Kehamilan

Perubahan Bentuk Vagina Sebelum Hamil dan Setelah Melahirkan

dr. Devia Irine Putri, 07 Jul 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Perubahan bentuk miss V bisa terjadi sebelum dan setelah melahirkan. Ketahui perbedaan miss V sebelum dan sesudah melahirkan di sini.

Perubahan Bentuk Vagina Sebelum Hamil dan Setelah Melahirkan

Selain memengaruhi berat badan, kehamilan juga bisa menyebabkan perubahan pada vagina. Bahkan, perubahan miss V bisa berlanjut setelah melahirkan.

Efeknya, tak sedikit wanita merasa cemas dan tidak percaya diri terkait perubahan di organ kewanitaannya. Apakah kamu salah satunya?

Perlu diketahui, perubahan vagina saat hamil dan sesudah melahirkan lumrah terjadi. Karena itu, kamu tidak perlu khawatir. 

Lalu, seperti apa perubahan bentuk miss V sebelum dan pascamelahirkan? Yuk, cari tahu.

Artikel Lainnya: Vagina Gatal saat Hamil, Normal atau Tidak?

Perubahan Vagina Sebelum Melahirkan

Sebelum melahirkan, terdapat beberapa perubahan vagina yang mungkin terjadi, di antaranya:

1. Vagina Muncul Varises 

Kehamilan adalah penyebab paling umum dari varises vagina alias vulvar varicosities. varises vagina adalah kondisi pembengkakan pembuluh darah vena di vagina. Hal ini disebabkan oleh penumpukan darah di dalam pembuluh tersebut.

Sebuah studi tahun 2017 memperkirakan bahwa 18-22 persen wanita hamil dan 22-34 persen wanita dengan varises di dekat panggul bisa mengalami varises vagina. 

Selain itu, diperkirakan 4 persen wanita memiliki varises vulva. Varises biasanya terjadi selama kehamilan dan hilang dengan sendirinya dalam kurun 6 minggu setelah melahirkan.

2. Vagina Tampak Membengkak 

Saat hamil, darah berlebih yang mengalir lewat area vagina dapat membuat organ intim ini terasa penuh, berat, dan terlihat membengkak. Selain itu, vagina juga bisa mengalami perubahan warna.

Umumnya, vagina berwarna merah muda. Namun, vagina ibu hamil bisa berubah menjadi kebiruan. Hal ini disebabkan adanya peningkatan aliran darah menuju vagina. 

3. Vagina Kentut 

Terdengar aneh, tapi vagina kentut benar adanya. Penumpukan udara selama kehamilan di vagina bisa membuat organ intim kamu mengeluarkan gas dan suara seperti kentut. 

Namun, kamu tidak perlu khawatir, karena vagina kentut bukanlah pertanda buruk. 

4. Vagina Terasa Gatal 

Vagina terasa gatal bisa dialami saat masa kehamilan. Hal ini bisa terjadi karena adanya perubahan hormon saat hamil.

Nah, vagina gatal saat hamil tidak boleh digaruk terlalu keras, ya! Tujuannya agar mengurangi risiko iritasi dan luka pada vagina.

Artikel Lainnya: Fakta Tentang pH Vagina yang Perlu Diketahui Wanita

Hal yang Mungkin Terjadi pada Vagina Setelah Melahirkan 

 

Perubahan bentuk vagina tidak hanya terjadi ketika hamil, tetapi juga sesudah melahirkan. Biasanya, perubahan bentuk miss V pascamelahirkan dirasakan ibu yang melalui proses persalinan pervaginam.

Kenapa terjadi perubahan bentuk miss V setelah melahirkan? Karena proses persalinan, terutama persalinan normal melibatkan relaksasi otot-otot polos yang ada di vagina dan otot dasar panggul. 

Relaksasi otot polos diperlukan untuk memperlebar jalan lahir bayi saat persalinan. 

Setelah proses persalinan, terdapat beberapa perubahan vagina yang bisa dirasakan, antara lain:

1. Vagina Terasa Longgar 

Perbedaan miss V sebelum dan sesudah melahirkan dapat terlihat jelas pada vagina yang jadi lebih longgar.

Seperti yang sudah disebutkan, hal ini disebabkan relaksasi otot-otot polos vagina ketika persalinan.

Untuk membantu menguatkan kembali otot-otot di sekitar vagina, kamu bisa melakukan senam kegel. 

2. Perubahan Warna Vulva Vagina

Perubahan hormonal akibat kehamilan menyebabkan warna vulva vagina kamu semakin gelap. Warna gelap ini juga bisa bertahan sesudah melahirkan, lho.

Karena itu, jangan panik jika bentuk miss V pascamelahirkan normal berwarna gelap. Sebab, perubahan ini bersifat sementara. 

Nantinya ketika kadar hormon kembali normal, warna vulva akan kembali seperti semula.

3. Keluar Cairan Dari Vagina

Vagina mengeluarkan darah atau cairan merupakan hal normal yang terjadi setelah persalinan. Lambat laun, jumlah darah atau cairan yang keluar akan berkurang dengan sendirinya dalam hitungan pekan.

Namun, kamu patut waspada jika vagina mengeluarkan darah atau cairan berbau tidak sedap dalam jumlah berlebih, disertai demam dan nyeri perut. Jika kamu mengalami kondisi ini segera konsultasikan dengan dokter. 

Artikel Lainnya: Ibu Hamil Keputihan, Apakah Berbahaya bagi Janin?

4. Vagina Nyeri

Usai melahirkan, vagina bisa mengalami rasa nyeri. Nyeri vagina bisa disebabkan oleh prosedur episiotomi ataupun penggunaan forcep saat proses persalinan.

Meski begitu, umumnya nyeri pada vagina akan membaik setelah 6-12 minggu pascamelahirkan. 

5. Sensitivitas Vagina Berkurang 

Sensitivitas vagina bisa berkurang drastis setelah melahirkan. Hal ini dapat memengaruhi kehidupan seksual kamu dan pasangan dalam beberapa bulan setelah persalinan. 

6. Berhubungan Seks Tidak Nyaman

Usai melahirkan, vagina akan terasa lebih kering. Selain itu, organ kewanitaan ini juga lebih sulit merasakan rangsangan seksual. 

Hal ini bisa menyebabkan rasa tidak nyaman bahkan nyeri ketika berhubungan seks. Di saat bersamaan, rendahnya kadar estrogen juga bisa menurunkan gairah seks kamu. 

7. Adanya Jaringan Parut

Tidak menutup kemungkinan saat proses persalinan, dibutuhkan prosedur episiotomi untuk membantu mengeluarkan bayi. Prosedur ini bisa saja menyebabkan terbentuknya jaringan parut di sekitar area yang digunting. 

Jaringan parut bisa menyebabkan rasa nyeri dan tidak nyaman.

8. Tak Bisa Menahan Pipis

Usai melahirkan, beberapa ibu bisa mengalami kesulitan menahan pipis. Kondisi ini biasanya disertai rasa nyeri dan terbakar ketika buang air kecil. 

Jika tidak ditangani, kesulitan menahan pipis bisa mengganggu kualitas hidup penderitanya. Kesulitan menahan kencing terjadi karena longgarnya otot panggul akibat kehamilan. 

Secara umum keluhan ini akan membaik jika otot-otot panggul mulai menguat. Jika kamu mengalami masalah ini, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter. 

Itu dia sejumlah perubahan bentuk miss V sebelum dan pascamelahirkan. Meski bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, perubahan tersebut bukanlah kondisi yang mematikan dan dapat disembuhkan melalui terapi.

Yuk, #JagaSehatmu dengan download aplikasi KlikDokter untuk mengikuti informasi seputar kesehatan ibu dan bayi. Kamu juga bisa berkonsultasi mengenai topik kesehatan apa pun melalui fitur tanya dokter online di KlikDokter. Jangan tunggu sakit, segera konsultasi!

(ADT/JKT)

Vagina