasi (peradangan) degeneratif berupa rematik, osteoporosis.

Pengertian

Voltaren merupakan sediaan tablet, suppositoria, dan gel yang mengandung Natrium Diklofenak, obat ini diproduksi oleh Novartis Indonesia. Perbedaan Sediaan salah satunya berfungsi untuk memudahkan pasien yang sulit menelan dan menutupi rasa yang tidak enak pada obat. Voltadex diindikasikan untuk meredakan peradangan degeneratif berupa rematik, ankylosing spondylitis (radang sendi pada punggung), osteoarthrosis. Voltaren juga digunakan untuk perawatan atau pencegahan nyeri pasca operasi.

Voltaren termasuk dalam gololngan Obat Antiinflamasi Non-Steroid (OAINS). Voltaren bekerja menghambat produksi prostaglandin, yaitu senyawa yang dilepas tubuh dan menyebabkan rasa sakit serta inflamasi. Dengan menghalangi prostaglandin, obat ini akan mengurangi rasa sakit dan inflamasi.

Keterangan

  1. Voltaren Tablet
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Obat Antiinflamasi Non-Steroid (OAINS)
    • Bentuk: Tablet Salut Enterik.
    • Kandungan: Natrium Diklofenak.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @10 Tablet.
    • Farmasi: Novartis Indonesia
  2. Voltaren Suppositoria
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Obat Antiinflamasi Non-Steroid (OAINS)..
    • Kandungan: Natrium Diklofenak.
    • Bentuk: Suppositoria.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @5 Suppositoria.
    • Farmasi: Novartis Indonesia.
  3. Voltaren Gel

    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Obat Antiinflamasi Non-Steroid (OAINS)..
    • Kandungan: Natrium Diklofenak.
    • Bentuk: Gel.
    • Satuan Penjualan: Tube.
    • Kemasan: Tube @ 10 Gram, 20 Gram, 50 Gram.
    • Farmasi: Steriling Products/ Boehringer Ingelhiem.

Kegunaan

Voltaren digunakan untuk mengatasi inflamasi (peradangan) degeneratif berupa rematik (peradangan kronis pada sendi yang menyebabkan rasa sakit, bengkak dan kaku pada persendian), osteoarthrosis (kondisi di mana sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan yang timbul karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi) dan spondylarthritis (rematik yang mempengaruhi tulang belakang, persendian, dan enthesis), sindrom pada tulang belakang, gout akut (asam urat). Voltaren juga digunakan untuk perawatan atau pencegahan nyeri pasca operasi.

Dosis & Cara Penggunaan

Golongan obat keras. Harus dengan Resep Dokter.

  1. Voltaren Tablet
    • Dosis maksimal awal: 100-150 mg dalam 2-3 dosis terbagi setiap hari.
  2. Voltaren Suppositoria
    • Dewasa: Supositoria 25, 50 atau 100 mg: 75-150 mg setiap hari dalam dosis terbagi.
    • Anak usia ≥6 tahun:12,5 atau 25 mg: 1-2 mg / kg berat badan setiap hari dalam dosis terbagi. Periode maksimum: 4 hari.
  3. Voltaren Gel
    • Oleskan Voltadex gel 3-4 kali sehari pada bagian yang sakit. 

Efek Samping

  • Diare, mual, dan muntah.
  • Nyeri ulu hati.
  • Sakit perut.
  • Perut kembung.
  • Sering bersendawa.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Voltaren pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Pasien hipersensitif (reaksi alergi berlebihan) terhadap Natrium diklofenak
  • Pasien dengan penyakit asma, urtikaria, atau reaksi sensitif lain nya yang diendapkan oleh Aspirin dan NSAID lainnya
  • Pasien dengan riwayat penyakit saluran cerna seperti ulkus peptikum, ulseratif pada anus/rektum.colon
  • Pasien yang akan atau telah menjalani operasi by-pass jantung, perokok, tekanan darah tinggi, gangguan pada hati, gangguan pada ginjal, anemia, gangguan pembekuan darah.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Voltaren:

  • Dapat meningkatkan kadar methotrexate serum
  • Penggunaan bersamaan dengan NSAID atau antikoagulan lainnya (misalnya warfarin) dikaitkan dengan risiko perdarahan saluran cerna yang lebih tinggi.
  • Peningkatan risiko nephrotoxicity dengan ciclosporin atau triamterene
  • Dapat meningkatkan risiko komplikasi kornea pada pasien dengan peradangan kornea yang signifikan sebelum digunakan bersamaan dengan persiapan yang mengandung kortikosteroid
  • Colestyramine dan colestipol mengurangi bioavailabilitas diklofenak
  • Berkurangnya konsentrasi plasma saat diberikan setelah sucralfate
  • Aplikasi tiroid diklofenak dapat mengurangi khasiat asetilkolin kekar dan carbachol
  • Dapat meningkatkan kadar serum lithium dan digoxin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Voltaren ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.