Sukses

Keputihan Disertai Darah, Berbahayakah?

Keputihan disertai darah bukanlah hal wajar. Penyebabnya bisa karena iritasi, atau penyebab lain yang lebih serius.

Keputihan merupakan campuran cairan dari rahim dan vagina yang membantu menjaga vagina tetap bersih, lembap, serta terlindungi dari berbagai infeksi.

Keputihan pada dasarnya adalah kondisi yang dialami pada setiap wanita. Normalnya, keputihan tidak berwarna atau berwarna keputihan, tidak atau sedikit berbau, dan tidak menimbulkan keluhan.

Atas dasar itu, adanya keputihan disertai darah bukanlah hal yang wajar.

1 dari 2 halaman

Penyebab Keputihan Bercampur Darah

Ada beberapa alasan wanita mengalami keputihan yang disertai darah, mulai dari yang tidak berbahaya hingga yang menunjukan suatu gangguan kesehatan yang serius. Di bawah ini beberapa penyebab Keputihan bercampur darah:

Haid

Jika Anda mengalami keputihan bercampur darah tepat sebelum periode haid dimulai, tak perlu khawatir karena hal tersebut merupakan darah haid yang bercampur dengan cairan vagina normal.

Keputihan bercampur darah kecokelatan juga dapat terjadi pada akhir haid.

Artikel Lainnya: Ciri-ciri Keputihan Tidak Normal

Implantasi

Bagi para wanita yang memiliki riwayat berhubungan seksual atau sudah menikah, keputihan bercampur darah bisa menjadi tanda awal kehamilan.

Hal ini terjadi karena proses penempelan sel telur di dinding rahim, yang terkadang menyebabkan perdarahan dan bercampur dengan cairan vagina normal. Sehingga, terlihat seperti cairan yang bercampur darah.

Infeksi Menular Seksual

Salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang sering terjadi ialah infeksi gonore. Salah satu gejalanya adalah keputihan yang disertai darah.

IMS mudah terjadi pada seseorang yang sering gonta-ganti pasangan dan berhubungan seksual tanpa pengaman.

Selain gonore, infeksi lain yang bisa menyebabkan keputihan disertai darah adalah klamidia. Terkadang, kedua jenis infeksi ini tidak menimbulkan gejala pada sebagian wanita.

Infeksi gonore dan klamidia harus diobati dengan benar. Jika tidak, nantinya akan timbul masalah serius seperti penyakit radang panggul, yang dapat memengaruhi kesuburan wanita.

Iritasi

Iritasi dapat disebabkan oleh penggunaan beberapa hal seperti sabun yang menggunakan pewangi, douching vagina, dan penyebab alergi lainnya.

Hal-hal tersebut dapat menyebabkan iritasi dan menimbulkan keluhan keputihan yang disertai sedikit bercak darah.

Hal ini biasanya hanya terjadi sebentar (sekitar 1-2 hari). Jika lebih dari itu, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter.

Artikel Lainnya: Keputihan Berwarna Hijau, Normalkah?

Kanker Serviks

Keputihan yang disertai darah juga dapat menjadi pertanda adanya masalah yang lebih serius, seperti kanker serviks.

Kanker serviks merupakan kanker pada mulut rahim. Penyebabnya ialah infeksi human papiloma virus (HPV) yang ditularkan melalui hubungan seksual atau cairan tubuh.

Sebagian besar wanita yang mengalami kanker serviks juga diketahui tidak pernah atau tidak rutin melakukan pemeriksaan pap smear.

Selain keputihan disertai darah dan berbau, kanker serviks juga dapat menimbulkan keluhan nyeri saat berhubungan seksual, perdarahan setelah berhubungan seksual atau di antara siklus haid.

Tidak hanya itu, kanker serviks juga dapat menyebabkan darah haid menjadi lebih banyak dan siklus menstruasi lebih panjang.

Karenanya, sangat penting bagi setiap wanita yang belum menikah atau berniat untuk menikah untuk melakukan vaksin HPV.

Bagi wanita yang sudah menikah, wajib melakukan pemeriksaan pap smear rutin dua tahun sekali.

Melalui pap smear, dapat terdeteksi jika ada kelainan pada mulut rahim yang mengarah ke timbulnya kanker. Bila diketahui sejak dini, kanker akan lebih mudah diobati.

Kanker Endometrium

Kanker endometrium adalah pertumbuhan sel abnormal di dinding rahim. Kanker ini sering terjadi pada wanita berusia di atas 50 tahun.

Penyebabnya adalah ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron, yang menyebabkan penebalan dinding rahim terus-menerus.

Selain keputihan yang disertai darah, keluhan lainnya ialah perdarahan di luar siklus haid, nyeri saat berhubungan seksual, dan nyeri panggul.

Jika kanker endometrium diketahui sejak awal, maka akan dapat mencegah penyebaran kanker ke luar rahim.

Keputihan disertai darah bukanlah sesuatu yang wajar. Penyebabnya bisa akibat iritasi, atau hal lain yang lebih serius seperti kanker serviks atau kanker endometrium.

Jika Anda mengalami keputihan yang disertai darah, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan agar dapat diketahui penyebab dan cara terbaik  mengobatinya.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar