Sukses

Tubuh Mudah Memar? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mudah memar dapat menjadi gejala dari adanya suatu penyakit. Karenanya, Anda perlu tahu penyebab dan cara mengatasinya sebelum terlanjur parah.

Klikdokter.com, Jakarta Terbentur benda keras atau terjatuh dengan posisi tertentu bisa menimbulkan memar di tubuh. Namun, bila tubuh mudah memar atau memar sering muncul tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas, ini perlu diwaspadai. Pasalnya, ada kemungkinan penyebabnya adalah penyakit tentu dan cara mengatasinya butuh bantuan dokter.

Memar biasanya ditandai dengan bercak biru keungunan, bisa terasa lunak atau bengkak saat kemunculan pertama kalinya. Memar terjadi saat pembuluh darah kecil yang disebut kapiler pecah. Darah dari kapiler bocor ke jaringan lunak di bawah kulit dan menyebabkan perubahan warna kulit menjadi biru keungunan.

Penyebab mudah memar

Mudah memar dapat menjadi tanda bahwa tubuh tidak mampu membentuk bekuan darah. Peristiwa ini biasanya dilatari oleh adanya penyakit tertentu, seperti:

  • Sindrom Cushing, yang merupakan kumpulan gejala yang muncul akibat kadar hormon kortisol terlalu tinggi
  • Penyakit ginjal stadium akhir
  • Mengalami gangguan pembekuan darah akibat defisiensi faktor II, V, VII, atau X
  • Hemofilia A (defisiensi faktor VIII)
  • Hemofilia B (defisiensi faktor IX)
  • Leukemia
  • Penyakit hati
  • Jumlah trombosit rendah atau disfungsi trombosit
  • Kekurangan gizi
  • Penyakit von Willebrand

Selain kondisi medis di atas, konsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka panjang juga bisa menjadi penyebab mudah memar. Beberapa obat yang dimaksud misalnya aspirin, antikoagulan, agen antiplatelet, dan antibiotik.

Obat-obatan tersebut dapat mengurangi kemampuan darah untuk menggumpal. Sebagai akibatnya, pendarahan akibat kerusakan kapiler butuh waktu lebih lama untuk menutup, sehingga darah “bocor” dan menyebabkan area memar yang besar.

Cara mengatasi memar

Beberapa upaya yang bisa Anda lakukan sebagai tindakan pertolongan pertama saat tubuh memar di antaranya:

  • Metode R.I.C.E

Apabila memar baru mulai terbentuk, Anda bisa menerapkan metode R.I.C.E untuk membantu mengatasinya. Apa itu R.I.C.E? Ini adalah singkatan untuk rest (mengistirahatkan), ice (kompes es), compression (balutan yang bersifat menekan), dan elevation (menempatkan area tubuh yang memar sedikit lebih tinggi).

Dengan teknik R.I.C.E, aliran darah di bagian tubuh yang memar akan berkurang, sehingga pembengkakan dan memar berlebih bisa dihindari.

  • Obat oles mengandung vitamin K

Vitamin K dalam jumlah cukup dapat membantu proses penggumpalan darah. Anda bisa mendapatkan manfaat tersebut dengan mengaplikasikan obat oles yang mengandung vitamin K di bagian yang memar. Baca dan patuhi aturan pakai untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.

  • Makan jeruk

Jeruk memiliki kandungan flavonoid—sejenis antioksidan—dengan kadar yang cukup tinggi. Suatu studi menemukan bahwa zat tersebut bisa membantu menyembuhkan memar berulang yang terjadi, terutama pada lansia.

Apabila dengan cara di atas keluhan tidak membaik dalam beberapa hari, atau memar yang terjadi mencakup area yang besar dan disertai perdarahan hebat, Anda sebaiknya segera berobat ke dokter. Kondisi memar yang seperti ini membutuhkan pertolongan medis segera.

Selain itu, Anda juga sangat dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter apabila kondisi memar memiliki kriteria sebagai berikut:

  • Memar terjadi tiba-tiba dan lebih sering muncul daripada sebelumnya
  • Memar disertai gejala lain seperti demam, badan lemas, atau perubahan warna kulit yang signifikan
  • Memar muncul begitu saja setelah Anda minum obat
  • Memar terasa sangat nyeri meski tidak diraba

Memar bisa merupakan respons alami tubuh bila mengalami benturan atau terjatuh dengan posisi tertentu. Namun, bila tubuh mudah memar dan sering muncul tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas, keluhan tersebut bisa dilatarbelakangi penyakit berbahaya, yang bukan tak mungkin membutuhkan pertolongan medis segera!

(NB/RN)

0 Komentar

Belum ada komentar