Sukses

Pengertian Progynova

Progynova adalah sediaan obat dalam bentuk tablet yang diproduksi oleh Bayer Indonesia. Progynova digunakan sebagai persiapan terapi pengganti hormon untuk pasien dengan kekurangan esterogen sebelum dan saat menopause pada wanita. Setiap tablet Progynova mengandung Estradiol valerate 2 mg. 

Keterangan Progynova

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Estrogen, Progesteron dan Obat Sintetis Terkait
  • Kandungan: Estradiol valerate 2 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Gula
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 1 Strip @ 28 Tablet Salut Gula
  • Farmasi: Bayer Indonesia.
  • Harga: Rp220.000 - Rp370.000/ Box

Kegunaan Progynova

Progynova digunakan sebagai persiapan terapi pengganti hormon untuk pasien dengan kekurangan esterogen saat premenopause dan postmenopouse pada wanita.

Dosis & Cara Penggunaan Progynova

Prognova merupakan golongan obat keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan Resep Dokter.

Dosis dan cara penggunaan Progynova: 1 tablet/hari sesudah makan. 

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Progynova

Efek samping yang mungkin timbul:

  • Kanker payudara, endometrium, atau ovarium
  • Hiperplasia endometrium
  • Perdarahan dan bercak
  • Gangguan kardiovaskular (misalnya serangan jantung)
  • Penyakit kandung empedu
  • Hipertensi
  • Peningkatan kolesterol HDL dan penurunan kolesterol LDL
  • Peningkatan kadar globulin pengikat tiroid
  • Infeksi saluran kemih
  • Iritasi atau infeksi vagina 

Overdosis

  • Gejala: Mual, muntah, kembung, nyeri perut, nyeri payudara atau nyeri tekan, tidak haid.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien yang telah diketahui memiliki alergi terhadap kandungan obat Progynova Tablet.
  • Wanita hamil dan menyusui
  • Perdarahan vagina
  • Diketahui atau diduga adanya kanker payudara, keganasan yang diakibatkan oleh hormon seks.
  • Pasien dengan riwayat tumor hati, penyakit hati berat, tromboemboli arteri akut, trombosis vena dalam aktif, gangguan tromboemboli, hipertrigliseridemia berat.

Interaksi Obat

  • Dapat menyebabkan peningkatan paparan dengan inhibitor CYP3A4 (misalnya Flukonazole, klaritromisin, diltiazem).
  • Dapat menyebabkan penurunan paparan dengan induktor CYP3A4 (misalnya Fenobarbital, griseofulvin, rifampicin, efavirenz). Mengurangi penyerapan asam folat.

Kategori Kehamilan
Kategori X: Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.

Perhatian Menyusui
Estradiol tidak diindikasikan untuk ibu menyusui. Estradiol terserap ke dalam ASI dan dapat mengurangi produksi ASI.

Artikel
    Penyakit Terkait