HomeIbu Dan anakKesehatan Anak3 Komplikasi yang Dapat Terjadi Saat Anak Demam
Kesehatan Anak

3 Komplikasi yang Dapat Terjadi Saat Anak Demam

dr. Sepriani Timurtini, 25 Okt 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Demam umum dialami oleh anak-anak. Namun, orang tua perlu tahu bahwa demam bisa menyebabkan komplikasi berbahaya bagi si Kecil.

3 Komplikasi yang Dapat Terjadi Saat Anak Demam

Umumnya demam yang dialami anak-anak tidak berbahaya. Demam dapat menandakan bahwa sistem kekebalan tubuh anak sedang melawan peradangan yang disebabkan oleh bakteri, parasit, atau virus.

Di samping karena adanya penyakit, demam juga bisa terjadi akibat faktor cuaca dan reaksi vaksinasi pada anak.

Demam yang disebabkan oleh virus akan sembuh dengan sendirinya, dengan istirahat yang cukup serta mengonsumsi obat penurun demam. Sementara untuk demam karena infeksi bakteri, membutuhkan pemeriksaan di dokter untuk diberikan antibiotik. 

Perlu diketahui juga bahwa demam atau suhu tubuh yang tinggi dapat menyebabkan komplikasi berbahaya apabila tidak ditangani dengan baik. Berikut adalah beberapa efek atau komplikasi demam pada anak yang harus orang tua tahu.

1. Dehidrasi 

Cegah Anak Dehidrasi saat Demam, Ini Pentingnya Minuman Isotonik

Saat demam, kebutuhan cairan tubuh anak juga ikut meningkat. Anak yang demam biasanya hanya ingin beristirahat atau tidur. 

Tanpa disadari, hal itu membuat anak malas minum dan kekurangan cairan. Dampaknya, anak berisiko mengalami dehidrasi. 

Gejala dehidrasi saat demam berupa mulut dan bibir kering, air urine berwarna gelap dan pekat, volume buang air kecil berkurang, serta tubuh lemas.

Artikel Lainnya: Demam Anak Naik Turun, Mungkin Hal Ini Penyebabnya

Apabila anak masih belum mau atau tidak bisa mengonsumsi banyak cairan, maka ia akan mengalami gejala dehidrasi lanjutan, seperti: 

  • Menangis tanpa air mata.
  • Kulit berkerut dan ketika dicubit elastisitas kulit akan lambat kembali seperti semula.
  • Mengantuk. 

Meski terlihat sepele, kehilangan cairan tubuh sebesar 12 hingga 15 persen dapat menyebabkan anak mengalami syok yang berakibat fatal.

2. Halusinasi dan Delirium 

Salah satu komplikasi demam pada anak adalah halusinasi dan delirium. Delirium terjadi ketika kesadaran anak menurun sehingga membuatnya linglung atau kebingungan.

Sementara itu, halusinasi saat demam diakibatkan oleh peningkatan iritabilitas pada sel-sel otak. Demam dapat mempercepat metabolisme yang membuat tubuh lebih aktif dan sel-sel otak lebih peka terhadap rangsangan.

3. Kejang Demam 

Demam Anak Naik Turun, Mungkin Hal Ini Penyebabnya

Kejang demam kerap terjadi saat anak mengalami demam. Terutama demam dengan suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celsius.

Kondisi ini biasa terjadi di usia 0-5 tahun. Saat kejang, oksigen tidak menyuplai ke area otak. Akibatnya, ada bagian otak yang tidak mendapat oksigen. 

Artikel Lainnya: Bolehkah Anak Demam Tidur Pakai AC?

Secara umum, kejang demam bukanlah kondisi berbahaya. Kejang demam sederhana memiliki gejala berupa kejang, kehilangan kesadaran, bibir membiru, dan otot berkedut atau tegang. 

Kejang demam sederhana ini bisa berlangsung selama 2-10 menit dan hanya terjadi saat anak mengalami demam.

Itu dia beberapa komplikasi yang bisa terjadi saat anak demam. Jika melihat anak mengalami komplikasi akibat demam, segera periksakan dirinya ke rumah sakit terdekat.

Jika ingin konsultasi dengan dokter anak mengenai kesehatan si Kecil, bisa melalui layanan Tanya Dokter. Baca juga artikel kesehatan yang terbaru dengan download aplikasi KlikDokter. #JagaSehatmu dan keluarga selalu, ya!

[RS]

Demam

Konsultasi Dokter Terkait