Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Jenis Obat Asam Urat yang Perlu dan Tak Perlu Resep Dokter

Jenis Obat Asam Urat yang Perlu dan Tak Perlu Resep Dokter

Beberapa obat asam urat kini bisa dibeli sendiri di apotek. Apa saja yang dianggap aman oleh dokter dan mana yang harus pakai resep?

Asam urat menjadi masalah kesehatan yang sering dikeluhkan sebagian masyarakat Indonesia. Dalam bahasa medis, asam urat disebut dengan istilah gout

Gangguan itu ditandai dengan menumpuknya asam urat di dalam tubuh dan sulit dikeluarkan. Penumpukan tersebut kemudian akan menjadi kristal-kristal dan biasanya terjadi di sekitar sendi serta ginjal.

Asam urat sendiri merujuk kepada zat sisa yang dibentuk tubuh ketika purin sedang dalam proses metabolisme. Purin biasanya ditemukan di dalam berbagai makanan dan minuman, misalnya hati, seafood, dan alkohol. 

Tanda pertama seseorang mengalami asam urat adalah nyeri di jempol kaki. Biasanya kondisi ini menyerang satu sendi pada satu waktu. Tetapi, asam urat dapat menyebar ke sendi lain serta membuatnya tampak merah dan bengkak.

Saat ini, tersedia berbagai macam obat untuk mengatasi gejala asam urat, bahkan bisa dibeli tanpa resep dokter. Apa saja? Simak ulasan dokter berikut ini. 

Artikel Lainnya: Obati Asam Urat dengan Daun Salam, Efektifkah?

1 dari 3 halaman

Daftar Obat untuk Atasi Keluhan Asam Urat

Menurut dr. Atika, obat asam urat yang aman dibeli sendiri di apotek meliputi jenis analgesik atau obat antinyeri. 

“Kalau misalkan merasakan nyeri dari asam urat, bisa beli obat nyeri. Tapi, tetap yang aman-aman saja, misalnya parasetamol,” terang dr. Atika. 

Sementara, beberapa obat yang perlu pengawasan atau anjuran dokter adalah:

  • Obat yang Bersifat Antiinflamasi

Obat ini berfungsi mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada persendian selama asam urat kambuh. Namun, penggunaannya tetap harus di bawah pengawasan dokter. 

“Untuk obat-obat yang bersifat antiinflamasi seperti NSAID, konsumsinya harus di bawah pengawasan dokter. Karena, pemakaian berlebihan atau di luar dosis bisa berbahaya dan memberikan efek samping kepada tubuh,” jelas dr. Atika. 

  • Allopurinol

Obat ini bisa mengurangi produksi asam urat di dalam tubuh. Meski begitu, penggunaannya harus sesuai resep dokter.

“Obat asam urat seperti allopurinol yang sifatnya menurunkan kadar asam urat di dalam darah tidak boleh dibeli sendiri, harus digunakan dengan anjuran dokter. Karena, salah penggunaan justru bisa membuat efek samping,” sebut dr. Atika. 

Selain itu, masih ada lagi obat-obatan yang perlu pengawasan dokter untuk mengobatiasam urat akut, antara lain:

  • Colchicine: mengurangi peradangan
  • Febuxostat (Uloric): mengurangi produksi asam urat
  • Steroid (kortikosteroid): melawan peradangan
  • Pegloticase (Krystexxa): memecah asam urat

Artikel lainnya: Obat Tradisional untuk Asam Urat, Benarkah Aman?

2 dari 3 halaman

Kapan Harus Langsung Konsultasi ke Dokter?

Dokter Atika mengatakan, penderita asam urat bisa pergi ke dokter bila sebelumnya memang sudah terkonfirmasi asam urat tinggi. 

“Misalnya, sudah pernah periksa darah, lalu kadar asam urat tinggi dan memang sudah didiagnosis dokter,” papar dr. Atika.

“Kalau di rumah sudah minum obat analgesik sendiri yang parasetamol tapi tidak berkurang sakitnya atau sakitnya tidak tertahankan, bisa langsung ke dokter,” ia menjabarkan. 

Di samping itu, beberapa gaya hidup sehat juga bisa diterapkan untuk mencegah kambuhnya asam urat, seperti:

  • Berolahraga dan makan makanan bergizi seimbang untuk mengontrol berat badan.
  • Minum banyak air putih.
  • Hindari minuman manis.
  • Hindari minum minuman beralkohol berlebihan, terutama bir.
  • Kurangi makan daging, hati, roti manis, dan makanan laut. Dapatkan protein dari makanan lainnya seperti yoghurt, keju, dan produk susu rendah lemak lainnya.

Pengobatan dan perubahan gaya hidup tersebut dapat membantu seseorang mengatasi gangguan saat asam urat kambuh. Konsultasi ke dokter bisa lebih cepat menggunakan Live Chat 24 Jam di KlikDokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar