Perawatan Wanita

Penyebab Keputihan Setelah Berhubungan Seks

Endah Murniaseh, 07 Feb 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Wanita bisa mengalami keputihan setelah berhubungan seks. Apakah normal? Simak beberapa penyebab keputihan setelah berhubungan di sini.

Penyebab Keputihan Setelah Berhubungan Seks

Keputihan merupakan kondisi yang cukup wajar dialami wanita. Adanya keputihan umumnya justru menjadi hal yang baik, karena akan menjaga kebersihan dan kelembapan vagina, serta mencegah infeksi.

Namun, apakah keputihan setelah berhubungan seks normal? Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, hal ini bisa terjadi karena tubuh mengeluarkan cairan di vagina untuk menyeimbangkan kadar pH di area vagina. 

Menurutnya, ciri keputihannya berwarna bening, tidak gatal, dan tidak menimbulkan rasa panas. Namun, cairan keputihan yang berbau busuk dan warnanya tidak biasa (kuning atau abu-abu) perlu diwaspadai karena bisa menunjukkan masalah kesehatan. 

Pahami sederet penyebab keputihan setelah berhubungan seksual berikut:

1. Gairah Seksual

Gairah seksual saat berhubungan akan meningkatkan aliran darah ke organ vital. Hal ini akhirnya membuat pembuluh darah melebar agar bisa menampung suplai darah yang ada.

Pada kondisi ini, akan terjadi pembengkakan pada area vagina, seperti labia, klitoris, dan jaringan yang melapisi vagina. 

Selain itu, kelenjar vagina juga akan mengeluarkan cairan bening dan encer untuk melumasi vagina saat berhubungan seks.

Cairan tersebut bisa membuat keputihan semakin terlihat. Keputihan akan menjadi semakin kental dan berwarna bening atau putih susu.

Artikel Lainnya: Efek Samping Seks pada Wanita Ini Aneh tapi Normal

1 dari 2

2. Ejakulasi Wanita

Tidak hanya pria, namun beberapa wanita juga bisa ejakulasi, meski tidak semua mengalaminya. Ejakulasi wanita akan memicu keluarnya cairan melalui uretra. 

Menurut The Journal of Sexual Medicine, diperkirakan sebanyak 10-54 persen wanita yang berhubungan seks telah mengalami ejakulasi.

Anda tidak perlu khawatir saat mengalaminya, karena ini merupakan kondisi normal dan alami.

3. Perubahan Siklus Menstruasi

Menurut dr. Dyah Novita, keputihan yang muncul saat berhubungan seks di kala wanita sedang mengalami perubahan siklus haid terjadi karena ketidakseimbangan hormon. 

Saat awal dan akhir siklus menstruasi, keputihan akan kental dan berwarna putih. Saat ovulasi, akan berwarna bening dan cair. 

Menjelang akhir siklus haid, keputihan akan berwarna cokelat karena terdapat darah di dalamnya. Kondisi tersebut normal.

Artikel Lainnya: 8 Hal yang Bisa Terjadi pada Organ Intim Wanita Usai Berhubungan Seks

2 dari 2

4. Vaginosis Bakterialis

Keputihan setelah berhubungan seks akan lebih jelas terlihat jika Anda mengalami bacterial vaginosis (BV). Kondisi ini terjadi karena pH vagina yang berubah dan mengganggu keseimbangan bakteri sehat di vagina. 

Infeksi ini akan membuat keputihan menjadi putih keruh atau abu-abu, disertai bau amis yang kuat. 

Beberapa kasus vaginosis bakterialis umumnya tidak memerlukan pengobatan. Namun, jika kondisi ini memicu rasa gatal atau terbakar pada vagina dan sekitar vulva, serta membuat buang air kecil menyakitkan, maka perlu pemeriksaan dokter dan antibiotik. 

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), BV harus segera diobati. Jika tidak, bisa meningkatkan risiko beberapa penyakit seperti HIV, klamidia, gonore, dan radang panggul.

5. Infeksi Jamur Vagina

Adanya yeast infection bisa membuat wanita mengalami keputihan berwarna putih dan menggumpal selama ataupun setelah berhubungan seks. Jamur Candida merupakan penyebab infeksi ini. 

Saat pertumbuhan jamur tersebut terlalu cepat pada vagina, hal ini bisa memicu infeksi jamur vagina

6. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Hubungan seks berisiko bisa menyebabkan IMS. Kondisi ini dapat menyebabkan keputihan tidak normal.

Artikel Lainnya: Penyebab Perdarahan Usai Hubungan Intim

Terdapat dua jenis penyakit menular seksual yang bisa memicu keputihan, yaitu:

Klamidia 

Keputihan yang terjadi karena klamidia akan berwarna kuning. Saat mengalami klamidia, Anda bisa tidak mengalami gejala. Kalau pun muncul, gejalanya terlihat jelas beberapa hari hingga beberapa minggu setelah tertular.

Gejala klamidia yang bisa dialami antara lain perdarahan, nyeri, ataupun keluarnya cairan pada dubur; buang air kecil menyakitkan, dan perdarahan vagina.

Gonore

Kondisi ini terjadi karena infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Saat mengalami gonore, wanita bisa mengalami keputihan berwarna putih, kuning, hingga hijau. Selain itu, jumlah keputihan juga akan meningkat.

Gejala gonore yang bisa dialami antara lain buang air kecil sulit dan sakit, ada gejala infeksi saluran kemih, serta perdarahan antara periode menstruasi. 

Keputihan setelah berhubungan seks ada yang normal maupun tidak. Pastikan Anda mengecek keputihan yang dialami. 

Jika tidak normal, segera periksa ke dokter untuk mengetahui penyebab keputihan. Gunakan fitur Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter untuk konsultasi cepat dan mudah.

(FR/AYU)

Referensi:

  • Wawancara dr. Dyah Novita Anggraini.
  • Medical News Today. Diakses 2022.What can cause discharge after sex?
  • The Journal of Sexual Medicine. Diakses 2022. Female Ejaculation Orgasm vs. Coital Incontinence: A Systematic Review.
  • National Health Service Inggris. Diakses 2022. Vaginal discharge.
  • Medical News Today. Diakses 2022. What is female ejaculation?

Ditinjau oleh dr. Dyah Novita Anggraini

Vagina
Seks
Reproduksi Wanita
Keputihan