Kanker

Seluk-beluk Radioterapi untuk Pasien Kanker

dr. Alvin Nursalim, SpPD, 11 Sep 2019

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Radioterapi merupakan salah satu terapi pilihan untuk menangani penyakit kanker. Apa sebenarnya radioterapi?

Seluk-beluk Radioterapi untuk Pasien Kanker

Kanker merupakan pertumbuhan sel tidak normal yang dapat tumbuh di mana saja. Kanker juga dapat menyebar ke berbagai organ lain yang letaknya jauh dari lokasi awal kanker berada. Saat ini tersedia berbagai pilihan terapi kanker, diantaranya pemberian obat kemoterapi, pengangkatan tumor (pembedahan), dan radioterapi. Pilihan terapi yang tepat disesuaikan dengan jenis dan stadium dari pasien kanker. 

Radioterapi ini pula yang sekarang tengah dijalani Ria Irawan. Aktris pemeran film Berbagi Suami (2006) ini  dikabarkan sedang menjalani perawatan di rumah sakit Cipto Mangukusumo karena kanker yang pernah dideritanya dulu ternyata muncul kembali. Radioterapi ini diharapkan dapat membantu mengurangi massa kanker yang dideritanya. 

Lalu apa sebenarnya radioterapi untuk terapi kanker seperti yang dijalani Ria Irawan?

Seluk-beluk radioterapi?

Radioterapi adalah penggunaan radiasi – biasanya sinar-X – untuk mengobati sel kanker. Radioterapi dilakukan untuk mengurangi ukuran kanker atau menghilangkan gejala dan gangguan yang menyertainya. 

Selain digunakan untuk penanganan sel kanker, radioterapi juga dapat mengurangi kemungkinan kanker kembali. Radioterapi juga dapat dimanfaatkan untuk membantu meringankan gejala akibat desakan massa kanker. 

Metode radioterapi dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu pendekatan eksternal dan internal. Radioterapi eksternal dilakukan dengan memberikan radiasi dari luar dengan menggunakan alat pemancar radiasi khusus. 

Sedangkan radiasi internal dilakukan dengan memasukkan alat khusus dalam tubuh lalu dilakukan pancaran radiasi pada sel kanker. Radiasi internal merupakan cara yang lebih efektif dalam membunuh sel kanker sekaligus memperkecil kerusakan jaringan sehat di sekitar sasaran radiasi.

1 dari 1

Prosedur radioterapi yang perlu Anda tahu

Setelah seorang pasien menjalani pemeriksaan menyeluruh dan diputuskan akan menjalani radioterapi, maka dirinya dapat datang ke pusat kesehatan yang menyediakan fasilitas ini. Terapi radiasi umumnya dilakukan beberapa kali dalam jangka waktu tertentu. 

Salah satu jadwal pemberian radioterapi yang biasa dilakukan adalah pemberian radioterapi setiap hari, lima hari dalam seminggu, selama 6 minggu berturut-turut. 

Meski demikian, jadwal pemberian radioterapi sangat bervariasi. Besar dosis dan durasi terapi tergantung dari jenis kanker yang diderita.

Kenali efek samping radiasi

Radiasi dapat menghancurkan struktur genetik pada sel kanker sehingga sel kanker tidak dapat membelah dan tumbuh lagi. Sayangnya, terapi ini tidak hanya menghancurkan sel kanker, sering kali sel normal di sekitar sel kanker juga mengalami kerusakan. 

Kerusakan sel inilah yang dapat menyebabkan berbagai efek samping yang mengganggu.Oleh karena itu dalam terapi radiasi, dokter selalu berusaha menghancurkan sel kanker sebanyak mungkin, dengan menghindari sel sehat di sekitarnya. 

Efek samping dari radioterapi sangat bervariasi. Selain itu efeknya juga tergantung pada area tubuh Anda yang sedang dirawat. 

Beberapa kemungkinan efek samping yang dapat terjadi jika Anda menjalani terapi radiasi adalah:

  • Kelelahan 
  • Kulit kering, merah atau gatal
  • Kehilangan selera makan
  • Mual dan masalah pencernaan lainnya seperti diare, buang air besar berdarah
  • Rambut rontok
  • Tenggorokan atau mulut kering atau sakit
  • Batuk atau sesak napas.

Jika pasien yang menjalani radioterapi mengalami efek samping ini, maka sampaikan ke dokter untuk mendapatkan terapi yang tepat. Berbagai efek samping ini dapat ditangani dan secara bertahap akan hilang setelah perawatan selesai.

Penanganan kanker tidak bisa dilakukan hanya dengan satu pendekatan saja. Sering kali penanganan pasien kanker membutuhkan kombinasi terapi yang berbeda seperti pembedahan, kemoterapi atau bahkan radioterapi. Radioterapi merupakan salah satu terapi untuk sel kanker yang sudah banyak membantu memperpanjang angka harapan hidup pasien.

[RVS]

Ria Irawan
Pasien Kanker
kemoterapi
terapi kanker
radioterapi
radiasi
Kanker