Sukses

Amankah Ibuprofen untuk Anak Demam?

Anak demam menjadi salah satu alasan orang tua memberikan obat, misalnya ibuprofen. Namun, amankah ibuprofen untuk anak demam?

Klikdokter.com, Jakarta Saat anak demam, pasti Anda sebagai orang tua sering kali merasa panik. Bahkan, tak jarang banyak orang tua yang ingin buru-buru memberikan obat penurun panas agar suhu anak kembali normal. Salah satu jenis obat yang sering digunakan adalah ibuprofen. Namun, amankah pemberian ibuprofen untuk anak demam?

Saat ini dikenal fenomena “fobia demam” di kalangan orang tua. Mereka ketakutan saat anak mengalami demam, sehingga berupaya menurunkan demam tersebut sesegera mungkin. Hal ini mungkin berkaitan dengan anggapan bahwa demam dapat mengakibatkan kejang, kerusakan pada otak, bahkan kematian pada anak.

Demam pada anak tidaklah selalu berbahaya

Nyatanya, kebanyakan demam umumnya berdurasi singkat, tidak berbahaya, dan bahkan bersifat protektif bagi anak. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), demam bukanlah suatu penyakit, melainkan mekanisme fisiologis dan memiliki efek menguntungkan dalam melawan infeksi. Demam mengurangi pertumbuhan dan reproduksi bakteri dan virus, membantu produksi neutrofil dan proliferasi limfosit T, juga membantu reaksi fase akut dari tubuh.

Bagi para orang tua, penting untuk diketahui bahwa tujuan pemberian obat penurun panas bukanlah untuk mengembalikan suhu tubuh anak kembali normal (tidak demam), melainkan untuk memperbaiki kenyamanan bagi anak.

Anak dengan demam umumnya mengalami kesulitan beraktivitas, tidur, dan penurunan asupan makanan dan minuman. Tanda-tanda inilah—dan juga gejala penyakit—yang lebih penting diamati saat anak demam, dibandingkan dengan fokus pada mengembalikan suhu tubuh anak kembali normal.

Berdasarkan rekomedasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian obat penurun panas dapat diberikan pada anak demam jika suhu tubuh 380C atau lebih, yang hasil ini berdasarkan dari pengukuran dari lipat ketiak. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya selalu menyediakan termometer untuk mengukur suhu secara objektif saat anak dirasa demam.

Amankah ibuprofen untuk anak demam?

Salah satu obat penurun panas “favorit” untuk diberikan kepada anak adalah ibuprofen. Ibuprofen memiliki sifat antinyeri, antiinflamasi atau antiperadangan, dan menurunkan panas. Ada beberapa hal yang harus Anda ketahui sebelum memberikan ibuprofen untuk anak, yaitu:

  • Pastikan sesuai indikasi. Seperti dijelaskan sebelumnya, demam bermanfaat bagi anak untuk melawan penyakit. Obat penurun panas sebaiknya diberikan jika suhu tubuh anak 380C atau lebih. Ingat, tujuan pemberian obat ini bukanlah mengembalikan suhu tubuh menjadi normal.
  • Pastikan tanggal kedaluwarsa obat sebelum diberikan kepada anak.
  • Pastikan anak tidak sedang mengonsumsi obat lain yang mengandung ibuprofen. Jika anak sedang konsumsi obat lain, baca kandungannya dengan teliti. Sering kali obat batuk atau pilek sudah mengandung ibuprofen. Hindari juga penggunaan ibuprofen dengan obat antinyeri jenis lainnya.
  • Perhatikan dosis dan interval pemberian obat. Terdapat berbagai jenis ibuprofen, misalnya sirop atau tablet, yang setiap jenisnya memiliki kandungan ibuprofen yang berbeda-beda. Oleh karena itu, baca kembali dosis pemberian agar sesuai. Sering kali dosis disesuaikan dengan berat badan anak. Pastikan juga Anda memiliki alat yang tepat untuk memberikan obat, misalnya sendok takar atau pipet.
  • Jika anak meludahkan obat segera setelah diberikan, tenangkan anak dan berikan kembali ibuprofen. Jika obat sudah ditelan dan kemudian dimuntahkan, tunggu setidaknya 6 jam sebelum diberikan kembali kepada anak, kecuali obat dalam bentuk tablet yang dimuntahkan secara utuh.
  • Sebaiknya ibuprofen diberikan saat makan atau segera setelah selesai makan. Hindari pemberian ibuprofen saat perut kosong.
  • Ada beberapa kondisi anak yang sebaiknya tidak diberikan ibuprofen. Misalnya pada anak yang alergi terhadap ibuprofen, sedang cacar air, memiliki riwayat asma, memiliki masalah ginjal atau hati, memiliki masalah medis dengan risiko pendarahan tinggi, atau memiliki peradangan usus besar (IBD). Konsultasikan kondisi-kondisi tersebut dengan dokter anak.

Menurut AAP, ibuprofen aman diberikan pada anak demam berusia 6 bulan hingga 12 tahun. Sebuah studi menyimpulkan ibuprofen juga aman diberikan pada bayi berusia 3-6 bulan, dengan syarat digunakan dalam jangka pendek, berat badan anak di atas 5 kg, dan memberi perhatian khusus terhadap pemenuhan kebutuhan cairan anak. Jika Anda ragu ataupun bingung, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai pemberian ibuprofen untuk anak demam.

[RN/ RVS]

2 Komentar