Pencernaan

Jenis-Jenis Bakteri Penyebab Diare

Tri Yuniwati Lestari, 08 Jul 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Hati-hati, ada beberapa jenis bakteri yang menyebabkan diare. Ketahui selengkapnya di artikel ini!

Jenis-Jenis Bakteri Penyebab Diare

Bakteri merupakan salah satu penyebab diare. Diare yang disebabkan oleh bakteri biasanya akibat konsumsi makanan yang sudah terkontaminasi bakteri tersebut. 

Menurut dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, beberapa bakteri yang dapat menyebabkan diare adalah Salmonella, E. coli, dan Campylobacter. Infeksi bakteri-bakteri ini sebagian besar berasal dari makanan yang terkontaminasi.

“Biasanya, ciri-ciri diare karena bakteri antara lain demam, nyeri atau kram perut, kemudian juga bisa terdapat darah pada feses,” ucap dr. Iqbal. 

Berikut ini penjelasan lengkap bakteri penyebab diare:

1. Salmonella

Diare akibat Salmonella kebanyakan terjadi akibat makanan terkontaminasi. Namun, infeksi Salmonella juga bisa berasal dari air, permukaan benda, atau tangan yang terkontaminasi, dan kotoran hewan. 

Jika kamu terinfeksi bakteri Salmonella, hindari kontak dengan orang lain setidaknya 24 jam setelah muntah dan diare berhenti. Karena, kamu berisiko menyebarkan bakteri kepada orang lain. 

Artikel lainnya: Cara Mudah Jaga Kesehatan Bakteri Saluran Pencernaan Anak

Pastikan minum banyak cairan seperti air mineral untuk mencegah dehidrasi akibat diare. 

Kebanyakan orang sembuh dalam waktu sekitar seminggu dan tidak memerlukan antibiotik. Namun, antibiotik dapat diresepkan untuk anak kecil atau orang tua yang terinfeksi bakteri Salmonella.

Hindari obat-obatan untuk mencegah muntah atau diare, kecuali memang dianjurkan dokter.

Jika bayi terinfeksi Salmonella, dokter biasanya akan menyarankan untuk tetap memberikan ASI. Jika bayi minum susu formula, tetap berikan setelah mencukupi cairan dengan rehidrasi oral.

Cara mencegah infeksi bakteri Salmonella antara lain:

  • Masak makanan dengan bersih dan matang
  • Cuci tangan setelah dari toilet, sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, saat mengganti popok, dan setelah menyentuh binatang
  • Hati-hati dalam mengonsumsi makanan berisiko tinggi terkontaminasi Salmonella, seperti telur mentah atau setengah matang dan susu tidak dipasteurisasi

“Segera periksa ke dokter jika kamu mengalami diare yang berdarah. Dokter akan melakukan pemeriksaan menggunakan sampel tinja (kotoran) untuk menguji bakteri dan memastikan apa yang menjadi penyebab diare,’’ ucap dr. Iqbal.

2. E. Coli

E. coli (Escherichia coli) adalah sekelompok bakteri yang ditemukan di usus hampir semua manusia dan hewan. 

Ada banyak jenis E. coli, beberapa di antaranya tidak menyebabkan penyakit. Namun, beberapa lainnya dapat menyebabkan penyakit ringan maupun serius.

Penularan infeksi E. coli dapat terjadi melalui:

  • Makanan terkontaminasi, seperti daging, produk susu tidak dipasteurisasi, serta buah dan sayuran mentah yang tidak dicuci
  • Air yang terkontaminasi, terutama di pedesaan atau kolam renang
  • Kontak dengan orang yang sakit, terutama dari muntah atau kotorannya 
  • Kontak dengan hewan yang membawa bakteri E. coli

Pengobatan infeksi E. coli tergantung bagian tubuh mana yang terinfeksi dan seberapa serius penyakitnya.

Untuk mengetahui apakah diare yang dialami disebabkan oleh bakteri E. coli, pemeriksaan oleh dokter diperlukan. Biasanya pengujian laboratorium pada tinja ataupun tes darah bisa dilakukan.

Jika mengalami diare dan tidak terlalu merasa sakit, tetap minum banyak cairan. Kebanyakan orang sembuh dalam 5-10 hari tanpa pengobatan.

Kamu dapat mencegah diare akibat E. coli dengan mempraktikkan gaya hidup bersih. Selalu cuci tangan setelah dari toilet ataupun mengganti popok.

Artikel lainnya: Air Minum Anda Sehari-hari Sebabkan Diare, Kok Bisa?

Selain itu, penting untuk menyiapkan, memasak, dan menyimpan makanan dengan benar. Cuci buah dan sayuran yang akan kamu makan mentah dengan air bersih untuk mengurangi kontaminasi E. coli.

3. Campylobacter

Terakhir, bakteri yang menyebabkan diare adalah Campylobacter. Bakteri ini menyebabkan infeksi bernama campylobacteriosis

Kamu dapat terinfeksi Campylobacter dari:

  • Makan makanan yang terkontaminasi, terutama unggas
  • Minum air terkontaminasi atau susu tidak dipasteurisasi
  • Kontak dengan orang ataupun hewan yang terkontaminasi

Infeksi Campylobacter cenderung lebih mudah menyerang anak-anak, lansia, serta orang dengan sistem kekebalan terganggu ataupun kekurangan gizi.

Kebanyakan orang yang terinfeksi Campylobacter sembuh dalam waktu sekitar satu minggu tanpa perawatan medis. Namun, penyembuhan juga dapat memakan waktu hingga dua minggu.

Istirahat dan minum banyak cairan harus dilakukan. Temui dokter segera jika gejala diare bertambah parah. 

Untuk mencegah infeksi Campylobacter, berikut langkah yang diperlukan:

  • Perhatikan kebersihan diri 
  • Masak daging, unggas, dan telur hingga matang
  • Cuci tangan setelah memegang hewan peliharaan atau hewan ternak
  • Bawa hewan peliharaan ke dokter jika hewan kena diare

Jangan sepelekan gejala diare yang terjadi pada diri kamu atau orang terdekat. Segera minta pengobatan diare dari dokter atau apoteker. 

Kamu dapat konsultasi dengan dokter lebih cepat di aplikasi KlikDokter, solusi untuk #JagaSehatmu!

(FR/JKT) 

Referensi:

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases Amerika Serikat. Diakses 2022. Symptoms & Causes of Diarrhea.

National Library of Medicine Amerika Serikat. Diakses 2022. Bacterial Diarrhea.

Health Direct Australia. Diakses 2022. Underlying causes of diarrhoea.

Health Direct Australia. Diakses 2022. Salmonella.

Health Direct Australia. Diakses 2022. E. coli infection.

Health Direct Australia. Diakses 2022. Campylobacter infection.

Ditinjau oleh dr. Muhammad Iqbal Ramadhan

Infeksi bakteri
bakteri
Diare