Masalah Kulit

Dermatitis Atopik

Tim Medis Klikdokter, 14 Oktober 2021

Ditinjau Oleh KlikDokter

Dermatitis atopik adalah salah satu kondisi peradangan pada kulit, yang ditandai dengan ruam merah, gatal, kering, dan pecah-pecah. Begini cara pengobatannya.

Dermatitis Atopik

Pengertian Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik atau dikenal dengan eksim adalah kondisi yang menyebabkan kulit memerah, gatal, kering, dan juga pecah-pecah. Kondisi peradangan ini bisa berlangsung lama, bahkan hingga bertahun-tahun.

Dermatitis atopik sering kali muncul pada bagian kulit yang memiliki lipatan. Seperti di bagian dahi pada wajah, area sekitar mata dan telinga, bagian samping leher, bagian dalam siku, bagian belakang lutut, dan area sekitar selangkangan.

Terkadang dermatitis atopik juga bisa diikuti dengan penyakit alergi lainnya. Dermatitis atopik lebih sering menyerang bayi dan anak. Meski demikian, kondisi ini juga bisa terjadi pada orang dewasa.

Artikel Lainnya: 8 Pilihan Obat Dermatitis Atopik Sesuai Kondisi Kulit

Komplikasi Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik bisa saja menimbulkan komplikasi, seperti:

1. Gatal Kronis yang Menyebabkan Kulit Bersisik

Sebuah kondisi kulit yang disebut neurodermatitis dimulai dengan bercak dari kulit gatal.

2. Infeksi Kulit

Garukan pada kulit yang berulang-ulang dapat menyebabkan luka terbuka. Ini meningkatkan risiko infeksi dari bakteri dan virus, termasuk virus herpes simpleks.

3. Masalah Mata

Gejala komplikasi mata termasuk gatal di sekitar kelopak mata, radang kelopak mata (blefaritis), dan radang di konjungtiva (konjungtivitis).

4. Dermatitis Iritan

Ini terutama memengaruhi orang-orang yang pekerjaannya menuntut tangan mereka sering basah dan terkena sabun keras, detergen, dan desinfektan.

5. Masalah Tidur

Siklus gatal dapat menyebabkan Anda terbangun berulang kali. Pada akhirnya hal ini akan menurunkan kualitas tidur Anda.

6. Masalah Perilaku

Studi menunjukkan hubungan antara dermatitis atopik dan gangguan attention-deficit disorder atau hiperaktif, terutama jika anak juga kehilangan waktu tidur.

Diagnosis Dermatitis Atopik

Proses diagnosis pada dermatitis atopik dapat dilakukan dokter lewat pengumpulan informasi. Dokter akan menanyakan beberapa hal, seperti riwayat medis dan kebiasaan menggaruk (pruritus).

Artikel Lainnya: Cara Menghilangkan Eksim di Wajah yang Aman dan Efektif

Penyebab Dermatitis Atopik

Berikut ini penyebab dari dermatitis atopik:

  • Makanan, seperti: susu, ikan, telur, jeruk, kacang, gandum.
  • Alergen non-makanan, seperti: debu, detergen, sabun, parfum.
  • Stres.
  • Gangguan emosi.
  • Suhu yang ekstrem, seperti: cuaca dingin dengan kelembapan yang rendah dan udara kering.

Gejala Dermatitis Atopik

Gejala dan tanda dermatitis atopik yang paling mudah dikenali adalah rasa gatal yang terasa berat. Sensasi gatal biasanya akan memburuk pada malam hari. Terkadang hingga mengganggu kualitas tidur penderitanya.

Saat rasa gatal memburuk, Anda mungkin akan sulit untuk menahan keinginan menggaruk. Masalahnya, garukan dapat membuat kondisi Anda bertambah buruk. Kulit bisa saja berdarah akibat garukan, terasa semakin gatal, dan terjadi infeksi sekunder.

Selain rasa gatal, ada tanda-tanda lainnya yang bisa Anda kenali, seperti:

  • Kulit yang berwarna kemerahan atau kecokelatan.
  • Munculnya bentol-bentol kecil yang berisi cairan.
  • Dalam jangka waktu lama, kulit akan menebal, pecah-pecah, bersisik, dan kasar.

Meskipun lebih sering muncul di bagian kulit yang memiliki lipatan, sebenarnya dermatitis atopik bisa saja muncul di seluruh permukaan kulit.

Pengobatan Dermatitis Atopik

Pengobatan dermatitis atopik menitikberatkan pada faktor pencetus, termasuk alergen makanan. Biasanya dokter akan memberikan antialergi yang mempunyai efek mengantuk untuk menghilangkan rasa gatal pada malam hari.

Namun, bila terdapat gejala saluran napas, makan Anda membutuhkan antialergi yang tidak memberikan efek mengantuk.

Antibiotik akan diberikan bila terdapat penyakit lain yang menyertai dermatitits atopik. Untuk mencegah kekeringan kulit, jagalah hidrasi dan gunakan emolien.

Hindari juga pemakaian sabun yang bersifat basa. Jika alergi pada kulit yang Anda alami cukup berat, Anda mungkin saja memerlukan kortikosteroid lokal lewat suntikan.

Artikel Lainnya: Penyebab dan Pengobatan Dermatitis Atopik pada Anak

Pencegahan Dermatitis Atopik

Anda bisa melakukan beberapa hal untuk mencegah dermatitis atopik kambuh. Salah satu yang utama adalah dengan menghindari faktor pencetus.

Jika pencetus alergi adalah debu, hindari debu. Jika pencetusnya berupa susu, hindari semua makanan dan minuman yang mengandung susu. Melakukan beberapa hal berikut juga dapat membantu Anda:

  • Bersihkan secara berkala perlengkapan tidur. Ganti seprai dan sarung bantal guling minimal 2 minggu sekali.
  • Gunakan selimut saat Anda tidur, khususnya jika tidak tahan dengan udara dingin.
  • Bersihkan rumah secara rutin.