Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Tiongkok Temukan Kasus Asymptomatic Infeksi COVID-19, Apa Itu?

Tiongkok Temukan Kasus Asymptomatic Infeksi COVID-19, Apa Itu?

Sedikit lagi lockdown Tiongkok akan dibuka. Tapi belakangan ini, justru banyak ditemukan kasus positif virus corona tanpa gejala. Bagaimana kelanjutannya?

Seminggu lagi, warga Tiongkok, khususnya yang berada di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, bisa bernapas lega. Sebab, tanggal 8 April nanti, pemerintah pusat akan berencana mengangkat status lockdown yang kurang lebih telah dilakukan selama tiga bulan akibat virus corona.

1 dari 3 halaman

Masih Berhadapan dengan Infeksi Virus Corona Asymptomatic

Sayangnya, mulai Senin lalu (30/03), Komisi Kesehatan Nasional (NHC) melaporkan, cukup banyak kasus positif COVID-19 yang kembali hadir!

Sebagian dari kasus tersebut mendapatkan infeksi lewat imported case. Kondisi mereka saat ini adalah asymptomatic.

Istilah asymptomatic mungkin terdengar asing. Tapi sebenarnya, ini menjelaskan bahwa si penderitanya, meski telah terinfeksi virus SARS-CoV-2, sama sekali tidak menunjukkan gejala-gejala sakit, alias tak bergejala.

Dilansir dari CNN, sampai sekarang, berdasarkan pedoman pemerintah Tiongkok, kasus tanpa gejala memang belum dihitung sebagai kasus yang dikonfirmasi.

Mungkin itu bisa jadi alasan mengapa jumlah pasien positif di pusat outbreak cenderung lebih sedikit ketimbang di Amerika Serikat (AS) atau Eropa.

Sekarang, Perdana Menteri Li Keqiang mendesak pemerintah Tiongkok untuk memprioritaskan kasus virus corona tanpa gejala. Pihaknya akan semakin memperketat aturan skrining dan isolasi bagi siapa saja yang mengalami hal tersebut.

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

Sebab, healthy carrier tetaplah berbahaya. Meski kebetulan di tubuhnya tidak bereaksi, tetapi jika mereka berkontak dengan orang-orang yang imunitas tubuhnya kurang baik, maka akibatnya bisa fatal!

Hal ini sudah terbukti pada seorang wanita yang berasal dari Provinsi Henan, Tiongkok. Minggu lalu, ia bertemu teman yang kelihatannya sehat-sehat saja. Temannya itu berprofesi sebagai dokter.

Tak disangka, si dokter ternyata positif COVID-19 dan akhirnya si wanita terinfeksi juga, tetapi dengan gejala.

Alhasil, kisah wanita dari Henan ini pun memicu kekhawatiran warga yang sempat mereda. Mereka berharap, pemerintah bisa lebih transparan lagi dalam melaporkan kasus-kasus infeksi coronavirus tanpa gejala.

2 dari 3 halaman

Fakta tentang Kasus Infeksi COVID-19 Tanpa Gejala

Kasus corona tanpa gejala seakan-akan menjadi hal baru di Tiongkok. Tapi, bagi masyarakat di luar negara tersebut, itu sama sekali bukan hal yang mengagetkan.

Pasalnya, WHO melaporkan, sebanyak 25 persen orang yang terinfeksi virus corona memang tidak menunjukkan gejala.

Oleh sebab itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan, cukup sulit untuk mengurangi penyebaran virus corona bila jumlah tersebut tidak ditekan.

Awalnya, semuanya menyarankan bahwa orang yang memakai masker adalah mereka yang sudah menunjukkan gejala, khususnya gejala batuk-batuk.

Namun sekarang, mengingat kasus corona tanpa gejala juga tak sedikit, Direktur CDC, Robert R. Redfield mengatakan akan meninjau ulang lagi anjuran tersebut.

Terlebih lagi, sudah banyak ahli yang menyarankan semua orang untuk pakai masker saja demi mencegah penyebaran yang tak disadari.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

Virus SARS-CoV-2 ini memang sangat meresahkan dunia. Baru kali ini ada pandemi yang disebabkan oleh virus non-flu, tetapi penyebarannya secepat virus flu.

Sementara itu, dr. Rio Aditya membenarkan bahwa seseorang yang sudah terinfeksi virus corona bisa tidak menunjukkan gejala meski ia sudah terinfeksi.

“Iya, tidak semua penderita infeksi virus corona mengalami demam tinggi, sesak napas, flu, dan batuk-batuk. Hal ini terjadi karena virus corona membutuhkan waktu inkubasi berhari-hari lamanya,” jelas dr. Rio.

Masa inkubasi itu sendiri merupakan proses virus menginfeksi tubuh sampai akhirnya menimbulkan gejala pada orang yang terkena.

“Pada masa inkubasi inilah orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala. Diam-diam, menularkan virus ke orang sehat lainnya,” tambah dr. Rio.

Dengan demikian, sebenarnya kasus tanpa gejala bukan berarti mereka sama sekali “tidak akan” menunjukkan gejala virus corona. Tapi, mereka akan menunjukkan gejala virus corona saat imunitas tubuh melemah atau saat masa inkubasi selesai.

Semoga saja kasus virus corona tanpa gejala di Tiongkok bisa diatasi oleh pemerintah dan para ahli medis di sana. Sehingga, hal tersebut tidak mengubah keputusan awal terkait mengakhiri masa-masa lockdown.

KlikDokter bekerjasama dengan Kemenkes dan BNPB untuk ikut serta dalam menekan angka penyebaran virus corona di Indonesia.

Bila khawatir terkena penyakit infeksi coronavirus, Anda bisa memanfaatkan Cek Corona Online dari KlikDokter secara gratis.

Ingin tahu lebih lanjut seputar virus corona dan gejala asymptomatic? Tanyakan pada tim dokter dari KlikDokter melalui Live Chat 24 jam. Terus ikuti info kesehatan terbaru di sini, ya!

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar