HomeIbu Dan anakKesehatan AnakKapan Obat Penurun Panas Anak Boleh Diberikan Lewat Anus?
Kesehatan Anak

Kapan Obat Penurun Panas Anak Boleh Diberikan Lewat Anus?

dr. Sepriani Timurtini Limbong, 08 Mei 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Tidak hanya diminum, ternyata obat penurun panas anak juga bisa diberikan lewat anus. Ketahui kondisi apa yang membuat obat anak harus diberikan lewat anus.

Kapan Obat Penurun Panas Anak Boleh Diberikan Lewat Anus?

Ketika anak sedang demam, biasanya orang tua akan memberikan obat penurun panas jenis sirup. Akan tetapi, ada beberapa kondisi yang membuat anak tidak bisa menerima obat melalui oral atau mulut. 

Ya, dalam beberapa kasus tertentu, orang tua dapat memberikan anak obat penurun panas lewat anus atau disebut juga suppositoria. Situasi ini pernah dialami oleh Kartika, seorang ibu satu anak. 

"Saya pernah punya pengalaman, anak saya dikasih obat penurun demam lewat anus. Katanya ini adalah kondisi khusus. Pengalaman baru juga buat saya memberikan obat penurun panas lewat anus," cerita Kartika kepada KlikDokter. 

Lalu, kapan harus memberikan obat penurun panas lewat dubur untuk anak

Artikel lainnya: Fakta di Balik Kebiasaan Menurunkan Demam Anak dengan Bawang Merah

Berikan Obat Lewat Anus Jika Anak Mengalami Kondisi Ini 

Memberikan obat penurun panas anak lewat dubur bukanlah hal yang baru. 

Pemberian obat lewat anus dapat dilakukan jika ada kondisi kesehatan tertentu, khususnya saat anak tidak bisa meminum obat. Misalnya, kondisi anak mual, muntah hebat, atau mengalami penurunan kesadaran sehingga anak tidak bisa diminta menelan obat. 

Selain itu, bukan hanya obat penurun panas yang bisa diberikan lewat dubur untuk anak, obat antikejang pun biasanya diberikan melalui dubur. Anak yang sedang kejang tidak mungkin diberikan obat lewat mulut, bahkan justru berbahaya. 

Artikel lainnya: Komplikasi yang Dapat Terjadi Saat Anak Demam

Perlu diketahui juga, obat penurun panas yang dimasukkan lewat dubur untuk anak bukan berupa pil, tablet, atau sirup. Jenis obat yang diberikan lewat dubur disebut sebagai suppositoria. 

Obat suppositoria umumnya berbentuk tabung dengan salah satu ujung yang mengerucut. Bagian luar yang membungkus obat ini biasanya terbuat dari gelatin atau minyak kakao. 

Saat dimasukkan ke dalam dubur, suhu tubuh yang hangat akan membuat obat mencair. Selanjutnya, obat akan diserap oleh aliran darah dan mulai bekerja menurunkan panas. 

Dari segi efektivitas, memberikan obat penurun panas lewat mulut atau dubur untuk anak sebenarnya sama saja. Cara pemberian obat tidak akan mengubah khasiat atau mengurangi kemampuan suatu zat untuk menurunkan demam anak.

Artikel lainnya: Anak Demam Naik-Turun Rentan Dehidrasi, Apa Solusinya?

Perhatikan Ini Sebelum Memberikan Obat Penurun Panas Lewat Dubur untuk Anak 

Beberapa hal yang perlu orang tua perhatikan sebelum memberikan obat penurun panas lewat dubur untuk anak adalah sebagai berikut:

Cara Memasukkan Obat dengan Tepat 

Obat penurun panas yang diberikan lewat anus biasanya tidak memiliki efek samping. 

Akan tetapi, orang tua harus memperhatikan cara memasukkan obat penurun panas ke dalam anus. Sebab, kalau caranya salah, anak bisa merasa tidak nyaman dan akan kesakitan. 

Jadi, setelah dimasukkan, disarankan dijepit dulu area anusnya beberapa saat untuk membantu menjaga agar obat tetap di dalam anus. 

Pantau Reaksi Alergi

Umumnya obat suppositoria jarang menimbulkan reaksi alergi. Namun, reaksi alergi yang bisa muncul berupa ruam kulit, gatal, bengkak (terutama di wajah, lidah, tenggorokan), pusing, sampai sulit bernapas.

Itulah penjelasan seputar pemberian obat penurun panas lewat dubur untuk anak. Bila menemukan tanda alergi pada anak, segera bawa dan periksakan ke dokter atau rumah sakit. 

Sekarang kamu bisa tanya dokter online di KlikDokter untuk menanyakan seputar kesehatan anak maupun kesehatan kamu sendiri.

Untuk informasi kesehatan anak lainnya, kamu dapat membaca artikel di aplikasi KlikDokter.

[RS]

Obat DemamAnakDemam

Konsultasi Dokter Terkait