HomeGaya hidupPerawatan WanitaPenyebab Rasa Terbakar pada Vagina
Perawatan Wanita

Penyebab Rasa Terbakar pada Vagina

dr. Sara Elise Wijono MRes, 28 Agu 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Vagina terasa panas dan terbakar jangan diabaikan. Kenali 11 penyebab Miss V terasa panas dan gatal berikut ini agar bisa diobati dengan tepat.

Penyebab Rasa Terbakar pada Vagina

Vagina terasa gatal dan panas seperti terbakar cukup umum terjadi. Selain menimbulkan ketidaknyamanan, kondisi vagina panas dapat menandakan adanya penyakit pada organ intim.

Nah, kenapa vagina terasa panas? Ada beragam penyebab vagina terasa panas, mulai dari iritasi, lecet, infeksi akibat jamur dan bakteri, dan sebagainya.

Agar lebih paham, kenali lebih jauh yuk penyebab miss V gatal seperti terbakar di bawah ini: 

1. Iritasi 

Penyebab vagina terasa panas bisa karena iritasi. Hal ini terjadi karena gesekan antara kulit vagina dengan benda tertentu, seperti sabun mandi, sabun vagina, mainan seks, dan sebagainya.

Jenis iritasi vagina yang bisa kamu alami adalah dermatitis kontak. Selain memicu rasa terbakar, gejala dermatitis kontak menimbulkan rasa gatal, kemerahan, dan nyeri. 

Iritasi vagina bisa dicegah dengan menghindari bahan-bahan yang bisa menyebabkan iritasi, terutama wewangian. Dalam beberapa kasus, iritasi vagina mungkin pula diatasi menggunakan obat-obatan tertentu.

Artikel lainnya: Perubahan Bentuk Vagina Sebelum Hamil dan Setelah Melahirkan

2. Vaginosis Bakterialis

Bacterial vaginosis (BV) terjadi ketika ada terlalu banyak jenis bakteri di vagina. Bakteri ini nantinya akan memengaruhi keseimbangan pH normal area kewanitaan. 

Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat, BV adalah infeksi vagina paling umum yang menjangkiti wanita berusia 15-44 tahun. Menderita BV dapat meningkatkan risiko penyakit menular seksual. 

Gejala BV yang bisa dikenali adalah rasa terbakar di vagina. Keluhan ini juga bisa muncul ketika buang air kecil. Selain rasa terbakar, terdapat beberapa gejala lain yang bisa menjadi tanda vaginosis bakteri, seperti nyeri, gatal, bau amis, dan keputihan tidak normal.

3. Infeksi Jamur

Infeksi vagina yang disebabkan oleh jamur dapat menyebabkan sensasi terbakar. Kondisi ini disebut pula sebagai kandidiasis

Gejala kandidiasis bermacam-macam, seperti rasa terbakar, gatal, sakit saat berhubungan seks dan buang air kecil, keluar cairan dari vagina, dan sebagainya.

4. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) kemungkinan akan menimbulkan rasa terbakar di vagina saat buang air kecil. 

Tidak hanya itu, gejala ISK juga meliputi sering buang air kecil, nyeri saat buang air kecil, muncul darah pada urine, dan sakit perut bagian bawah. 

Jika mengalami infeksi saluran kemih, dokter biasanya meresepkan antibiotik. Secara umum, infeksi akan hilang dalam waktu sekitar lima hari setelah pengobatan dimulai.

5. Trikomoniasis

Penyebab daerah miss v terasa panas berikutnya adalah trikomoniasis. Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual akibat parasit Trichomonas vaginalis. Penularannya terjadi dari satu orang ke orang lain selama berhubungan seksual. 

Gejala trikomoniasis dapat meliputi sensasi terbakar, gatal, kemerahan, dan nyeri saat buang air kecil.

6. Gonore

Gonore terjadi ketika bakteri Neisseria gonorrhoeae menginfeksi selaput lendir, seperti leher rahim, rahim, dan saluran tuba. 

Gonore biasanya ditularkan melalui kontak seksual dengan orang yang sedang terinfeksi. Kondisi ini bisa terjadi pada wanita berusia 15-24 tahun. 

7. Chlamydia

Chlamydia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Biasanya penyakit ini ditularkan melalui kontak seksual. 

Menurut data CDC, setidaknya 70 persen orang dengan klamidia tidak mengalami gejala. Namun, ketika gejalanya muncul, penderitanya akan mengalami sensasi panas, gatal, volume keputihan meningkat, serta sakit saat berhubungan seks dan buang air kecil. 

Karenanya, chlamydia dikenal pula sebagai silent infection. Klamidia biasanya diatasi dengan pemberian antibiotik. Konsultasikan kepada dokter mengenai dosis yang tepat, ya!

8. Herpes

Herpes genital disebabkan oleh kontak kulit dengan orang yang memiliki virus herpes. Wanita dinilai lebih rentan terhadap infeksi ini dibanding pria.

Begitu seseorang terjangkit virus herpes, virus ini akan berada di dalam organ intim. Virus mungkin tidak mengembangkan tanda atau gejala apa pun sampai ia menjadi aktif. 

Ketika virus herpes aktif, penderitanya akan mengalami sensasi terbakar, gatal hebat, organ intim bengkak, rasa sakit pada vagina, terutama saat buang air kecil, dan keputihan. 

Luka dan kemunculan bintik juga bisa dialami wanita pengidap herpes. Gejala herpes masih bisa diatasi dan dicegah dengan obat antivirus.

Artikel lainnya: Bentuk Vagina seperti Jengger Ayam, Normalkah?

9. Menopause

Menopause adalah kondisi berhentinya siklus menstruasi wanita secara alami. Menopause juga bisa menjadi penyebab vagina terasa terbakar. 

Umumnya, rasa panas pada vagina akibat menopause hanya terjadi sementara dan tidak berbahaya.

10. Alergi Kontak Kelamin

Sistem kekebalan beberapa wanita bisa menjadi hipersensitif terhadap zat tertentu. Zat-zat ini dapat menyebabkan iritasi alergi ketika bersentuhan dengan vagina. Contoh zat yang dimaksud, yaitu air mani, cairan pada kondom, dan sebagainya. 

Jika mengalami alergi kontak kelamin, konsultasikan dengan dokter untuk pengobatan yang tepat. 

11. Lichen Sclerosus

Lichen sclerosus disebabkan peradangan jangka panjang pada kulit. Menurut studi yang dimuat International Journal of Women’s Health, kondisi ini umumnya terjadi pada area kelamin. 

Nyeri pada vulva (bagian luar organ seksual wanita) adalah salah satu gejala yang paling sering dikeluhkan. Selain itu, sering muncul keluhan gatal pada kelamin pengidap lichen sclerosus. Jika diamati, akan terlihat lesi berwarna putih pada area kelamin.

Kondisi ini tidak dapat disembuhkan. Namun, bisa dikontrol gejalanya agar tidak menyebabkan perburukan melalui terapi.

Bila kamu vagina terasa panas ataupun mengalami keluhan lainnya pada organ kewanitaan, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin. 

Konsultasi lebih mudah dan cepat bisa melalui fitur Live Chat KlikDokter. Penanganan yang cepat bisa #JagaSehatmu sehingga mencegah perburukan penyakit.

Untuk tahu informasi seputar kesehatan kelamin, unduh aplikasi KlikDokter, ya!

(ADT/JKT)

Referensi:

International Journal of Women's Health. Diakses 2022. Vulvar lichen sclerosus: Current perspectives. International Journal of Women's Health. 

Vagina

Konsultasi Dokter Terkait