HomeInfo SehatKulitJangan Keliru, Ini Perbedaan Dermatitis Seboroik dan Psoriasis
Kulit

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Dermatitis Seboroik dan Psoriasis

Tri Yuniwati Lestari, 07 Mei 2021

Karena gejalanya mirip, banyak orang salah mengartikan dermatitis seboroik dan psoriasis. Padahal, keduanya punya sejumlah perbedaan. Simak di sini.

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Dermatitis Seboroik dan Psoriasis

Dermatitis seboroik dan psoriasis punya beberapa gejala umum yang mirip. Kedua masalah kulit tersebut menyebabkan serpihan putih di batang rambut, bercak kemerahan di permukaan, serta rasa gatal.

Tak heran kalau banyak orang sering tertukar atau bahkan menyamakan keduanya. Nah, simak di sini untuk mengetahui perbedaan dermatitis seboroik dan psoriasis, seperti dijelaskan dr. Devia Irine Putri mengenai cara membedakan dermatitis seboroik dan psoriasis.

 

Beda Bentuk Sisik

Dijelaskan oleh dr. Devia, perbedaan yang paling menonjol antara psoriasis dan dermatitis seboroik bisa dilihat dari sisiknya. 

“Sisik psoriasis biasanya tebal seperti tetesan lilin, sedangkan dermatitis seboroik sisiknya berwarna kuning atau putih, yang tipis dan tampak berminyak. Kalau digaruk, sisik pada psoriasis akan berdarah, sedangkan dermatitis seboroik tidak,” ucap dr. Devia.

Perbedaan dermatitis seboroik dan psoriasis juga dilihat dari letak sisiknya. Gejala psoriasis bisa muncul di bagian tubuh mana saja.

Sementara, sisik dermatitis seboroik biasanya timbul di area-area yang mudah berminyak, seperti kulit kepala, wajah, belakang telinga, dan alis.

Artikel Lainnya: Pilihan Obat Dermatitis Atopik Sesuai Kondisi Kulit

Perbedaan Gejala

Melansir dari Medical news today, gejala dermatitis seboroik umumnya meliputi:

  • serpihan putih berkerak
  • sisik kuning berminyak
  • kulit merah dan bengkak
  • sensasi gatal di area yang terkena

Pada bayi, gejala dermatitis seboroik, atau disebut cradle cap, dapat berupa sisik yang tampak merah, cokelat, atau kuning.

Sisik juga bisa timbul di sekitar mata dan hidung. Jika kulit bayi dengan dermatitis tergores, akan ada risiko pendarahan atau infeksi.

Sementara itu, gejala psoriasis antara lain memicu:

  • Timbulnya bercak bersisik di kulit. 
  • Ketika berkembang di kulit kepala, psoriasis bisa menyebabkan kulit pecah-pecah, berdarah, dan sisik putih keperakan. 
  • Kulit mungkin terasa perih atau ada sensasi terbakar.

Sama seperti dermatitis seboroik, psoriasis juga dapat menyebabkan pengelupasan yang menyerupai ketombe.

Terlepas dari kesamaan ini, kulit di sekitar lesi psoriasis jauh lebih kering daripada kulit di sekitar sisik dermatitis seboroik.

Artikel Lainnya: Ini Jenis-jenis Dermatitis Kontak dan Gejalanya

Perbedaan Penyebab

"Penyebab dermatitis seboroik dan psoriasis sama-sama tidak diketahui secara pasti. Namun, diduga penyebab psoriasis adalah gangguan sistem imun, sedangkan seboroik karena infeksi jamur Malassezia," ucap dr. Devia.

Beberapa hal lain yang mungkin dapat menyebabkan dermatitis seboroik antara lain:

  • Kulit berminyak.
  • Menggunakan produk berbasis alkohol.
  • Cuaca ekstrem.
  • Kelelahan.

Namun demikian, baik psoriasis maupun dermatitis seboroik sama-sama berisiko jika ada riwayat gangguan serupa di dalam keluarga.

Beda Penanganan

Perawatan dermatitis seboroik dan psoriasis tergantung pada tingkat keparahan kondisi Anda.

Setiap orang juga dapat merespons pengobatan secara berbeda. Pemeriksaan langsung oleh dokter pun diperlukan.

Artikel Lainnya: Bisakah Krim Kulit Dipakai untuk Mengatasi Dermatitis Atopik?

Namun pada umumnya, dermatitis seboroik akan hilang dengan sendirinya. Sampo dan obat yang dijual bebas biasanya cukup untuk mengatasi pengelupasan dan meredakan gatal.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran dan obat yang tepat. Adapun, sisik akibat psoriasis mungkin akan lebih sulit ditangani.

Biasanya, dokter akan memberikan kortikosteroid topikal untuk mengurangi peradangan serta menghambat pertumbuhan sel-sel kulit.

Penyakit autoimun ini juga dapat diobati dengan bantuan terapi cahaya. Jika psoriasis memburuk, segera periksakan langsung kepada dokter kulit.

Itulah perbedaan dari dermatitis seboroik dan psoriasis. Jika Anda masih punya pertanyaan seputar topik ini, manfaatkan layanan LiveChat 24 Jam untuk berkonsultasi dengan dokter.

(HNS/AYU)

Artikel Terkait

Lihat Semua
Dermatilomania, Kondisi Sulit Berhenti Mengelupasi Kulit Sendiri

Dermatilomania, Kondisi Sulit Berhenti Mengelupasi Kulit Sendiri

Kulit17 Agu 2022

Dermatilomania adalah kelainan psikologis yang ditandai dengan kebiasaan mengelupasi kulit. Mari kenali lebih jauh seputar penyakit ini.

Tanda Penyakit Ini Bisa Dilihat Lewat Kuku

Tanda Penyakit Ini Bisa Dilihat Lewat Kuku

Kulit16 Agu 2022

Tahukah kamu kuku bisa jadi cerminan kesehatan? Keberadaan penyakit bisa dilihat dari kondisi kuku. Simak 13 ciri kuku tidak sehat yang bisa jadi tanda penyakit.

Awas, Panu yang Tidak Diobati Bisa Menyebabkan Komplikasi!

Awas, Panu yang Tidak Diobati Bisa Menyebabkan Komplikasi!

Kulit12 Agu 2022

Waspadalah terhadap kemunculan panu. Kamu harus segera mengobatinya. Penyakit ini bisa saja meluas ke seluruh tubuh dan menimbulkan efek samping lainnya.

Aqua Panas Ujan
Pepsodent Sensitive Mineral Expert