Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
HomeGaya hidupPerawatan WanitaCiri dan Penyebab Keputihan Tidak Normal yang Mesti Perempuan Tahu
Perawatan Wanita

Ciri dan Penyebab Keputihan Tidak Normal yang Mesti Perempuan Tahu

dr. Sara Elise Wijono MRes, 17 Feb 2024

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Keputihan yang tidak normal pada wanita bisa mengkhawatirkan. Apa penyebab keputihan? Apakah berbahaya? Simak lengkapnya berikut ini!

Ciri dan Penyebab Keputihan Tidak Normal yang Mesti Perempuan Tahu

Tampaknya, hampir semua wanita mengalami keputihan. Baik itu terjadi sesudah atau sebelum menstruasi. Sayangnya, terkadang anggapan wajar inilah yang membuat Anda tak awas dengan masalah di daerah vagina tersebut. Bahkan, sebagian wanita tak paham adanya keputihan yang tidak normal.

Keputihan sendiri merupakan campuran cairan dari rahim dan vagina yang membantu menjaga vagina tetap bersih, lembap, dan terlindungi dari infeksi. Keputihan sendiri memiliki dua jenis, yaitu keputihan normal dan abnormal.

Keputihan normal biasanya berjumlah sedikit, cair, bening, tidak bau, dan tidak menimbulkan gatal.Namun, ada beberapa jenis keputihan yang harus diwaspadai karena menjadi tanda keputihan tidak normal. Bagaimana ciri-cirinya?

Ciri-ciri Keputihan Normal

Dijelaskan oleh dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter, ada beberapa ciri keputihan tidak normal yang perlu Anda waspadai, yaitu sebagai berikut ini.

  1. Perubahan Warna pada Keputihan

Umumnya, keputihan normal berwarna putih bening dan tidak berbau. Namun, jika keputihan yang Anda miliki justru berwarna putih susu, keabuan, atau hijau, maka ini bisa menandakan adanya masalah kesehatan serius. Biasanya, perubahan warna ini terjadi akibat adanya infeksi oleh bakteri.

  1. Timbul Bau Tidak Sedap

Jika perubahan warna disertai dengan bau yang menyengat, maka besar kemungkinan Anda memiliki infeksi bakteri pada vagina. Umumnya, bau yang timbul akan tercium seperti bau amis dan bau busuk.

  1. Punya Tekstur yang Berbeda

Keputihan memiliki tekstur yang berbeda-beda. Namun, biasanya keputihan yang normal memiliki tekstur yang cair dan tidak bergumpal. Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, cairan vagina memiliki konsistensi seperti lendir encer kental. Ini tergantung pada siklus hormon perempuan itu sendiri.

  1. Anda termasuk Orang Berisiko

Maksudnya di sini, ada kemungkinan Anda memang sudah terkena penyakit menular seksual sebelumnya. Selain itu, selama ini melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom. Umumnya, Anda akan mengalami keputihan yang lebih sering atau tidak wajar.

  1. Timbul Keluhan Nyeri

Keputihan yang normal tidak akan menimbulkan keluhan apapun. Namun dalam beberapa kasus, keputihan yang muncul bisa menimbulkan keluhan seperti nyeri saat buang air kecil, gatal, dan sakit di area vagina. Segera lakukan pemeriksaan jika kondisi ini Anda alami, terutama jika sudah terjadi cukup lama.

Ada beberapa lagi tanda yang harus diwaspadai, seperti keputihan yang menyebabkan gatal, cairan berlebih, berbusa, harap segera melakukan konsultasi ke dokter.

Penyebab Keputihan Tidak Normal

Umumnya, wanita akan mengalami keputihan normal menjelang menstruasi. Namun, ada juga yang mengalami keputihan di waktu-waktu tertentu.

Ada beberapa penyebab keputihan tidak normal pada wanita, yakni:

1. Vaginosis Bakterialis

Pada vagina wanita, terdapat banyak mikroorganisme yang hidup secara seimbang dan membuat vagina sehat. Jika kondisi keseimbangan ini terganggu, dapat timbul keputihan yang dikenal dengan vaginosis bakterialis.

Penyebab keputihan pada wanita ini adalah bakteri Gardnerella vaginalis yang berlebihan jumlahnya.

Ciri-ciri keputihan vaginosis bakterialis adalah cairan keputihan berwarna putih abu-abu, berbau amis, juga menimbulkan nyeri, gatal, atau rasa panas pada vagina.

2. Radang Panggul

Radang panggul atau biasa disebut pelvic inflammatory disease merupakan radang yang diakibatkan oleh infeksi. Radang panggul umumnya menyerang organ reproduksi wanita bagian dalam, seperti rahim dan ovarium.

Selain menyebabkan keputihan berlebihan, radang panggul juga bisa mengganggu kesuburan jika tidak diobati dengan benar.

3. Infeksi Jamur 

Infeksi jamur di vagina menyebabkan keputihan berwarna putih kekuningan berupa gumpalan seperti kepala susu, gatal, panas, serta nyeri setelah berkemih dan saat berhubungan seksual.

Jamur Candida merupakan jenis jamur yang umumnya menyebabkan keputihan pada vagina.

Jika kondisi vagina sering lembap, perkembangan jamur ini akan sangat mudah terjadi dan akhirnya menjadi penyebab keputihan. Oleh karena itu, kebersihan area kewanitaan memegang peranan penting dalam mengatasi infeksi jamur.

Selain kondisi vagina lembap, penggunaan antibiotik atau faktor lainnya juga bisa memengaruhi keseimbangan alami bakteri di daerah vagina.

4. Kanker Serviks

Penyakit mematikan seperti kanker serviks juga bisa menjadi penyebab keputihan banyak.

Umumnya kanker serviks tidak memiliki gejala, khususnya pada tahap awal. Kanker serviks akan menimbulkan keluhan jika sudah masuk stadium lebih tinggi.

Apabila keputihan berwarna cokelat, terdapat bercak darah, dan berbau busuk, maka ini bisa menjadi tanda kanker serviks.

Umumnya, gejalanya juga berlangsung dalam waktu lama, tidak mempan dengan pengobatan apa pun, dan dapat disertai rasa nyeri saat berhubungan seksual.

Artikel Lainnya: Ciri-Ciri Keputihan Normal yang Harus Wanita Tahu

5. Alergi pada Vagina

Alergi terhadap bahan kimia juga bisa menyebabkan vagina sering keputihan. Produk seperti krim, cairan, spray, sampai wewangian bisa membuat vagina alergi dan menimbulkan keputihan.

Jika hal ini terjadi, tidak heran bila keputihan menjadi lebih banyak, berwarna kuning keputihan, dan teksturnya bisa encer ataupun kental. Keputihan ini juga disertai rasa gatal, terbakar, nyeri, dan kemerahan pada daerah kemaluan.

Jika keluhan disebabkan reaksi alergi dan keputihan pada area vagina, maka hindari penyebab alergi agar keluhan membaik.

6. Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit akibat infeksi protozoa Trichomonas vaginalis. Infeksi penyebab keputihan ini sering kali menular melalui hubungan seksual.

Keputihan yang dialami dapat berwarna kuning atau kehijauan, berbau busuk, menyebabkan nyeri, peradangan, atau gatal pada area kemaluan.

7. Gonore

Penyebab keputihan berikutnya adalah gonore, atau sering dikenal dengan istilah kencing nanah. Sesuai namanya, keluhan keputihannya dapat berwarna kekuningan serupa nanah.

Infeksi ini disebabkan bakteri dan sering ditularkan melalui hubungan seksual.

8. Klamidia

Klamidia juga termasuk infeksi menular seksual yang disebabkan bakteri. Gejala keputihan akibat klamidia dapat berupa keluarnya cairan kehijauan, kekuningan, atau keruh.

Artikel Lainnya: Penyebab Keputihan Warna Putih Susu dan Cara Mengatasinya

9. Servisitis

Servisitis adalah peradangan pada serviks atau mulut rahim. Sering kali, penyebab peradangan ini adalah infeksi seksual, terutama gonore, klamidia, herpes, atau trikomoniasis.

Gejalanya adalah keluarnya nanah dari vagina, nyeri panggul, perdarahan vagina di luar jadwal haid atau setelah berhubungan intim, serta berbagai masalah berkemih.

Itulah beberapa penyebab keputihan pada wanita yang perlu Anda ketahui. Namun, keputihan tidak selalu menjadi indikasi adanya penyakit di dalam tubuh.

Jika keputihan disertai beberapa gejala yang telah disebutkan tadi, maka pemeriksaan ke dokter perlu Anda lakukan. Jadi, selalu waspada dengan gejala-gejala yang ada, ya!

Bila ingin tanya lebih lanjut seputar penyebab sering keputihan, konsultasi ke dokter lewat Tanya Dokter dan Temu Dokter Klikdokter.

(FR/AYU)

VaginaReproduksi WanitaKeputihan

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter