Sukses

Pengertian Ondansetron

Ondansetron adalah obat yang memiliki fungsi untuk menekan mual dan muntah. Ondansetron dapat digunakan sendiri atau dengan obat lain untuk mencegah mual dan muntah yang disebabkan oleh terapi obat kanker (kemoterapi) dan terapi radiasi. Ondansetron bekerja dengan cara menghalangi salah satu zat alami tubuh (serotonin) yang menyebabkan muntah. Apabila serotonin dihambat maka dapat menekan mual dan muntah pada sistem saraf pusat.

Keterangan Ondansetron

  1. Ondansetron Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antiemetik
    • Kandungan: Ondansetron 4 mg, Ondansetron 8 mg
    • Bentuk: Tablet Salut Selaput
    • Kemasan: Strip
    • Satuan Penjualan: Strip @ 6 Tablet Salut Selaput; Strip @ 10 Tablet Salut Selaput
    • Farmasi: Ifion, Otto pharmaceutical Industri, Novell Pharmaceutical, Mahakam Beta Farma, Indofarma, Nulab Pharmaceutical indonesia, Futamed Pharmaceutical Promedrahardjo Farmasi Indonesia, Dexa Medica, Soho Industri Pharmasi, Novell Pharmaceutical Lab, yarindo farmatama, Guardian pharmatama, Mulia Farma Suci.
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Ondavar, Vomceran, Nausimex, Onetic, Insetron, Imorfoz
    • Harga Ondansetron 4 mg: Rp6.000 - Rp47.000/ Strip
    • Harga Ondansetron 8 mg: Rp3.000 - Rp64.000/ Strip
    •  
  2. Ondansetron Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antiemetik
    • Kandungan: Ondansetron 4 mg/2 mL; Ondansetron 8 mg/4mL
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Kemasan: Vial
    • Satuan Penjualan: Vial @ 2 mL dan 4 mL
    • Farmasi: Natura laboratoria prima, Bernofarm, Natura Laboratoria Prima, Otto pharmaceutical Industri, Hexapharm, Indofarma, Ethica, Mahakam Beta Farma, Dexa Medica, Soho Industri Pharmasi, Yarindo Farmatama, Guardian pharmatama, Sydna farma.
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Vomceran, ODR, Trovensis, Tronadex, Invomit, Onetic, Ondane, Rivomet
    • Harga: Rp9.000 - Rp15.000/ Vial

Kegunaan Ondansetron

Ondasetron digunakan mengurangi rasa mual dan muntah.

Dosis & Cara Penggunaan Ondansetron

Ondansentron merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Ondansentron juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Ondansentron Tablet
    • Pencegahan mual dan muntah pasca operasi:
      • Dosis awal 1 tablet 8 mg, 1 jam sebelum pembiusan dan 2 dosis selanjutnya 1 tablet 8 mg tiap 8 jam.
    • Mual karena radioterapi dan kemoterapi:
      • Dosis: 8 mg per oral 1-2 jam sebelum radioterapi atau kemoterapi dilanjutkan dengan 8 mg per oral tiap 8 jam, berikan hingga 5 hari.
  2. Ondansentron Injeksi
    • Pencegahan mual dan muntah yang diinduksi kemoterapi Dewasa Kemoterapi yang sangat emetogenik:
      • Awalnya 8 mg dengan infus intravena lambat atau 15 menit infus segera sebelum kemoterapi, kemudian infus intravena berkelanjutan 1 mg / jam hingga 24 jam atau 2 inj 8 mg oleh injeksi intravena lambat atau 15 menit infus terpisah 4 jam, atau diikuti oleh 8 mg oral dua kali sehari selama 5 hari.
    • Mual dan muntah pasca operasi
      • Dewasa:dosis 4 mg diberikan melalui injeksi intravena lambat atau injeksi intramuskular diberikan sebagai dosis tunggal saat induksi anestesi.
      • Anak usia ≥1 bulan dengan berat badan ≤40 kg: dosis 0,1 mg / kg berat badan diberikan melalui injeksi intravena lambat saat induksi anestesi.
      • Anak usia ≥1 bulan dengan berat badan > 40 kg: 4 mg diberikan melalui injeksi intravena lambat sebagai dosis tunggal pada induksi anestesi. Maksimal dosis: 4 mg / dosis.
    • Profilaksis mual dan muntah berhubungan dengan terapi radiasi
      • Dewasa: dosis 8 mg diberikan melalui injeksi intravena lambat atau injeksi intramuskular segera sebelum pengobatan.
      • Lansia usia ≥75 tahun: Dosis awal maksimal: 8 mg diberikan melalui infus intravena selama 15 menit, dapat dilanjutkan dengan 2 dosis lanjutan 8 mg dengan interval 4 jam.

Cara Penyimpanan

  • Ondansentron Tablet: Simpan pada suhu antara 15-25 derajat Celcius.
  • Ondansentron Injeksi: Simpan pada suhu antara 2-30 derajat Celcius.

Efek Samping Ondansetron

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi Ondansetron adalah:

  • Bradikardia (denyut jantung dibawah normal)
  • Hipotensi
  • Aritmia (gangguan irama jantung)
  • Hipoksia (kekurangan oksigen)
  • Peningkatan sementara enzim hati
  • Sakit kepala
  • Sembelit
  • Sensasi terbakar pada kepala dan ulu hati (epigastrium)
  • Sedasi
  • Diare
  • Nyeri dada
  • Penglihatan kabur sementara (karena injeksi ntravena cepat)
  • Perubahan EKG

Overdosis

  • Gejala: Hipotensi (tekanan darah rendah), gangguan penglihatan, sembelit berat, episode vasovagal dengan blok AV transien derajat 2, dan sindrom serotonin yang ditandai dengan muntah, diare, takikardia (denyut jantung diatas normal), gemetar, kejang, delirium dan koma pada anak.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan suportif dan simptomatik. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Sindrom QT panjang bawaan
  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap ondansentron

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa obat yang tidak boleh digunakan bersamaan dengan Ondane:

  • Golongan antiaritmia (misalnya amiodarone)
  • Atenolol, antrasiklin (misalnya doxorubicin, daunorubicin), trastuzumab, eritromisin, dan ketoconazole
  • Analgesik tramadol.
  • Dexametason Na fosfat
  • Golongan obat SSRI, MAOI
  • Mirtazapine, fentanyl, lithium, methylene blue, serotonin noradrenaline reuptake inhibitor (SNRI)
  • Golongan obat penginduksi CYP3A4 yang kuat (misalnya fenitoin, karbamazepin, rifampisin)
    Berpotensi Fatal: Penggunaan bersamaan dengan apomorphine 

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Ondansentron ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).