Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
Obat Jantung

Digoxin

apt. Evita Fitriani., S. Farm, 09 Juni 2022

Ditinjau Oleh apt. Sinthiya Nur Azizah., S. Farm

Icon ShareBagikan
Icon Like

Digoxin adalah obat untuk gangguan jantung aritmia. Bagaimana dosis dan aturan minum obat Digoxin? Kita simak di ulasan berikut ini?

Digoxin

Digoxin

Golongan

Obat Keras

Kategori Obat

Obat Jantung (Antiaritmia)

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Bentuk obat

Tablet dan Injeksi

Digoxin untuk ibu hamil dan menyusui

Kategori C: Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Peringatan Menyusui: Digoxin dapat terdistribusi ke dalam ASI. Konsultasikan kepada dokter bila ibu hamil dan menyusui akan menggunakan obat ini.

Pengertian

Digoxin adalah yang sering diresepkan pada pasien gangguan irama jantung (aritmia)

Obat ini dapat membantu mengembalikan irama jantung yang tidak normal sekaligus memperkuat detak jantung.

Gangguan irama jantung yang diterapi dengan baik dapat menurunkan risiko pembekuan darah, sekaligus risiko terkena serangan jantung dan stroke.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika sedang diterapi dengan Digoxin. Simak penjelasan lebih lanjut mengenai obat Digoxin dalam ulasan berikut.

Keterangan

Tablet Digoxin

  • Golongan: obat keras
  • Kelas terapi: obat jantung (Antiaritmia)
  • Kandungan: Digoxin 25 mg
  • Kemasan: strip @10 tablet
  • Farmasi: Yarindo Farmatama, First Medifarma, Pratapa Nirmala
  • Harga Digoxin tablet: Rp900 - 5.000/strip

Injeksi Digoxin

  • Golongan: obat keras
  • Kelas terapi : obat jantung (Antiaritmia)
  • Kandungan: Digoxin 0,25 mg/ml
  • Kemasan: ampul @2 ml
  • Farmasi: Fahrenheit
  • Harga Digoxin injeksi: -

Kegunaan

Manfaat Digoxin adalah untuk mengobati:

  • Gagal jantung
  • Gangguan irama jantung

Artikel lainnya: Latihan Pernapasan untuk Atasi Detak Jantung Tidak Teratur

Dosis dan Aturan Pakai

Digoxin termasuk dalam golongan obat keras. Obat hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

Dosis Digoxin secara umum adalah sebagai berikut.

Tujuan: gagal jantung dan gangguan irama jantung

Bentuk: tablet

  • Digitalisasi cepat: Dosis pemuatan 750-1.500 mcg (0,75-1,5 mg) dalam 24 jam pertama sebagai dosis tunggal atau dalam dosis terbagi.
  • Untuk gagal jantung ringan: 250-750 mcg setiap hari selama 1 minggu.
  • Perawatan biasa: 125-250 mcg/hari.

Tujuan: gagal jantung dan gangguan irama jantung

Bentuk: injeksi

  • Gagal jantung darurat untuk pasien yang belum menerima glikosida jantung dalam 2 minggu sebelumnya: dosis disesuaikan menurut usia, berat badan, dan status ginjal.
  • Dosis pemuatan: 500-1.000 mcg (0,5-1 mg) melalui infus selama 10-20 menit dalam dosis terbagi.

Cara Menggunakan

  • Ikuti petunjuk penggunaan yang sudah dijelaskan dokter. Jangan mengonsumsi obat Digoxin kurang atau melebihi dosis anjuran dari dokter
  • Konsumsi obat secara teratur untuk mendapatkan hasil yang efektif
  • Anda dapat minum Digoxin tablet bersama atau tanpa makanan 
  • Perlu diketahui, obat keras ini bisa menyebabkan kantuk. Anda tidak disarankan untuk mengemudi atau mengoperasikan mesin selama sedang mengonsumsi Digoxin
  • Konsumsi obat di waktu yang sama setiap harinya. Jika lupa minum satu dosis Digoxin, Anda bisa mengonsumsinya segera setelah ingat.Jika Anda baru teringat ketika sudah dekat dengan jadwal minum obat selanjutnya, lewati saja dosis yang terlupa
  • Jika Anda akan menjalani operasi, termasuk operasi gigi, beritahu kepada dokter bahwa Anda sedang menggunakan Digoxin

Cara Penyimpanan 

Obat Digoxin disimpan pada suhu ruangan, tempat kering, terlindung dari paparan cahaya langsung, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Artikel lainnya: Mengenal Jenis Aritmia, Kelainan Jantung yang Dialami Gus Sholah

Efek Samping

Efek samping penggunaan Digoxin yang mungkin terjadi adalah:

  • Aritmia (gangguan irama jantung)
  • Gangguan konduksi jantung
  • Gangguan penglihatan (penglihatan kabur atau kuning)
  • Diare, mual, muntah
  • Gangguan otak, pusing, gangguan sistem saraf pusat
  • Ruam, urtikaria (gatal biduran)
  • Berpotensi fatal: keracunan Digoxin

Jika Anda mengalami efek samping yang serius, segera konsultasikan dengan dokter.

Overdosis

Penggunaan yang berlebihan atau overdosis dapat menimbulkan gejala:

  • Gangguan pada pencernaan, seperti gangguan makan, mual, muntah, diare, sakit perut, dan kembung
  • Pusing
  • Jantung berdebar
  • Pingsan

Penanganan overdosis obat hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Digoxin pada pasien:

  • Takikardia/fibrilasi ventrikel, kardiomiopati obstruktif hipertrofik, amiloidosis jantung, perikarditis konstriktif
  • Aritmia akibat keracunan obat golongan glikosida jantung
  • AV blok derajat 2

Interaksi Obat

Berikut adalah obat-obatan yang berpotensi menimbulkan interaksi obat jika digunakan bersamaan dengan Digoxin:

  • Obat golongan ACE inhibitor (seperti Captopril), golongan penghambat reseptor angiotensin (seperti Telmisartan)
  • Obat antiinflamasi non-steroid (seperti Indometasin)
  • Obat golongan penghambat COX-2
  • Obat golongan antagonis kalsium atau Calcium-channel blockers (misalnya, Verapamil, felodipine, tinapamil)
  • Obat golongan antiaritmia (misalnya, amiodarone, flecainide)
  • Antibiotik (misalnya, eritromisin, tetrasiklin)
  • Obat golongan antagonis reseptor vasopresin (seperti, tolvaptan, conivaptan)
  • Itraconazole, quinine, alprazolam, propantheline, nefazodone, atorvastatin, ciclosporin, epoprostenol, ritonavir, telaprevir, ranolazine
  • Antasida, pencahar, kaolin-pektin, acarbose, neomycin, penicillamine, rifampicin, beberapa cytostatics, metoclopramide, sulfasalazine, adrenalin, salbutamol, cholestyramine, fenitoin

Artikel lainnya: Ini Alasan Penderita Gagal Jantung Rentan Mengalami Depresi

Peringatan dan Perhatian

  • Informasikan ke dokter mengenai riwayat kesehatan Anda, terutama jika Anda mengalami kondisi yang ada di bagian kontraindikasi di atas
  • Beritahu dokter jika Anda sedang hamil dan menyusui atau dalam program kehamilan
  • Informasikan ke dokter tentang obat-obat yang sedang anda konsumsi baik yang kimia atau herbal

Kategori Kehamilan

Obat Digoxin tergolong dalam Kategori C. Yaitu, penelitian pada hewan menunjukkan efek buruk pada janin. Namun, tidak ada penelitian pada ibu hamil.

Peringatan Kehamilan

Obat diberikan hanya jika manfaat yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Peringatan Menyusui

Digoxin dapat terdistribusi ke dalam air susu ibu (ASI). Konsultasikan kepada dokter bila ibu hamil dan menyusui akan menggunakan obat ini.

Penyakit Terkait

Rekomendasi Obat Sejenis

Manfaatkan layanan konsultasi dokter online gratis dari aplikasi KlikDokter.

Tanya Dokter