HomeInfo SehatOtot dan SendiAsam Urat Tinggi, Apa Penyebabnya?
Otot dan Sendi

Asam Urat Tinggi, Apa Penyebabnya?

dr. Alvin Nursalim, SpPD, 23 Nov 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Penyakit asam urat tak hanya bisa terjadi akibat konsumsi makanan yang salah. Cari tahu penyebab asam urat selain makanan lewat fakta medis berikut ini!

Asam Urat Tinggi, Apa Penyebabnya?

Tingginya prevalensi penyakit asam urat di berbagai negara semakin meningkat, terutama pada pria berusia 40‒50 tahun. 

Penyakit yang dikenal medis dengan istilah gout itu adalah kondisi yang terjadi akibat penumpukan kristal monosodium urat. Penumpukan tersebut menyebabkan peradangan pada area persendian.

Setiap bagian sendi pada tubuh bisa terdampak asam urat. Namun, penumpukan tersebut paling sering terjadi di bagian sendi jari tangan, jari kaki, lutut, dan pergelangan kaki.

Terkait penyebab asam urat, kondisi tersebut berkaitan erat dengan pola makan sehari-hari. Telah terbukti bahwa tingginya risiko penyakit gout berkaitan erat dengan pola makan tinggi purin. Beberapa makanan tinggi purin, misalnya jeroan dan seafood.

Artikel Lainnya: Kopi Bisa Atasi Asam Urat, Mitos atau Fakta?

Tidak hanya itu, ada pula hal lain yang dapat menjadi penyebab penyakit asam urat. Apa saja? Berikut di bawah ini beberapa di antaranya:

1. Gangguan Metabolisme

Purin adalah senyawa yang juga diproduksi secara alami oleh tubuh manusia. 

Pada kondisi normal, produksi purin berlebih akan akan diserap kembali oleh tubuh atau dikeluarkan bersama dengan tinja ataupun urine.

Namun, pada orang dengan kondisi gangguan metabolisme, purin tidak terolah dengan baik sehingga terus menumpuk. Hal inilah yang menjadi cikal bakal penyakit asam urat.

2. Obat-obatan

Siapa sangka, penyakit asam urat tinggi juga bisa terjadi akibat konsumsi obat-obatan jenis tertentu.

Beberapa obat yang dapat menyebabkan peningkatan asam urat, misalnya golongan diuretik dan aspirin.

Artikel Lainnya: Benarkah Es Batu Bisa Sembuhkan Asam Urat?

3. Kelebihan Berat Badan

Berat badan berlebih atau obesitas membuat tubuh memproduksi lebih banyak asam urat, sehingga kadarnya dapat melonjak. 

Kondisi tersebut akan membuat ginjal kesulitan membuang asam urat dari dalam tubuh. Alhasil, asam urat malah menumpuk dan menyebabkan peradangan.

4. Riwayat Keluarga

Penyakit asam urat dapat diwariskan dalam keluarga. Anak dengan orangtua yang megidap asam urat cederung punya risiko yang lebih tinggi untuk mengalaminya. 

Artinya, risiko Anda mengalami penyakit tersebut bisa meningkat apabila memiliki orangtua atau anggota keluarga dengan kondisi asam urat tinggi.

Artikel Lainnya: Olahraga Terbaik untuk Penderita Asam Urat

5. Alkohol

Konsumsi alkohol secara berlebihan berhubungan dengan kadar asam urat yang tinggi. 

Konsumsi alkohol juga bisa mengganggu proses pengeluaran asam urat dari dalam tubuh. Alhasil, senyawa tersebut malah menumpuk dan menyebabkan penyakit gout.

6. Minuman Kaya Fruktosa

Minuman kaya fruktosa, seperti soft drink juga dapat meningkatkan produksi asam urat di dalam tubuh. 

Selain itu, senyawa tersebut juga turut menurunkan fungsi tubuh untuk mengeluarkan asam urat. Senyawa ini pun akhirnya menumpuk, sehingga mencetuskan penyakit asam urat tinggi.

Artikel Lainnya: Asam Urat Bisa Parah Akibat Konsumsi Kedelai?

7. Kelaparan

Kelaparan dapat membuat tubuh melakukan metabolisme dengan menggunakan jaringan yang kaya purin. 

Hal tersebut dapat berdampak pada peningkatan konversi purin menjadi asam urat.

8. Kondisi Medis

Terdapat beberapa kondisi medis yang berhubungan dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah. 

Beberapa contoh keadaan medis tersebut, misalnya penyakit ginjal dan keganasan (kanker).

Penyakit asam urat dapat mengganggu kualitas hidup penderitanya. Agar tak mengalaminya, pastikan untuk melakukan tindakan pencegahan sekarang juga.

Caranya, batasi atau hindari makanan tinggi purin, lakukan olahraga teratur, dan capai berat badan ideal. Pastikan pula berkonsultasi kepada dokter guna mengetahui kadar asam urat dan keadaan kesehatan Anda secara menyeluruh.

(NB/JKT)

GoutAsam Urat

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter