Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
Obat Antiinflamasi

Dexamethasone

apt. Annas Reza, S.Farm, 01 Januari 2024

Ditinjau Oleh apt. Anggraini Elisabeth, S.Farm

Icon ShareBagikan
Icon Like

Dexamethasone adalah obat anti-peradangan untuk mengatasi kondisi seperti radang kulit, alergi, radang sendi, dan autoimun. Berikut info selengkapnya.

Dexamethasone

Dexamethasone

Golongan

Obat Keras

Kategori obat

Kortikosteroid Antiinflamasi

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan Anak-anak

Bentuk obat

Tablet, injeksi, dan Kaplet

Dexamethasone untuk ibu hamil dan menyusui

Kategori C: Studi pada hewan menunjukkan adanya efek samping pada janin. Namun, tidak ada studi yang terkontrol pada wanita hamil. 

Peringatan Menyusui: Dexamethasone dapat terserap ke dalam ASI, jangan menggunakan Dexamethasone sebelum berkonsultasi dengan dokter


Merek Dagang Dexamethasone

Tablet: Dexamethasone, Cortidex, Indexon, Scandexon, Danasone, Faridexon Trifason, Ermethasone, Kalmethasone, Dexa-M, Carbidu, Benodex, Prodexon, Dextaf, Dexaton, Dexa Harsen, Grathazon

Kaplet: Etadex, Faridexon, Selexon, Benodex, Tridexon, Grathazon, Diometa, Prodexon, Flacoid

Injeksi: Indexon, Corsona, Benodex, Etasone, Cortidex

Pengertian Dexamethasone

Dexamethasone adalah obat glukokortikoid yang memiliki efek anti-inflamasi, yang digunakan untuk mengatasi berbagai peradangan, seperti alergi, radang kulit, dan lupus

Obat keras ini bekerja menghambat tubuh melepas mediator inflamasi (zat penyebab peradangan). Dexamethasone juga dapat menekan reaksi imun (immunosuppressant).

Meski demikian, penggunaan kortikosteroid golongan glukokortikoid seperti Dexamethasone hanyalah sebagai terapi paliatif.

Artinya, obat hanya meredakan gejala peradangan, tapi tidak dapat mengatasi penyebabnya. 

Tersedia dalam bentuk tablet dan injeksi, berikut penjelasan lengkap seputar Dexamethasone obat apa.

Keterangan

1. Dexamethasone Kaplet

  • Golongan: obat keras
  • Kelas terapi: kortikosteroid (antiinflamasi)
  • Kandungan: dexamethasone 0,5 mg; 0,75 mg
  • Kemasan: dus, botol @50 tablet; dus, boks strip @10 kaplet
  • Produksi: Indofarma, Kimia Farma, Harsen, Bernofarm, Novapharin, Itrasal, Graha Farma, Tempo Scan, Tropica Mas, Molex Ayus, Rama Emerald 
  • Harga Dexamethasone kaplet: Rp4.500 - 20.500 (0,5 mg); Rp5.500 - 35.500 (0,75 mg)

2. Dexamethasone Tablet 

  • Golongan: obat keras
  • Kelas terapi: kortikosteroid (antiinflamasi)
  • Kandungan: dexamethasone 0,5 mg; 0,75 mg
  • Kemasan: dus, botol @50 tablet; dus, boks strip @10 kaplet
  • Produksi:  Kimia Farma, Sanbe Farma,Novapharin, Erela, Tempo Scan, Tropica Mas, Molex Ayus
  • Harga Dexamethasone tablet: Rp4.500 - 20.500 (0,5 mg); Rp5.500 - 35.500 (0,75 mg)

3. Dexamethasone Injeksi 

  • Golongan: obat keras
  • Kelas terapi: kortikosteroid (antiinflamasi dan imunosupresan)
  • Kandungan: dexamethasone 5 mg/ml
  • Kemasan: dus, 10 vial @10 ml
  • Produksi: Phapros, Meprofarm, Sanbe Farma, Harsen, Kimia Farma
  • Harga Dexamethasone injeksi: Rp4.399 - 7.000/vial

Artikel lainnya: Pengobatan Alami untuk Anak Alergi

Kegunaan Dexamethasone

Manfaat Dexamethasone mengatasi berbagai peradangan yang disebabkan oleh respons imun, seperti:

Selain itu, obat ini juga memiliki fungsi imunosupresan, seperti dalam kondisi:

  • Asma
  • Syok
  • Insufisiensi sekresi korteks adrenal akibat gangguan fungsi atau struktur adrenal
  • Anemia hemolitik
  • Limfoma
  • Sindrom nefrotik

Dosis dan Aturan Pakai Dexamethasone

Dexamethasone tergolong obat keras yang penggunaannya harus menggunakan resep dokter. Berikut adalah aturan penggunaannya secara umum.

Tujuan: anti-inflamasi dan imunosupresan (penyakit autoimun)

Bentuk: tablet dan kaplet

  • Dewasa: dosis awal 0.5 – 9 mg per hari dalam dosis terbagi. Dosis tergantung kondisi dan tingkat keparahan pasien. 
  • Anak: dosis 0,02-0,3 mg/kg BB per hari dalam dosis terbagi (3 - 4 kali). Dosis tergantung pada kondisi dan tingkat keparahan pasien. 

Tujuan: anti-inflamasi dan penyakit autoimun

Bentuk: injeksi

  • Dewasa: 0.5 – 9 mg per hari via Intramuskular setiap 12 jam. Dosisnya ditentukan oleh dokter karena pemakaian sembarangan bisa berakibat fatal.
  • Anak: 167-333 mcg/kg BB per hari. Dosisnya ditentukan oleh dokter karena penggunaan sembarangan dapat berakibat fatal.

Tujuan: multiple sclerosis

Bentuk: tablet dan kaplet

  • Dewasa: dosis awal 30 mg per hari selama 7 hari. Dosis lanjutan 4-12 mg per hari selama 30 hari. 

Tujuan: sindrom cushing (tes penyaring skrining)

Bentuk: tablet dan kaplet

  • Dewasa: dosis 2 mg pada pukul 23.00 malam hari, dilanjutkan dengan tes darah pada pukul 8 pagi hari. Sebelum menggunakan, konsultasikan dahulu kepada dokter atau apoteker.

Tujuan: multiple myeloma (tumor ganas)

Bentuk: tablet dan kaplet

  • Dewasa: dosis 20 - 40 mg per hari. Sebelum menggunakan, berkonsultasilah kepada dokter atau apoteker terlebih dahulu.

Cara Menggunakan Dexamethasone

  • Gunakan Dexamethasone sesuai dengan anjuran dan resep dokter agar fungsi Dexamethasone optimal. Baca juga petunjuk pemakaian pada kemasan obat
  • Dexamethasone tablet dapat digunakan setelah makan
  • Konsumsi obat secara teratur pada waktu yang sama
  • Apabila kamu lupa minum obat, segera pakai obat jika jeda dengan waktu selanjutnya masih lama. Jika jeda jedanya singkat, lupakan dosis yang tertinggal. Jangan menggandakan dosis pada waktu bersamaan
  • Jangan melebihkan/mengurangi dosis tanpa berkonsultasi kepada dokter untuk menghindari efek samping atau efektivitas yang berkurang dari obat
  • Dexamethasone dalam bentuk injeksi hanya boleh disuntikkan oleh dokter atau tenaga medis di bawah pengawasan dokter
  • Segera temui dokter apabila gejala tidak membaik atau mengalami perburukan
  • Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa konsultasi kepada dokter

Artikel lainnya: Penyebab Nyeri Sendi yang Paling Umum dan Sering Terjadi

Cara Penyimpanan

Simpan obat Dexamethasone pada suhu 20-25 derajat Celsius, di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari cahaya matahari langsung. 

Hindarkan obat dari jangkauan anak-anak.

Efek Samping Dexamethasone

Beberapa efek samping Dexamethasone yang sering terjadi antara lain:

Sementara itu, komplikasi yang timbul akibat penggunaan Dexamethasone jangka panjang adalah:

  • Gangguan cairan dan elektrolit
  • Hiperglikemia
  • Glikosuria
  • Mudah infeksi
  • Pasien tukak lambung mungkin dapat mengalami pendarahan atau perforasi 
  • Osteoporosis
  • Miopati
  • Cushing syndrome dengan gejala moon face, timbunan lemak supraklavikular, obesitas sentral, jerawat

Selain itu, penghentian obat secara tiba-tiba setelah penggunaan yang lama dapat menyebabkan insufisiensi adrenal akut dengan gejala:

Overdosis

Apabila digunakan berlebihan, overdosis Dexamethasone bisa memicu gejala seperti:

  • Syok anafilaksis
  • Kulit terbakar
  • Psikosis
  • Hipertensi
  • Lemah otot dan tulang
  • Mual dan muntah
  • Sulit tidur
  • Depresi
  • Pembengkakan pada kaki

Segera hubungi bantuan tim medis darurat ke nomor 112/119 apabila ditemukan gejala-gejala di atas. Atau, segeralah ke instalasi gawat darurat rumah sakit terdekat.

Kontraindikasi Dexamethasone

Orang-orang dengan kondisi berikut tidak disarankan menggunakan Dexamethasone:

  • Terapi antidiabetes
  • Tukak lambung/usus
  • Infeksi berat
  • Hipertensi dan penyakit jantung lainnya

Interaksi Obat Dexamethasone dengan Obat Lain

Interaksi obat bisa terjadi ketika Dexamethasone digunakan bersamaan dengan zat aktif lainnya. Berikut penjelasannya.

  • Peningkatan konsentrasi plasma jika Dexamethasone diberikan bersamaan dengan Inhibitor CYP3A4 (eritromisin, ketoconazole, ritonavir).
  • Penggunaan Dexamethasone bersama antidiabetes atau antihipertensi dapat menurunkan efektivitas kerja antidiabetes atau antihipertensi.
  • Kombinasi dengan methotrexate dapat meningkatkan toksisitas dari methotrexate.
  • Penggunaan Dexamethasone bersama barbiturate, ephedrine, phenytoin, dan rifampisin dapat menurunkan efektivitas Dexamethasone.
  • Pemberian vaksin saat sedang terapi Dexamethasone dapat menurunkan efektivitas vaksin.

Artikel lainnya: Bisakah Krim Kulit Dipakai untuk Mengatasi Dermatitis Atopik?

Peringatan dan Perhatian

  • Ikuti semua petunjuk dan anjuran yang terdapat pada kemasan. Jangan gunakan obat apabila kamu sedang terinfeksi jamur di bagian tubuh mana pun.
  • Steroid dapat melemahkan imun tubuh sehingga kamu akan lebih mudah terserang infeksi.
  • Beritahu dokter tentang infeksi yang kamu alami beberapa minggu yang lalu terutama:
  • Tuberkulosis
  • Herpes
  • Infeksi parasit seperti diare
  • Serta, beritahu dokter apabila kamu menderita:
  • Sirosis atau penyakit hati lainnya
  • Gangguan ginjal
  • Gangguan tiroid
  • Glaukoma atau katarak
  • Depresi 
  • Gagal jantung kongestif
  • Hipertensi
  • Penyakit gastrointestinal
  • Gangguan hati
  • Wanita hamil dan menyusui

Artikel lainnya: Jangan Keliru, Ini Perbedaan Dermatitis Seboroik dan Psoriasis

Kategori Kehamilan

Obat Dexamethasone masuk kategori C untuk keamanan ibu hamil.

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik, embriosidal atau lainnya). 

Namun, tidak ada studi terkontrol pada wanita; atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia.

Peringatan Kehamilan

Informasikan dokter apabila kamu sedang hamil atau sedang dalam program kehamilan. Terapi akan dipertimbangkan tergantung kondisi kehamilan kamu. 

Peringatan Menyusui

Dexamethasone dapat terdistribusi ke dalam ASI. Bila kamu sedang menyusui, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Penyakit Terkait 

Rekomendasi Obat Sejenis Dexamethasone

Manfaatkan fitur Tanya Dokter untuk berkonsultasi langsung seputar kesehatan kulit kamu. Kamu juga bisa pesan layanan pemeriksaan alergi di aplikasi KlikDokter. Yuk, #JagaSehatmu. Jangan tunggu sakit! Download aplikasi KlikDokter sekarang!

[HNS/NM]

Tanya Dokter