Sukses

Diare Saat Haid, Apa Penyebabnya?

Ada alasan kenapa sebagian wanita mengalami diare saat sedang haid. Ketahui jawabannya lebih lanjut di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Diare saat haid dianggap wajar karena mungkin terjadi akibat perubahan fungsi tubuh saat wanita sedang haid. Penyebab kondisi ini sebetulnya tidak sepenuhnya dimengerti, bahkan oleh para ahli.  Namun, kondisi ini sering terjadi dan sering dikaitkan dengan kram perut saat haid. Diyakini, penyebab diare ini adalah prostaglandin, senyawa kimia yang dilepaskan oleh otot-otot dinding rahim, yang menyebabkan kontraksi pada rahim dan usus.

Prostaglandin ini juga bertanggung jawab terhadap dirasakannya kram perut saat haid, yang istilah medisnya adalah dismenorea. “Prostaglandin menstimulasi otot rahim untuk berkontraksi, menyebabkan suplai darah ke rahim berhenti untuk beberapa saat, dan meningkatkan sensitivitas ujung-ujung saraf nyeri. Akibatnya, timbul rasa nyeri dan kram di perut,” kata dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter.

Juga dikatakan oleh dr. Sepriani, bahwa prostaglandin juga dapat menyebabkan terjadinya gejala muntah, diare, dan sakit kepala yang biasanya muncul bersamaan dengan nyeri perut. Biasanya, kram dan diare yang berkaitan dengan prostaglandin ini muncul pada tiga hari pertama masa haid Anda.

Menurut gastroentrolog Francisco J. Marrero, MD, dari Lake Charles Memorial Health System, Amerika Serikat, seperti dikutip di laman Everyday Health, pergerakan usus dapat berubah karena tingkat hormon yang berbeda. Pada sebagian wanita, prostaglandin memengaruhi gerakan usus, sehingga menjadikan usus mengalami gangguan ketika mencerna makanan. Oleh karena itu, efek gangguan pencernaan yang dialami oleh wanita saat haid bisa beragam. Tak hanya diare, beberapa juga mengalami konstipasi.

Diare, serta gejala gastrointestinal lainnya seperti kembung dan mual, juga dapat terjadi selama seminggu sebelum haid. Pada kasus ini, diare bisa menjadi salah satu gejala yang kadang diikuti dengan perubahan suasana hati ringan. Kondisi ini dikenal sebagai sindrom pramenstruasi (PMS).

1 dari 2 halaman

Mengatasi diare saat haid

Anda yang sering mengalami diare saat haid biasanya lebih siap dengan kemungkinan ini, seperti mengonsumsi obat-obatan antidiare seperti loperamide atau bismuth subsalicylate sebelum gejala diare terjadi. Meski demikan, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi jenis obat-obatan ini.

Jika diare saat haid hanya terjadi sesekali atau dirasa tidak mengganggu, Anda tak perlu melakukan apa pun. Anda juga tak perlu mengonsumsi obat karena kondisi tersebut biasanya akan berlalu dengan cepat.

Selain dengan mengonsumsi obat antidiare, lakukan juga langkah-langkah ini:

  • Berusaha untuk tetap terhidrasi dengan minum banyak cairan minimal 8 gelas per hari.
  • Perbanyak konsumsi serat untuk membantu memadatkan tinja dan mungkin juga bisa mengurangi gejala diare.
  • Konsumsi lebih banyak makanan yang mengandung bakteri baik (probiotik) seperti yoghurt, tempe, kimchi, keju, teh kombucha, dan masih banyak lagi

Meski demikian, Anda harus waspada jika merasakan sakit yang signifikan atau menemukan darah pada tinja. Bisa jadi penyebabnya lebih serius dari gejala PMS atau dismenorea. Jika ini terjadi, mungkin Anda mengalami endometriosis, yaitu penyakit kronis yang memengaruhi sistem reproduksi. Meskipun jarang, endometriosis  juga diketahui dapat berdampak pada usus dan menyebabkan adanya darah pada tinja.

Obat-obatan antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti Ibuprofen dapat membantu mengatasi gejala PMS dan dismenorhea, dengan mengurangi dan mengatasi rasa nyeri. Ingin cara yang lebih alami? Berolahraga secara rutin adalah salah satu cara terbaik mengatasi PMS dan nyeri haid. Karena dapat meningkatkan aliran darah, olahraga dapat meredakan kram dan juga mungkin diare. Hindari konsumsi kafein dan junk food karena bisa memperparah diare dan PMS. Menjalankan pola makan sehat juga dapat membuat perut dan usus bahagia setiap hari, khususnya saat haid!

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar