Sukses

Normalkah Orang Punya Alter Ego? Ini Kata Psikolog

Ketika orang mengaku punya alter ego, tak jarang langsung dikaitkan dengan gangguan kepribadian. Sebelum beri penilaian, simak dulu penjelasan ini.

Apa yang pertama kali terpikirkan ketika ada seseorang yang mengaku punya alter ego? Apakah Anda akan mengernyitkan dahi karena menganggap ia tidak normal? 

Kalau benar begitu, mulai sekarang Anda harus mengenal lebih jauh lagi tentang konsep alter ego. Sebab, penilaian yang salah kaprah bisa membuat Anda mudah menghakimi orang lain. 

1 dari 4 halaman

Mengaku Punya Alter Ego, Normalkah Menurut Psikolog?

Alter ego adalah karakter yang dibuat oleh pemiliknya dalam keadaan sadar. Karakter tersebut sebenarnya tidak 100 persen berbeda dari karakter asli yang dimilikinya. Keduanya memiliki minat yang sama, hanya saja yang alter ego lebih ideal. 

Ketika seseorang menciptakan alter ego, ia mulai memimpikan hal-hal yang ingin dicapai. 

Penyebab alter ego diciptakan biasanya karena ia kurang mampu atau tidak memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu yang diinginkan secara maksimal.

Dengan menciptakan karakternya sendiri yang lebih ideal, orang tersebut membayangkan hidup di kondisi yang lebih baik. Tak jarang alter ego dijadikan sebagai pegangan dan motivasi. 

Karakter idealnya merupakan “senjata” untuk mengembangkan diri dan mencapai tujuan yang tadinya tidak terjamah. 

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, orang yang memiliki alter ego bukan berarti mengalami gangguan kepribadian, khususnya kepribadian ganda disosiatif

Artikel Lainnya: Gangguan Kepribadian Ganda, Bisakah Disembuhkan?

“Kenapa tak bisa langsung dikatakan demikian? Karena, sebenarnya alter ego ini kan karakter yang dibentuk secara sadar. Bentuk alter ego yang lebih ideal ini untuk menutupi karakter asli mereka,” jelas Ikhsan.

“Beda halnya dengan gangguan kepribadian. Orang yang mengalaminya tidak sadar bahwa pribadinya berubah-ubah,” sambungnya. 

Ikhsan menambahkan, “Orang dengan gangguan kepribadian ganda disosiatif atau lain sebagainya merasa kesadarannya telah diambil orang lain. Maka dari itu, mereka yang punya gangguan disosiatif kadang-kadang sampai ada yang suara, ingatan, dan gaya bicaranya berubah.”

Artikel Lainnya: Suka Nyinyir, Adakah Hubungannya dengan Gangguan Kejiwaan?

2 dari 4 halaman

Alter Ego Tak Melulu Karakter yang Lebih Buruk

Kata “ego” sering dikaitkan dengan hal-hal negatif. Padahal, alter ego sendiri tidak pasti kepribadian yang buruk. 

“Betul, tidak semua karakter alter ego itu lebih jahat atau lebih buruk. Ada yang justru lebih baik. Karena seperti yang sempat disinggung tadi, alter ego ini karakter yang lebih ideal,” tutur Ikhsan. 

“Misalnya, karakter asli dari X adalah pemalu dan penakut. X membuat alter ego yang lebih berani agar ia bisa bekerja lebih maksimal dan mencapai mimpinya,” ujarnya. 

Kita ambil contoh dari penyanyi terkenal Beyonce. Ia memiliki alter ego bernama Sasha Fierce. Ketika tidak berdiri di atas panggung, ia menjadi Beyonce yang biasa-biasa saja bahkan pemalu

Saat berada di panggung dan mulai bernyanyi, ia akan “berubah” menjadi Sasha Fierce yang sangat berani, percaya diri, glamor, dan penuh totalitas dalam bermusik. 

Suara Beyonce dan Sasha Fierce tidak berubah karena ia bukan penderita gangguan kepribadian. 

Artikel Lainnya: 3 Tipe Gangguan Kepribadian Narsistik yang Perlu Anda Tahu

3 dari 4 halaman

Jika Mendominasi, Maka Alter Ego Bisa Berbahaya

Kalau merasa memiliki alter ego, penting untuk tidak membiarkannya mendominasi kehidupan pribadi Anda. Hal ini dapat mengubah kondisi yang tadinya normal menjadi tidak normal. 

Psikolog Ikhsan menyarankan, “Ketika Anda merasa bentuk karakter tersebut malah menciptakan rasa tidak nyaman dan merugikan misalnya agresif, Anda bisa meminta bantuan psikolog atau psikiater.” 

Saat Anda jadi tidak menyadari dan menyangkal perbuatan yang telah dilakukan saat menjadi alter ego, hal itu juga sudah menjadi tanda ada yang tidak beres. 

Jangan sampai alter ego menjadi senjata makan tuan. Biarkan karakter tersebut keluar di saat-saat tertentu saja. 

Bila ingin memahami cara mengetahui alter ego sekaligus pengendaliannya, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter spesialis kejiwaan kami lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar