Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
HomeIbu Dan anakKesehatan Anak9 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Anak Demam
Kesehatan Anak

9 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Anak Demam

Dian Afrillia, 07 Feb 2023

Ditinjau oleh dr. Gia Pratama

Icon ShareBagikan
Icon Like

Orangtua pasti khawatir ketika anak demam. Agar kondisi anak tak makin parah, hindari melakukan hal-hal berikut.

9 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Anak Demam

Anak yang deman biasanya menjadi lesu dan tidak bersemangat melakukan aktivitas apa pun. Orang tua yang cemas pun lalu mencari beragam cara demi kesembuhan anak. 

Sayangnya, cara-cara yang dilakukan oleh orang tua justru sering kali salah dan justru bisa membuat demam pada anak makin parah. Maka dari itu, sebaiknya hindari hal-hal berikut yang tidak boleh dilakukan saat anak demam. 

Jangan Lakukan Ini Saat Anak Demam!

Demam merupakan kondisi peningkatan suhu tubuh sebagai bentuk "perlawanan" tubuh terhadap infeksi. Tubuh akan meningkatan suhu agar kuman tidak mampu bertahan hidup.

Pada anak, demam bisa disebabkan oleh berbagai hal, antara lain kekurangan cairan (dehidrasi), kurang istirahat, atau akibat infeksi.

Karena sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang, sering kali anak terkena infeksi dan mengalami demam. Infeksi sendiri dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur atau parasit. 

Sayangnya, banyak orang justru melakukan kesalahan dalam mengatasi demam dan bisa membuat demam bertambah parah. Berikut contohnya:

1. Membalur Tubuh dengan Alkohol

Larangan saat anak demam yang pertama adalah membalur tubuh dengan alkohol. Mitosnya, membalur tubuh dengan alkohol dianggap dapat menurunkan demam. 

Padahal, cara tersebut sama sekali tidak bermanfaat untuk menurunkan demam , malah bisa meningkatkan risiko intoksikasi alkohol pada anak.

2. Mandi atau Mengompres Tubuh dengan Air Dingin

Kompres dengan air dingin atau mandi air dingin bukannya menurunkan demam malah bisa membuat anak menggigil dan membuat suhu tubuh jauh lebih meningkat dari sebelumnya.

3. Meningkatkan Dosis Obat Penurun Panas

Memberikan terlalu banyak obat penurun panas atau mengombinasikan beberapa jenis obat dalam satu waktu sebaiknya tidak dilakukan. Bukannya menurunkan demam, cara seperti ini malah bisa membahayakan anak.

Konsumsi obat dengan dosis berlebih bisa membuat kerusakan organ, bahkan menyebabkan kematian. Jadi, hindari sembarangan memberikan obat pada anak tanpa terlebih dahulu memeriksakannya ke dokter. 

4. Kurang Cairan

Pada dasarnya, demam bisa menyebabkan anak kehilangan cairan dan dehidrasi. Jadi, jangan biarkan ia kurang asupan cairan, ya! 

Mama bisa berikan air mineral, jus buah, kaldu atau air dingin dengan perasan lemon untuk menggantikan elektrolit yang mungkin hilang.

5. Banyak Beraktivitas

Pantangan anak demam selanjutnya adalah jangan biarkan ia terlalu sibuk bermain atau berkegiatan. 

“Kurang istirahat dan tidur bisa menyebabkan pemulihan demam yang berkepanjangan, juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Pastikan anak istirahat dan tidur yang cukup demi membantu tubuh pulih lebih cepat,” kata dr. Gia Pratama

6. Menggunakan Pakaian Tebal

Tidak disarankan untuk mengenakan pakaian tebal dan selimut pada anak yang demam. Sebaiknya, gunakan pakaian yang tipis dan nyaman, jaga ruangannya tetap sejuk. Jika anak panas, Mama bisa kompres dingin di bawah lengan setiap 10 menit. 

Namun, jika anak tiba-tiba menggigil, berikan ia selimut dan segera lepaskan saat anak mulai berkeringat atau merasa terlalu panas. 

7. Mengonsumsi Kafein

Meski harus lebih banyak mengonsumsi cairan, jauhkan anak dari soda, teh, kopi, atau minuman berenergi. 

“Kafein dapat menyebabkan dehidrasi dan mengganggu tidur, dua hal yang penting untuk proses pemulihan. Jadi sebaiknya jangan pernah berikan minuman berkafein seperti kopi dan soda saat anak demam,” saran dokter Gia. 

8. Makanan Pedas dan Berminyak

Menurut dokter Gia, anak yang sedang demam harus menghindari makanan pedas dan berminyak karena dapat mengiritasi sistem pencernaan serta menyebabkan peradangan baru yang membuat demam bertahan lebih lama. 

“Anak yang demam sebaiknya makan makanan yang ringan dan mudah dicerna, seperti sayur kuah bening, pisang, nasi tim, dan kentang rebus,” jelasnya. 

9. Konsumsi Antibiotik Tanpa Resep Dokter

Mama perlu tahu kalau antibiotik digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Namun, demam pada anak tak melulu karena infeksi bakteri, bisa jadi pemicunya virus atau jamur. 

Antibiotik tidak akan efektif melawan infeksi virus dan penggunaan yang tidak tepat malah bisa menciptakan resistensi antibiotik (bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik dan menyulitkan pengobatan di masa depan). 

Tips Mengatasi Anak Demam

Saat anak demam, hindari melakukan hal-hal di atas untuk mencegah memburuknya kondisi yang dialami anak. Sebaliknya, lakukan beberapa langkah berikut jika anak sedang demam:

Berikan Obat Penurun Panas Sesuai Dosis

Pemberian obat penurun panas seperti paracetamol atau ibuprofen merupakan cara yang paling cepat dan efektif untuk menurunkan suhu tubuh. 

Paracetamol boleh dikonsumsi pada bayi mulai dari usia 2 bulan. Sedangkan, ibuprofen boleh dikonsumsi oleh bayi mulai dari usia 6 bulan.

Namun, pastikan dosis yang diberikan sesuai dengan berat badan dan usia anak. Pastikan juga anak tidak memiliki riwayat alergi terhadap obat-obatan tersebut.

Banyak Minum Air Putih

Jaga tubuh tetap terhidrasi melalui konsumsi cairan yang sangat penting dalam penyembuhan demam. Sebab, peningkatan suhu tubuh dapat membuat anak rentan mengalami dehidrasi. Untuk itu, beri anak cukup minum air putih atau bisa juga dalam bentuk cairan lainnya seperti jus buah atau sup.

Mandi Air Hangat

Kebanyakan orang tua akan melarang anak mandi saat sedang sakit. Biasanya orang tua khawatir demam anak akan bertambah berat. 

Namun, memandikan anak dengan air hangat sebenarnya akan membuat anak menjadi nyaman, rileks dan mempercepat penyembuhan demam. 

Kompres dengan Air Bersuhu Suam-Suam Kuku

Saat anak sedang demam, sebaiknya hindari mengompres dengan air dingin karena dapat membuat suhu tubuh makin meningkat. Sebaiknya, gunakan air suam-suam kuku atau air suhu ruangan untuk mengompres tubuh si Kecil.

Setiap orang tua pasti tahu betul bagaimana repotnya mengurusi anak demam. Ada beberapa hal yang pelu dihindari orang tua agar demam pada anak tidak makin parah seperti yang dipaparkan di atas.

Segera hubungi dokter jika anak mengalami demam yang tak kunjung reda. Agar lebih praktis, yuk pakai fitur Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter. 

Supaya anak terhindar dari demam berkepanjangan, #JagaSehatmu dengan menerapkan tips di atas, ya!

(JKT)

Anak demamObat Penurun PanasDemam

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter