Sukses

Pengertian Emol

Emol adalah obat yang memiliki kandungan Paracetamol sebagai zat aktifnya. Paracetamol digunakan untuk mengobati demam, nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi. Emol bekerja dengan cara menghambat zat (prostaglandin) di dalam tubuh yang dapat menyebabkan nyeri dan demam.

Keterangan Emol

  • Golongan: Obat Bebas
  • Kelas Terapi: Analgesik (Non-Opioid) dan Antipiretik
  • Kandungan: Paracetamol 500 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 25 Amplop @ 1 Strip @ 4 tablet
  • Farmasi: Kaliroto.

Kegunaan Emol

Emol digunakan untuk mengobati demam, nyeri ringan hingga sedang.

Dosis & Cara Penggunaan Emol

Penggunaan Emol:

  • Anak usia 1-2 bulan: diberikan dosis 30-60 mg tiap 8 jam. Maksimal: 60 mg / kg berat badan / hari
  • Anak usia 3- <6 bulan: diberikan dosis 60 mg
  • Anak usia 6 bulan hingga usia <2 tahun: diberikan dosis 120 mg
  • Anak usia 2- <4 tahun: diberikan dosis 180 mg
  • Anak usia 4- <6 tahun: diberikan dosis 240 mg
  • Anak usia 6- <8 tahun: diberikan dosis 240 atau 250 mg
  • Anak usia 8- <10 tahun: diberikan dosis 360 atau 375 mg
  • Anak usia 10- <12 tahun: diberikan dosis 480 atau 500 mg
  • Anak usia 12-16 tahun: diberikan dosis 480 atau 750 mg
  • Dewasa: diberikan dosis 0,5-1 g tiap 4-6 jam. Maksimal: 4 g setiap hari.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu 20-25°C.

Efek Samping Emol

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Emol, antara lain:

  • Sakit kepala
  • Mual, muntah, sembelit
  • Insomnia
  • Trombositopenia (kadar trombosit kurang dari normal
  • Dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan penurunan fungsi hati
  • Gatal.

Kontraindikasi:

  • Hindari penggunaan Emol pada pasien yang memiliki indikasi hipersensitif terhadap paracetamol.
  • Hindari penggunaan Emol pada pasien yang memiliki riwayat penurunan fungsi hati

Interaksi obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Emol:

  • Meningkatkan efek antikoagulan warfarin dan kumarin lainnya jika diberikan bersamaan dengan penggunaan jangka panjang.
  • Konsentrasi serum menurun jika diberikan bersamaan dengan rifampisin dan beberapa antikonvulsan (misalnya Fenitoin, fenobarbital, karbamazepin, primidon).
  • Peningkatan konsentrasi serum jika diberikan bersamaan dengan probenesid.
  • Mengurangi penyerapan jika diberikan bersamaan dengan colestyramine.
  • Peningkatan penyerapan jika diberikan bersamaan dengan metoclopramide dan domperidone.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi serum kloramfenikol.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Emol ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis:

  • Gejala overdosis Paracetamol antara lain adalah pucat, mual, muntah, anoreksia, sakit perut, asidosis metabolik, kelainan metabolisme glukosa. Setelah 12-48 jam konsumsi, dapat terjadi kerusakan hati, yang dapat menyebabkan ensefalopati, perdarahan, hipoglikemia, hipotensi, edema serebral, aritmia jantung, dan pankreatitis.
  • Jika terjadi overdosis berikan arang aktif dalam waktu 1 jam konsumsi (oleh tenaga medis). Tentukan konsentrasi plasma Paracetamol ≥4 jam setelah konsumsi. Pemberian N-asetilsistein seacra intravena dapat digunakan hingga 24 jam setelah konsumsi (paling efektif jika diberikan dalam 8 jam). Sebagai alternatif, metionin oral juga dapat digunakan jika muntah tidak menjadi masalah.
Artikel
    Penyakit Terkait