Sukses

2 Pasien Coronavirus Sudah Dinyatakan Negatif, Amankah?

Meski angka pasien coronavirus di Indonesia semakin bertambah, jumlah pasien yang dirawat pun sudah masuk dalam kondisi membaik.

Angka kasus infeksi virus corona semakin meningkat di Indonesia. Bahkan kini, sudah 27 orang yang dinyatakan positif coronavirus.

Meski begitu, kabar baik datang dari Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (COVID-19), dr. Achmad Yurianto. Ia mengatakan, bahwa dua pasien kasus corona sudah dinyatakan negatif.

Achmad Yurianto juga menyebutkan, hasil dari pemeriksaan hari kelima, status kedua orang tersebut telah berubah dari positif menjadi negatif virus corona.

Lalu, seperti apa sajakah prosedur pemeriksaan coronavirus di Indonesia? Lalu, kriteria seperti apakah yang menandakan seseorang telah sembuh dan negatif COVID-19?

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

1 dari 4 halaman

Prosedur Pemeriksaan Coronavirus di Indonesia

Sebelum mengatakan seseorang negatif coronavirus, tentu perlu pemeriksaan yang lebih lanjut oleh tim medis.

Dr. Arina Heidyana dari KlikDokter menyebutkan ada dua cara yang sampai saat ini dilakukan oleh tim medis Indonesia untuk mengetahui apakah seseorang positif atau negatif virus corona. Berikut caranya:

  1. Pemeriksaan PCR atau Polymerase Chain Reaction

Dr. Arina mengatakan, PCR adalah metode yang paling cepat untuk mengetahui apakah tubuh seseorang yang masuk dalam kategori ‘suspect’ memiliki virus SARS-Cov-2 yang merupakan penyebab dari COVID-19 atau tidak.

Hasilnya pun cepat, hanya dibutuhkan waktu sekitar 24 jam untuk mengetahui apakah seseorang positif atau negatif virus corona.

  1. Genome Sequencing

Selain pemeriksaan PCR, Genome Sequencing juga menjadi metode lainnya untuk mendeteksi apakah suspect positif/negatif COVID-19. Beda dari PCR, genome sequencing membutuhkan waktu lebih lama, yakni tiga hari untuk mendeteksi virus.

Pasalnya, metode ini tidak hanya mendeteksi adanya coronavirus, tapi bisa menemukan virus lainnya juga.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

2 dari 4 halaman

Indikasi Seseorang Dinyatakan Negatif corona

Seperti penyakit lainnya, pasien virus corona di Indonesia yang telah dinyatakan negatif juga memiliki indikasi-indikasi yang bisa terlihat.

Dr. Arina menjelaskan jika seluruh prosedur pemeriksaan memang sudah dijalankan dan dinyatakan negatif, maka orang tersebut boleh dipulangkan dan dinyatakan sembuh.

 “Yang saya baca, kalau sudah memasuki pemeriksaan hari kelima dan ketujuh dan sudah dinyatakan negatif, pasien tersebut bisa dikatakan sembuh,” ujar dr. Arina.

“Kalau sudah tidak ada keluhan sesak napas, pilek, atau batuk, dan suhu tubuhnya sudah kembali normal, maka mungkin pasien tersebut sudah bisa dinyatakan sembuh. Tapi ya balik lagi, harus melewati pemeriksaan dan prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah. Jadi tidak bisa Anda diagnosis sendiri, ” tambah dr. Arina.

Namun tidak dimungkiri, kalau sulit untuk menjadikan hasil pemeriksaan positif menjadi negatif.

Dikutip dari Detik.com, Direktur Medik dan Keperawatan RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, dr. Dyani kusumo Wardhani, SpA mengatakan, selain imunitas, ada beberapa faktor yang ikut mempengaruhi kesembuhan seseorang, yakni kondisi psikis dan mental.

Jika lingkungan sudah dijaga betul tapi kondisi mental dan psikisnya belum siap menerima keadaan, maka virus dari luar tetap bisa masuk lagi dalam tubuh.

Hal ini pun juga dibenarkan oleh dr. Arina. Menurutnya, imunitas seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan asupan gizi. Akan tetapi, kesehatan psikis dan mental juga bisa jadi pengaruhnya.

Jadi, apabila mental dan psikis seseorang menurun, maka sistem imunitas dalam tubuhnya juga bisa ikut menurun.

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

3 dari 4 halaman

Jika Sudah Dinyatakan Sembuh, Lakukan Self Isolated

Jubir Achmad Yurianto mengatakan, pasien yang telah dinyatakan sembuh dari coronavirus bisa saja kembali tertular.

Dikutip dari CNN, Yurianto meminta warganya yang telah dinyatakan sembuh untuk melakukan self isolated setelah keluar dari rumah sakit.

Selfi isolated yang dimaksud adalah pasien diminta untuk tetap berada di dalam rumah selama 14 hari. Selama waktu yang ditentukan itu, pasien diminta untuk menggunakan masker dan mengurangi kontak fisik dengan keluarga atau kerabatnya.

Yurianto menuturkan, selama 14 hari masa self isolated, pihak dinas Kesehatan setempat akan ikut memantau kondisi kesehatan dari pasien. 

Apabila setelah masa self isolated pasien tidak menunjukan gejala lagi, maka orang tersebut bisa kembali bersosialisasi dengan biasa dan diharapkan mampu menerapkan pola hidup sehat setiap harinya.

Ini dikarenakan, pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh, masih bisa tertular coronavirus lagi dari orang lain.

Itulah beberapa informasi seputar virus corona yang diharapkan bisa mengedukasi pengetahuan masyarakat di Indonesia. Jika kalian ingin cek status virus corona di tubuh kalian, bisa clik Cek Virus Corona ini ya gratis dan akurat. Apabila Anda masih memiliki pertanyaan seputar coronavirus, yuk langsung tanyakan pada dokter-dokter spesialis lewat fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter, ya!

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar