Obat Alergi

Alermax

apt. Sinthiya Nur Azizah., S. Farm, 01 Nov 2022

Ditinjau Oleh apt. Yulia Hakimatun Adilah, S.Farm

Alermax adalah obat untuk mengatasi gejala alergi, seperti gatal, ruam, biduran, dan peradangan. Ketahui info selengkapnya di sini.

Alermax

Golongan

Obat bebas terbatas

Kategori obat

Antihistamin dan antialergi

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak

Bentuk obat

Tablet 

Alermax untuk ibu hamil dan menyusui

Kategori B: 

Studi pada hewan tidak menunjukkan adanya efek samping pada janin. Namun, tidak ada studi yang terkontrol pada wanita hamil. 

Peringatan Menyusui:

Alermax relatif aman untuk menyusui karena tidak memengaruhi ASI ibu.

Pengertian

Alermax adalah obat bebas terbatas yang mengandung chlorpheniramine maleate.

Kandungan tersebut dapat membantu meredakan gejala-gejala alergi, seperti hidung tersumbat, mata berair, bersin, dan ruam kulit.

Obat tablet ini dapat dikonsumsi oleh dewasa dan anak di atas usia 2 tahun. Kita simak selengkapnya info seputar Alermax obat apa di bawah ini.

Keterangan

  • Golongan: obat bebas terbatas
  • Kelas terapi: antihistamin dan antialergi
  • Kandungan Alermax: chlorpheniramine maleate 4 mg
  • Kemasan: boks, 10 amplop@1 blister@10 tablet
  • Farmasi: Ifars
  • Harga Alermax tablet: 000 – 5.000/strip

Artikel lainnya: Penyebab Munculnya Ruam Kulit Setelah Konsumsi Makanan Fermentasi

Kegunaan

Alermax kaplet bermanfaat untuk mengatasi gejala alergi serta pengobatan darurat anafilaksis.

Dosis dan Aturan Pakai 

Berikut adalah dosis dan aturan minum Alermax.

Tujuan: reaksi alergi

Bentuk: tablet

  • Dewasa: 3 - 4 kali sehari 1 tablet.
  • Anak usia 6 - 12 tahun: 3 - 4 kali sehari ½ tablet
  • Anak usia 2 - 6 tahun: 3 - 4 kali sehari ¼ tablet

Cara Menggunakan

  • Gunakan Alermax sesuai dengan anjuran dan resep dokter. Baca petunjuk pemakaian yang ada di kemasan obat
  • Alermax dapat diminum 30 menit sebelum atau 2 jam sesudah makan
  • Minum obat ini bersama air putih
  • Disarankan untuk mengonsumsi obat di waktu yang sama
  • Apabila lupa mengonsumsi obat, segera minum jika jeda dengan waktu minum selanjutnya masih lama. Jika jeda dengan waktu minum berikutnya singkat, lupakan dosis yang terlewat. Jangan menggandakan dosis pada waktu bersamaan
  • Segera temui dokter apabila gejala tidak membaik
  • Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa konsultasi ke dokter terlebih dahulu
  • Jangan melebihkan atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Hal tersebut untuk menghindari efek samping atau efektivitas yang berkurang dari obat

Cara Penyimpanan

Simpan tablet Alermax pada suhu 20 - 25 derajat Celsius, di tempat yang kering, terhindar dari cahaya matahari langsung. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.

Artikel lainnya: Cara Rumahan untuk Redakan Gejala Alergi

Efek Samping

Berikut beberapa risiko efek samping Alermax:

  • Mengantuk
  • Sakit kepala
  • Gangguan psikomotor
  • Pandangan kabur
  • Gangguan saluran cerna seperti mual, muntah, mulut kering, diare
  • Hipotensi
  • Stimulasi sistem saraf pusat

Overdosis

Penggunaan Alermax yang berlebihan bisa memicu gejala awal overdosis, seperti:

  • Mual, muntah
  • Takikardia
  • Tremor
  • Mengantuk dan halusinasi

Gejala di atas dapat diikuti dengan penurunan kesadaran, sulit bernapas, hipotensi, serta koma.

Bila merasakan gejala di atas, segera pergi ke fasilitas kesehatan terdekat.

Penanganan kegawatdaruratan hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Alermax pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif pada kandungan Alermax
  • Kelainan darah porfiria
  • Asma akut
  • Anak <1 tahun
  • Bayi prematur

Interaksi Obat

Beberapa obat yang diberikan bersama dengan Alermax dapat menurunkan efektivitas atau meningkatkan toksisitas, seperti:

  • Pemberian bersama MAO inhibitor, antidepresan trisiklik, serta antikolinergik lain seperti atropin dapat meningkatkan risiko efek antimuskarinik, seperti retensi urine, mulut kering, pandangan kabur, memengaruhi sistem kardiovaskular, sistem saraf pusat serta kelainan darah
  • Penggunaan bersama barbiturate atau depresan sistem saraf pusat akan memperkuat efek sedatif
  • Meningkatkan konsentrasi obat dalam darah apabila diberikan bersama cimetidine
  • Meningkatkan risiko ototoksik atau gangguan telinga apabila diberikan bersama aminoglikosida

Daftar di atas mungkin tidak memuat semua obat yang berinteraksi dengan Alermax. Itu sebabnya, beritahukan dokter semua obat baik herbal, suplemen, dan obat kimia yang sedang kamu konsumsi.

Artikel lainnya: Benarkah Alergi Bisa Akibatkan Badan Lemas?

Peringatan dan Perhatian

  • Sebelum mengonsumsi Alermax, informasikan kepada dokter jika kamu memiliki riwayat alergi pada zat tertentu
  • Beritahu dokter tentang riwayat kesehatan kamu, terutama:
  • Penyakit jantung
  • Gangguan ginjal
  • Gangguan hati
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Asma
  • Gangguan pencernaan
  • Demensia
  • Epilepsi
  • Glaukoma
  • Jangan mengonsumsi alkohol selama menjalani terapi
  • Obat ini dapat menyebabkan sakit kepala, pandangan kabur, dan mengantuk. Hindari melakukan aktivitas yang memerlukan fokus, seperti menyetir atau mengoperasikan mesin.
  • Beritahu dokter apabila kamu sedang hamil, persiapan kehamilan, atau menyusui. Hal ini akan menjadi pertimbangan untuk menghindari efek samping atau efek-efek yang tidak diinginkan lainnya.

Artikel lainnya: Alergi Bisa Bikin Sesak Napas, ini Sebabnya

Kategori Kehamilan

Alermax masuk dalam kategori B untuk ibu hamil.

Studi pada hewan tidak menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik, embriosidal, atau lainnya).

Namun, tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia.

Peringatan Kehamilan

Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Peringatan Menyusui

Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu jika kamu akan mengonsumsi Alermax saat sedang menyusui.

Penyakit Terkait

Rekomendasi Obat Sejenis

Yuk, selalu #JagaSehatmu dengan menggunakan layanan Tanya Dokter hanya di KlikDokter. Kamu juga bisa unduh aplikasi KlikDokter supaya enggak mudah sakit!

[HNS/NM]