Keputihan

Keputihan merupakan cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan kelembapan organ kewanitaan. Ini penyebab, gejala, dan pengobatannya.


Keputihan

Dokter Spesialis

Spesialis kulit dan kelamin; spesialis kebidanan dan kandungan

Gejala

Bau menyengat, keputihan menggumpal seperti keju, nyeri hingga gatal pada area vagina, nyeri berkemih

Faktor Risiko

Kurang kebersihan vagina, berhubungan seksual tanpa pengaman, sering berganti pasangan seksual, menderita diabetes, konsumsi pil KB

Cara Diagnosis

Wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan tambahan

Pengobatan

Obat-obatan sesuai penyebab

Obat

Antijamur, antibiotik

Komplikasi

Radang panggul kronis, memengaruhi kesuburan

Kapan Harus ke Dokter?

Demam, nyeri perut, penurunan berat badan tanpa sebab, kelelahan, peningkatan frekuensi berkemih, nyeri berkemih, nyeri pinggul


Pengertian

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Cairan tersebut menjaga vagina tetap bersih dan lembap, sekaligus melindunginya dari infeksi.

Jenis

Keputihan terdiri dari dua macam, yakni:

Fisiologis

Keputihan fisiologis (alami) adalah keputihan yang normal. Ciri-ciri keputihan normal antara lain berjumlah sedikit, cair, bening sampai keputihan, tidak berbau, dan tidak menyebabkan gatal.

Keputihan alami dapat terjadi karena perubahan hormonal selama siklus haid, stres, kehamilan, alat kontrasepsi, ataupun aktivitas seksual.

Patologis

Keputihan patologis (kelainan) adalah keputihan yang tidak normal, yaitu bila terjadi perubahan jumlah, konsistensi, warna, bau, atau disertai keluhan lain (gatal dan rasa terbakar).

Kondisi-kondisi ini dapat menjadi tanda adanya infeksi atau masalah lainnya, seperti benda asing, reaksi alergi, dan lain-lain.

Artikel Lainnya: Penyebab Sering Keputihan pada Remaja

Penyebab

Setelah mengetahui apa itu keputihan, Anda juga perlu tahu apa penyebabnya.

Keputihan dapat disebabkan oleh proses yang normal maupun abnormal.

Keputihan normal dapat disebabkan oleh perubahan hormon, rangsangan seksual, stres, kehamilan, dan ibu menyusui.

Sementara keputihan yang tidak normal paling sering disebabkan oleh tiga jenis mikroorganisme, yaitu:

  • jamur kandida (kandidiasis)
  • bakteri (vaginosis bakterial dan klamidiasis)
  • protozoa (trikomoniasis)

Gejala

Keputihan Normal akan menimbulkan gejala seperti:

  • tidak bau menyengat
  • tidak berwarna (bening) atau warna normal (warna putih biasa)
  • tekstur cairan keputihan tergantung dengan siklus menstruasi

Sementara itu, penyakit keputihan tidak normal menimbulkan gejala berikut:

  • bau yang menyengat
  • keputihan keluar lebih banyak dari biasanya
  • keputihan menggumpal seperti keju
  • keputihan memiliki warna (contoh: hijau, keabuan)
  • nyeri hingga gatal pada area vagina
  • nyeri saat buang air kecil
  • pendarahan saat menstruasi
  • pendarahan setelah berhubungan seksual

Faktor Risiko

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko keputihan, yakni:

  • kurangnya kebersihan pada area vagina
  • berhubungan seksual tanpa pengaman
  • memiliki banyak partner seksual atau sering berganti pasangan
  • menderita penyakit diabetes
  • mengonsumsi pil KB
  • menggunakan antibiotik atau steroid
  • memiliki imunitas yang lemah atau terinfeksi HIV

Artikel Lainnya: Ciri-Ciri Keputihan Normal yang Harus Wanita Tahu

Diagnosis

Pertama, akan dilakukan wawancara terlebih dahulu untuk menentukan apakah keputihan yang dikeluhkan termasuk normal atau tidak.

Dokter akan menanyakan keluhan yang dirasakan, bagaimana kaitannya dengan siklus menstruasi, cara perawatan area genital dan terkait partner hubungan seksual.

Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik, yaitu pemeriksaaan genital dan pemeriksaan abdomen (perut) bila diperlukan.

Cairan keputihan yang didapatkan juga dapat diperiksa secara kasat mata dengan hasil yang dapat mengarah ke kemungkinan penyebab. Berikut penjelasannya.

  • Jamur kandida: keputihan berwarna putih menggumpal seperti keju, tidak berbau, gatal, dan menyebabkan kemerahan di luar vagina.
  • Vaginosis bakterialis: keputihan berwarna keabu-abuan dan berbau amis.
  • Klamidia: Keputihan akibat klamidia kebanyakan tidak bergejala, tapi jika tidak diobati dapat menyebabkan rasa nyeri pada tulang panggul.
  • Trikomoniasis: keputihan berwarna kekuningan atau kehijauan, berbuih, bau tidak enak.
  • Kanker rahim atau leher rahim: keputihan akibat kanker leher rahim atau kanker rahim bewarna cokelat atau disertai bercak darah.

Selain itu, dapat juga dilakukan pemeriksaan tambahan lainnya untuk mendukung diagnosis, seperti:

  • pap smear,yaitu pengambilan jaringan pada mulut rahim untuk diperiksa lebih lanjut
  • tes pH,untuk memeriksa tingkat keasaman yang hasilnya dapat membantu mengarah ke diagnosis
  • tes sampel cairan vagina, untuk mendeteksi mikroorganisme penyebab keputihan
  • tes infeksi menular seksual, untuk mendeteksi adanya infeksi menular seksual, seperti gonore, chlamydia, dan trikomoniasis

Pengobatan

Cara mengatasi keputihan dilakukan sesuai dengan penyebab keputihan.

Konsultasi dapat dilakukan ke dokter spesialis kulit dan kelamin ataupun dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Keputihan karena Jamur Kandida 

Biasanya dokter akan meresepkan obat antijamur berbentuk gel yang dimasukkan ke dalam vagina. Dapat juga Anda diresepkan antijamur sediaan tablet untuk diminum.

Keputihan karena Vaginosis Bakterial

Obat keputihan akibat vaginosis bakterial yang biasanya diberikan dokter adalah antiobiotik jenis metronidazole ataupun klindamisin.

Obat dapat diberikan melalui vagina atau juga diminum.

Keputihan karena Klamidia

Keputihan karena bakteri klamidia dapat diobati dengan antibiotik azitromisin satu kali minum; ataupun doksisiklin selama 7 hari.

Obat ini dapat mengatasi bakteri penyebab keputihan.

Keputihan karena Trikominiasis

Oleh dokter, Anda dapat diresepkan obat metronidazole untuk mengatasi keputihan akibat trikominiasis.

Pada keputihan akibat klamidia dan trikomoniasis, pasangan seksual juga harus diobati.

Artikel Lainnya: Bahaya di Balik Keputihan Menggumpal

Pencegahan

Keputihan yang bersifat patologis dapat dihindari dengan menerapkan hal-hal berikut.

  • Jaga kebersihan area genital dengan mencucinya secara lembut menggunakan sabun tidak berpewangi pada area luar. Jangan memberi sabun secara langsung ke vagina.
  • Hindari penggunaan cairan pembersih vagina.
  • Bersihkan area vagina dari arah depan ke belakang; jangan sebaliknya.
  • Keringkan area vagina usai buang air dengan tisu atau handuk bersih.
  • Gunakan celana dalam berbahan katun.
  • Sebaiknya hindari celana yang terlalu ketat.
  • Berhubungan seksual yang aman dengan tidak berganti pasangan seksual.
  • Gunakan pelindung (kondom) untuk menghindari infeksi menular seksual.

Komplikasi

Jika tidak ditangani dengan maksimal, keputihan dapat menyebabkan penyakit radang panggul yang kronis. Hal ini dapat berpengaruh terhadap kesuburan Anda,

Jika ibu menderita keputihan selama kehamilan dan tidak diatasi dengan tepat, dapat berisiko mengalami keguguran, kelahiran prematur, dan ketuban pecah dini.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera ke dokter jika memiliki keluhan keputihan dengan gejala tidak biasa ditambah dengan keluhan lain, seperti:

  • demam
  • nyeri perut
  • penurunan berat badan tanpa sebab
  • kelelahan
  • peningkatan frekuensi berkemih
  • nyeri saat berkemih
  • nyeri pada pinggul

Jangan ketinggalan info seputar obat dan penyakit dengan mengunduh aplikasi KliKDokter. Download sekarang!

Video


(HNS/AYU)

Terakhir Diperbaharui: 28 Februari 2022

Diperbaharui: dr. Adeline Jaclyn

Ditinjau Oleh: dr. Adeline Jaclyn

Referensi:

  • Healthline. Diakses 2022. Dizziness.
  • Cleveland Clinic. Diakses 2022. Vaginal discharge.
  • NHS UK. Diakses 2022. Vaginal discharge.
  • WebMD. Diakses 2022. Vaginal discharge whats abnormal.
Aqua Panas Ujan
Pepsodent Sensitive Mineral Expert