Covid-19

Cara Membedakan Diare Biasa dan Diare COVID-19

Tri Yuniwati Lestari, 13 Jul 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Selain masalah pernapasan, COVID juga bisa menyebabkan gejala diare pada beberapa orang. Lantas, apa yang membedakan gejala infeksi saluran pernapasan ini dengan diare biasa? Ikuti penjelasan dokter berikut ini.

Cara Membedakan Diare Biasa dan Diare COVID-19

Infeksi coronavirus tidak hanya menimbulkan gejala pada pernapasan, tetapi juga dapat menyebabkan gejala lain, seperti batuk, demam, nyeri sendi juga diare. Diperkirakan sekitar 9 persen orang yang terinfeksi COVID-19 mengalami diare. 

Diare yang disebabkan oleh virus COVID berbeda dengan diare biasa. Lantas, seperti apa perbedaan dan bagaimana mengatasinya? Simak penjelasannya berikut. 

Perbedaan Diare Biasa dan Diare COVID-19

Dijelaskan oleh dr. Theresia Rina Yunita, diare akibat COVID dan bukan COVID sangat sulit dibedakan. “Namun pada penderita COVID yang mengalami diare umumnya gejala yang dirasakan lebih parah dibandingkan yang tanpa diare,” ucapnya.

Keduanya hanya dapat dibedakan dari penyebabnya saja. Diare biasa disebabkan oleh bakteri seperti Escherichia coli atau virus norovirus. Sementara diare COVID-19 adalah salah satu gejala akibat infeksi virus SARS-CoV-2. 

Selain penyebab, tidak ada perbedaan lain yang mencolok antara diare biasa dan diare COVID-19. Namun, pada orang yang terinfeksi virus corona, diare biasanya dibarengi dengan gejala lain, seperti:

  • Penyumbatan pernapasan
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kehilangan penciuman dan tidak peka terhadap rasa (anosmia)
  • Sesak napas
  • Batuk

Selain diare, pasien COVID-19 juga dapat mengalami gejala gastrointestinal (GI) atau masalah pencernaan sebagai berikut:

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada jurnal International Emergency Nursing, sebanyak 90 orang yang terinfeksi COVID-19 mengalami gejala diare yang berlangsung rata-rata selama 5 hari.

Artikel lainnya: Cara Kembalikan Penciuman Pasca Terinfeksi COVID-19

Ciri-Ciri Diare Gejala COVID-19

Untuk mengetahui perbedaan diare COVID dan bukan COVID, kamu bisa amati dari tampilan fesesnya seperti berikut:

1. Tekstur Diare Berair

Masih dalam penelitian yang sama dengan sebelumnya, sebanyak 64 persen pasien COVID-19 melaporkan diare dengan feses berair. 

Feses berair dapat menunjukkan bahwa kamu telah kehilangan cukup banyak cairan di dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi. Itulah mengapa penting bagi penderita COVID untuk tetap terhidrasi saat mengalami diare.

2. Feses Berwarna Kuning

Penelitian lain yang diterbitkan pada Clinical Gastroenterology and Hepatology juga melaporkan kondisi feses akibat diare terkait COVID-19. Kebanyakan pasien mengalami feses berwarna kuning.

Virus dapat menyebabkan diare kuning karena tinja bergerak terlalu cepat melalui usus. Ketika feses bergerak dengan kecepatan normal, usus mampu menyerap lemak di dalamnya. 

Akan tetapi, ketika feses terlalu cepat, lemaknya tidak terserap maksimal. Lemak inilah yang memberi warna kuning pada feses.

3. Tinja Berwarna Hijau

Selain berwarna kuning, diare COVID-19 juga dapat menyebabkan feses berwarna kehijauan. Ini terjadi akibat lemak tidak terurai dengan baik, akibatnya empedu yang ada di feses dapat menyebabkan diare tampak hijau. 

Empedu adalah zat yang dikeluarkan oleh kantong empedu dan hati untuk membantu mencerna lemak.

Artikel lainnya: Cara Membedakan Diare Biasa dan Diare COVID-19

Penanganan Diare Gejala COVID-19

COVID-19 adalah penyakit yang masih terbilang baru sehingga masih banyak diperlukan penelitian lebih lanjut. Oleh karena itu, hingga kini belum ada rekomendasi khusus untuk mengobati diare yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini.

Namun, menurut dr. Theresia, jika kamu memiliki gejala diare saat terinfeksi COVID-19, cobalah untuk melakukan penanganan untuk mengobati diare biasa pada umumnya.

Pengobatan diare yang bisa kamu lakukan di rumah, di antaranya:

  • Meningkatkan asupan cairan agar tetap terhidrasi dengan minum banyak cairan dan makan makanan yang berkuah seperti sup
  • Makan makanan yang tidak memicu diare kambuh dan hindari makanan yang asam atau pedas
  • Perbanyak istirahat untuk meningkatkan sistem imun
  • Minum obat anti mual, seperti dimenhydrinate atau obat resep ondansetron, jika diperlukan. Pastikan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat untuk diare
  • Jika kamu mengalami dehidrasi parah saat diare, kamu mungkin memerlukan cairan intravena (IV) untuk membantu tubuh tetap terhidrasi

Artikel lainnya: Selain Diare, Gejala Virus Corona yang Menyerang Pencernaan

Kemudian hal lain yang perlu diperhatikan saat diare COVID-19 adalah menjaga kebersihan toilet. Meskipun penularan COVID-19 melalui feses masih dalam penelitian, tetapi tidak ada salahnya untuk menjaga kebersihan dan mencegah penularan. 

Lakukan juga langkah-langkah berikut jika kamu mengalami diare akibat COVID:

  • Pastikan untuk selalu menutup toilet dan siram setelah digunakan
  • Jangan letakkan kertas toilet bekas di tempat sampah yang digunakan secara bersamaan. Alangkah lebih baiknya, pisahkan sampah tisu toilet bekas dalam satu kantong plastik
  • Disinfeksi toilet secara teratur, pastikan untuk membersihkan ujung pintu dan bagian-bagian yang mudah terkontaminasi virus

Jika kamu mengalami diare yang dibarengi dengan gejala COVID lainnya, segera isolasi diri dan lakukan tes COVID di rumah sakit terdekat. Pastikan untuk tetap menggunakan masker saat keluar rumah dan menjaga jarak.

Jika ingin berkonsultasi dengan dokter mengenai gejala COVID-19 lainnya, gunakan layanan Live Chat di aplikasi KlikDokter. Jangan lupa #JagaSehatmu beserta orang-orang di sekitar. 

(APR/JKT)

Referensi

International Emergency Nursing. Diakses 2022. Clinical characteristics of diarrhea in 90 cases with COVID-19: A descriptive study. 

American Journal of Gastroenterology. Diakses 2022. Digestive Symptoms in COVID-19 Patients With Mild Disease Severity: Clinical Presentation, Stool Viral RNA Testing, and Outcomes. 

Clinical Gastroenterology and Hepatology. Diakses 2022. Diarrhea During COVID-19 Infection: Pathogenesis, Epidemiology, Prevention, and Management.

World Health Organization. Diakses 2022. Diarrhoeal disease

Healthline. Diakses 2022. How to Manage Diarrhea When You’ve Developed COVID-19

Dokter terkait: dr. Theresia Rina Yunita

virus corona
Diare