Potaflam
Golongan | Obat Keras |
Kategori obat | Obat Antinyeri |
Dikonsumsi oleh | Dewasa dan Anak-anak > 6 tahun |
Bentuk obat | Tablet |
Potaflam untuk ibu hamil dan menyusui | Kategori: C (Trimester 1-2) Studi pada hewan percobaan memperlihatkan adanya risiko pada janin, tapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. Kategori: D (Trimester 3) Terbukti dapat menimbulkan risiko pada janin. Obat ini hanya digunakan pada kondisi darurat ketika tidak ada persediaan obat lain yang lebih aman untuk ibu hamil. Jangan gunakan Potaflam pada kehamilan trimester ketiga. Peringatan Menyusui: Potaflam diketahui dapat terserap ke dalam ASI. Jangan gunakan Potaflam sebelum berkonsultasi dengan dokter. |
Pengertian Potaflam
Potaflam adalah obat yang mengandung kalium diklofenak atau diclofenac potassium. Obat ini digunakan untuk membantu mengatasi gejala akut dan kronis rheumatoid arthritis, osteoarthritis, dan ankylosing spondylitis. Selain itu, Potaflam dapat menangani dismenore primer, serangan migrain akut, sakit gigi, dan berfungsi sebagai terapi jangka pendek pasca operasi. Cara kerja diklofenak yaitu dengan menghambat hormon yang memicu peradangan serta rasa nyeri pada tubuh.
Potaflam merupakan obat keras yang hanya dapat diperoleh dengan resep dokter. Potaflam tersedia dalam bentuk sediaan tablet. Kamu ingin tahu penjelasan Potaflam lebih lanjut? Yuk, cek di sini.
Artikel lainnya: 5 Ciri-Ciri Migrain Kronis yang Mesti Diwaspadai
Keterangan
Potaflam Tablet
- Golongan : Obat keras
- Kelas terapi : Obat antinyeri
- Kandungan : Diclofenac Potassium 50 mg
- Kemasan : Dus, 10 strip @ 10 tablet
- Produksi : Berlico Mulia Farma
- Harga Potaflam : Rp 4.000-20.000/strip
Kegunaan Potaflam
Obat Potaflam digunakan untuk mengatasi nyeri gejala akut dan kronis dari rheumatoid arthritis, osteoarthritis, dan ankylosing spondylitis. Selain itu, dapat digunakan untuk dismenore primer, serangan migrain akut, dan kondisi pasca operasi.
Dosis dan Aturan Pakai Potaflam
Potaflam merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.
Tujuan: Mengatasi rheumatoid arthritis, osteoarthritis, ankylosing Spondylitis, sakit gigi, nyeri pasca operasi.
Bentuk: tablet
- Dewasa: 50 mg 2 - 3 kali sehari (Potaflam)
Tujuan: mengatasi Dismenore
Bentuk: tablet
- Dewasa: 50 mg 3 kali sehari (Potaflam)
Tujuan: migrain
Bentuk: tablet
- Dewasa: Dosis awal 1 tablet pada serangan migrain pertama. Jika gejala masih menetap selama 2 jam, dapat minum 1 tablet lagi. Jika masih diperlukan, dapat minum 1 tablet tiap 4 - 6 jam. Dosis maksimal 4 tablet per hari.
Cara Menggunakan Potaflam
- Bacalah instruksi aturan penggunaan yang tertera pada kemasan atau ikuti anjuran dokter.
- Potaflam tablet sebaiknya diminum sesudah makan. Potaflam tablet dapat ditelan secara utuh, jangan dikunyah, dibelah, atau dihancurkan. Telan dengan meminum segelas air putih.
- Dianjurkan mengonsumsi Potaflam secara teratur pada jam yang sama setiap harinya. Jika lupa meminum obat, segera minum jika jeda jadwal minum obat berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah dekat, maka abaikan jangan menggandakan dosis.
Artikel lainnya: 7 Penyebab Nyeri Haid Berlebihan, Awas Penyakit Berbahaya!
Cara Penyimpanan
Simpan Potaflam pada suhu ruang, di tempat yang kering dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Efek Samping Potaflam
Efek samping yang mungkin timbul selama penggunaan obat Potaflam adalah:
- Muntah
- Mual
- Nyeri ulu hati
- Diare
- Kram perut
- Dispepsia
- Vertigo
- Sakit kepala
- Pusing
- Gangguan makan
Overdosis
- Jangan mengonsumsi obat melebihi dosis yang telah ditentukan.
- Gejala overdosis penggunaan pada Potaflam, seperti muntah, perdarahan pada saluran cerna, diare, pusing,mengantuk, badan lesu, pusing, mual, diare, mimisan, nyeri ulu hati, tinnitus (telinga berdenging), dan kejang.
- Jika seseorang mengalami overdosis segera hubungi bantuan tim medis darurat ke nomor 112/119 atau segeralah ke instalasi gawat darurat rumah sakit terdekat.
Kontraindikasi
Potaflam sebaiknya dihindari untuk pasien dengan kondisi berikut:
- Hipersensitif terhadap kandungan dari Potaflam
- Asma
- Gagal jantung kongestif
- Gangguan ginjal
- Gangguan hati
- Wanita hamil (pada trimester akhir)
Interaksi Obat Potaflam dengan Obat Lain
- Peningkatan risiko ulserasi dengan kortikosteroid lain
- Peningkatan efek samping dengan glikosida jantung
- Peningkatan risiko hiperkalemia dan toksisitas ginjal dengan golongan obat ACE inhibitor, diuretik, cyclosporine, dan tacrolimus
- Peningkatan kadar dan risiko toksisitas dengan digoxin, lithium, methotrexate, pemetrexed, phenytoin
- Penurunan efek dengan colestipol dan cholestyramine
- Mengurangi efek dengan mifepristone
- Peningkatan kadar obat dengan Golongan obat penghambat enzim CYP2C9, misalnya voriconazole
- Berpotensi fatal: Peningkatan risiko perdarahan dengan AINS lainnya, antikoagulan, dan antiplatelet
- Informasikan pada dokter atau apoteker, jika kamu sedang mengkonsumsi suplemen lain, produk herbal, atau obat lain
Peringatan dan Perhatian
- Informasikan pada dokter jika kamu alergi terhadap Potaflam.
- Informasikan pada dokter jika kamu sedang hamil atau menyusui.
- Informasikan pada dokter jika kamu memiliki riwayat hipertensi, gagal jantung, tukak lambung, penyakit chron, gangguan fungsi hati, gangguan ginjal, asma, PPOK, dan rhinitis alergi.
- Potaflam tidak boleh digunakan oleh ibu hamil trimester ketiga.
- Hindari mengonsumsi alkohol saat menggunakan Potaflam karena akan meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna.
- Jangan mengkonsumsi obat AINS lainnya, kecuali atas petunjuk dokter.
- Segera temui dokter jika mengalami alergi, overdosis, atau efek samping yang serius setelah mengkonsumsi Potaflam.
Kategori Kehamilan
Kategori: C (Trimester 1-2)
Studi pada hewan percobaan memperlihatkan adanya risiko pada janin, tapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Artikel lainnya: Awas, Rheumatoid Arthritis Bisa Sebabkan Penyakit Paru!
Kategori: D (Trimester 3)
Terbukti dapat menimbulkan risiko pada janin. Obat ini hanya digunakan pada kondisi darurat ketika tidak ada persediaan obat lain yang lebih aman untuk ibu hamil.
Peringatan Kehamilan
Informasikan pada dokter jika kamu akan mengonsumsi Potaflam saat hamil atau sedang menjalankan program kehamilan. Jangan gunakan Potaflam pada kehamilan trimester ketiga.
Peringatan Menyusui
Potaflam diketahui dapat terserap ke dalam ASI. Jangan gunakan Potaflam sebelum berkonsultasi dengan dokter.
Penyakit Terkait
- Sakit gigi
- Osteoartritis
- Dismenore Primer
- Rheumatoid artritis
- Ankylosing spondylitis
Rekomendasi Obat Sejenis Potaflam
Redakan nyeri yang mengganggu dan #JagaSehatmu dengan mengonsumsi obat yang tepat. Butuh konsultasi dengan dokter terpercaya? Yuk download aplikasi KlikDokter dan rasakan kemudahan konsultasi kesehatan 24 jam langsung dengan dokter melalui fitur Tanya Dokter online.
[LUF]
- Drugs.com. 13 Februari 2023. Diclofenac
- Medscape. 13 Februari 2023. Diclofenac
- MIMS Indonesia. 13 Februari 2023. Diclofenac
- MIMS Indonesia. 13 Februari 2023. Potaflam