Masalah Otot dan Sendi

Asam Urat

dr. Valda Garcia, 24 November 2022

Icon ShareBagikan
Icon Like

Asam urat (gout) adalah suatu gangguan metabolisme asam urat di dalam tubuh. Ini gejala, penyebab dan cara mengobati asam urat.

Asam Urat

Dokter Spesialis

Penyakit dalam

Gejala

Nyeri, gerakan sendi terbatas, pembengkakan

Faktor Risiko

Makanan tinggi purin, riwayat keluarga

Metode Diagnosis

Wawancara medis, pemeriksaan fisik; serta pemeriksaan darah, cairan sendi, dan urine

Pengobatan

Pemberian obat antinyeri, antiradang, atau penurun asam urat

Obat

Ibuprofen, naproxen, kortikosteroid, allopurinol

Komplikasi

Peradangan meluas, gangguan fungsi ginjal, batu ginjal

Kapan Harus ke Dokter?

Jika setelah minum obat keluhan tak kunjung membaik, lakukan pemeriksaan diri ke dokter


Pengertian

Penyakit asam urat atau dalam bahasa medis dikenal dengan sebutan gout adalah suatu kondisi medis dimana terjadi gangguan metabolisme asam urat di dalam tubuh.

Akibatnya terjadi peningkatan kadar asam urat dalam tubuh.

Kristal uric acid yang berlebihan akan menumpuk di jaringan tubuh dan menyebabkan inflamasi (peradangan) pada persendian (artritis).

Gout yang kronis (jangka panjang) dapat menyebabkan penumpukan asam urat baik di dalam maupun di sekitar persendian.

Pada akhirnya hal ini dapat menurunkan fungsi ginjal hingga membentuk batu ginjal.

Artikel Lainnya: Apakah Petai Bisa Picu Asam Urat?

Penyebab

Asam urat (uric acid) merupakan zat sisa yang terbentuk saat tubuh memetabolisme substansi yang dinamakan purin.

Zat ini cukup mudah ditemukan pada beberapa makanan dan minuman yang sering Anda santap, seperti alkohol, hati, daging, dan seafood.

Penyakit gout timbul saat asam urat di tubuh menumpuk dan sulit untuk dikeluarkan oleh tubuh.

Saat tubuh Anda memproduksi terlalu banyak, terjadi penumpukan yang membentuk kristal-kristal asam urat.

Penumpukan bisa terjadi di sekitar sendi dan ginjal. Beberapa penyebab asam urat tinggi adalah:

  • obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes
  • memiliki riwayat penderita gout dalam keluarga
  • gangguan ginjal
  • mengonsumsi makanan yang tinggi akan asam urat seperti daging merah dan seafood;
  • mengonsumsi terlalu banyak alkohol

Faktor Risiko

Peningkatan kadar asam urat dalam tubuh sangat dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi, khususnya yang mengandung purin tinggi.

Makanan dan minuman tinggi purin tersebut antara lain:

  • daging merah
  • seafood
  • minuman beralkohol
  • jeroan
  • kacang dalam jumlah banyak
  • melinjo dan olahannya (emping)
  • sayur hijau yang direbus terlalu lama

Selain makanan dan minuman, riwayat keluarga dan penyakit penyerta juga dapat meningkatkan risiko terjadinya peningkatan asam urat dalam tubuh, seperti:

  • riwayat gout dalam keluarga
  • obesitas
  • diabetes
  • gangguan fungsi ginjal

Artikel Lainnya: Cara Mencegah Asam Urat Kambuh pada Lansia

Gejala

Gejala gout yang umumnya dirasakan penderita biasanya berupa peradangan pada sendi dan paling sering ditemukan pada ibu jari kaki.

Gejala tersebut adalah:

  • panas
  • kemerahan
  • nyeri
  • gerakan sendi terbatas
  • pembengkakan pada sendi

Selain ibu jari kaki, persendian yang sering mengalami serangan adalah persendian kecil lain, pergelangan kaki, lutut, pergelangan tangan, jari tangan, dan siku.

Pada serangan akut, dapat timbul demam dan nyeri hebat pada sendi yang biasanya bertahan berjam-jam sampai seharian.

Seiring waktu, serangan gout akan timbul lebih sering dan lebih lama.

Kristal-kristal uric acid dapat membentuk tophi (benjolan keras tapi tidak nyeri di sekitar sendi) di luar persendian.

Tophi sering ditemukan di sekitar jari tangan serta di ujung siku dan sekitar ibu jari kaki.

Selain itu, tophi dapat ditemukan juga pada daun telinga, tendon achilles (daerah belakang pergelangan kaki), dan pita suara (sangat jarang terjadi).

Diagnosis

Berikut beberapa tahap yang biasanya dilakukan dokter untuk mendiagnosis asam urat.

Anamnesis

Sama halnya dengan penegakan penyakit lain, hal pertama yang harus dilakukan dalam wawancara medis atau anamnesis.

Sangat penting untuk menggali lebih dalam mengenai keluhan yang dialami pasien, seperti sejak kapan, lokasi keluhan, karakteristik nyeri, faktor pemicu dan peringan gejala, durasi nyeri, dan tingkat keparahan nyeri.

Kriteria untuk mencurigai adanya asam urat adalah munculnya nyeri yang berlangsung cepat dan peradangan sendi.

Peradangan ini dapat berpindah dari satu sendi ke sendi yang lain, terutama di sendi jempol kaki. Keluhan nyeri biasanya akan hilang setelah serangan.

Artikel Lainnya: Cara Menurunkan Asam Urat Tanpa Obat

Pemeriksaan Fisik

Setelah melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik akan dilakukan untuk menilai langsung lokasi nyeri sendi yang dialami dan menilai tingkat keparahannya.

Pemeriksaan Darah

Pemeriksaan darah akan dilakukan untuk menilai apakah benar terjadi peningkatkan kadar asam urat di dalam darah.

Jika ada kecurigaan terhadap komplikasi, akan dilakukan juga pemeriksaan fungsi ginjal dan penunjang lainnya.

Pemeriksaan Radiologi

Meskipun jarang dilakukan untuk menegakkan diagnosis, pemeriksaan radiologi seperti rontgen dapat dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan diagnosis lainnya.

Pemeriksaan Cairan Sendi

Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan cairan yang ada di sekitar sendi (synovial fluid).

Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk menemukan adanya kristal-kristal asam urat.

Pemeriksaan Urine

Pemeriksaan lain yang bisa dilakukan adalah pemeriksaan urine.

Melalui pemeriksaan ini dapat dipastikan bila terjadi peningkatan asam urat dan kristal-kristal asam urat.

Artikel Lainnya: Jenis Obat Asam Urat yang Perlu dan Tak Perlu Resep Dokter

Pengobatan

Perlu diketahui, gout tidak dapat disembuhkan. Meski demikian, kondisi ini dapat dikontrol dengan pengobatan.

Keluhan yang dirasakan penderita asam urat biasanya akan hilang dalam waktu 24 jam setelah pengobatan dimulai.

Berikut beberapa cara mengobati asam urat.

Antinyeri

Pengobatan gout secara umum dilakukan dengan obat antiinflamasi golongan NSAIDs, seperti ibuprofen atau naproxen.

Obat asam urat ini secara umum diberikan untuk mengobati serangan berat dan mendadak untuk menurunkan peradangan dan nyeri.

Antiradang

Untuk penderita gout yang tidak dapat menggunakan NSAIDs akan diberikan kortikosteroid, steroid yang bekerja menurunkan peradangan.

Steroid dapat disuntik (injeksi) langsung pada sendi yang terkena atau diminum dalam bentuk pil.

Penurun Asam Urat

Setelah kondisi serangan akut atau nyeri ditangani dengan baik, akan dilakukan upaya kontrol kadar uric acid dalam darah.

Biasanya dokter akan memberikan resep allopurinol yang harus dikonsumsi rutin.

Pencegahan

Cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah asam urat adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat.

Anda bisa meningkatkan konsumsi makanan dengan nutrisi seimbang dan berserat tinggi. Ingat untuk konsumsi air putih yang cukup serta rajinlah berolahraga.

Selain itu, yang tak kalah penting hindari konsumsi makanan tinggi purin.

Komplikasi

Peradangan Meluas

Jika kondisi serangan akut tidak dapat tertangani dengan baik, peradangan pada sendi dapat menjadi berat dan meluas.

Gangguan Fungsi Ginjal

Kadar asam urat dalam darah yang tidak tertangani dengan baik dapat memperberat fungsi ginjal.

Batu Ginjal

Kadar uric acid yang tinggi dalam darah dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu asam urat pada ginjal.

Artikel Lainnya: Komplikasi Asam Urat yang Harus Anda Waspadai

Kapan Harus ke Dokter?

Ketika serangan akut, disarankan untuk konsumsi obat antinyeri dan antiradang untuk mengatasi nyeri dan radang yang dialami.

Setelah itu dapat konsumsi obat untuk membantu mengontrol kadar asam urat dalam darah.

Jika keluhan tidak kunjung membaik, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan diri ke dokter untuk evaluasi klinis dan tatalaksana lebih lanjut.

Untuk pemeriksaan awal dapat berkonsultasi dengan dokter umum.

Namun, jika kondisi cukup berat, pemeriksaan lebih lanjut bisa dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam.

Bila diperlukan, pasien akan dirujuk ke dokter spesialis ortopedi. 

Kini, Anda sudah tahu apa itu asam urat. Jika masih ingin bertanya lebih lanjut seputar penyakit lainnya, tanyakan langsung kepada dokter di fitur Tanya Dokter.

(HNS/AYU)