Sukses

Suka Tebar Pesona dengan Rekan Kerja, Ini Kata Psikolog

Anda mungkin pernah menemukan rekan kerja yang sering tebar pesona agar dirinya lebih diperhatikan. Lantas, apakah hal itu dapat dibenarkan? Ini kata psikolog.

Punya rekan kerja yang cocok diajak berteman sangatlah nyaman, bukan? Selain ada rekan berbincang, punya teman di kantor juga dapat menjadi pereda rasa stres.

Namun, bagaimana dengan teman kantor yang suka tebar pesona? Apakah Anda merasa risi dengannya? Kondisi suka tebar pesona dengan rekan kerja termasuk sering ditemukan di ruang lingkup perkantoran.

Meski hanya candaan semata, sikap tebar pesona yang berlebihan justru bisa membuat orang sekitar jadi tidak nyaman dan risi.

Ditinjau dari kacamata psikolog, apakah tebar pesona di kantor dapat dibenarkan? Atau, hal tersebut merupakan tanda dari adanya gangguan mental di tempat kerja?

Apakah Tebar Pesona Termasuk Gangguan Mental?

Normal rasanya jika Anda sengaja tebar pesona atau flirting dengan orang yang disukai.

Misalnya, Anda sengaja datang sangat pagi agar terlihat lebih rajin di depan orang yang disuka. Bisa juga sengaja membuatkan makan siang untuk rekan kerja yang sedang menjadi incaran hati.

Namun, berbeda cerita jika tebar pesona dilakukan ke semua orang. Terlebih lagi jika sikap yang dilakukan sampai membuat orang sekitar jengah. Lalu, apakah ini termasuk dalam gangguan mental? 

“Tebar pesona tidak bisa disebut dengan gangguan mental. Kalau orangnya bermasalah, mungkin iya. Biasanya orang yang suka tebar pesona sudah jadi diri sendiri, sehingga tidak bisa disebut dengan gangguan mental,” kata psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi.

Jika tebar pesona yang dilakukan sampai berlebihan dan membuat orang lain harus terus menjadikan dirinya sebagai pusat perhatian, ini bisa juga disebut dengan histrionic personality disorder atau gangguan kepribadian histrionik.

“Gangguan kepribadian histrionik adalah gangguan yang membuat penderitanya gemar menjadi pusat perhatian level ekstrem atau secara sangat berlebihan. Biasanya orang yang punya gangguan kepribadian ini memiliki emosi yang tidak stabil,” kata Ikhsan.

Artikel Lainnya: Cegah Catfishing, Ini Cara agar Tak Baper dan Tertipu di Dunia Maya

1 dari 3 halaman

Tanda Tebar Pesona di Kantor Sudah Berlebihan

Seperti yang disebutkan sebelumnya, sikap tebar pesona memang umum dilakukan oleh banyak orang.

Jika sikap ini dilakukan dengan sangat berlebihan dan terus-menerus (persisten), tebar pesona juga bisa masuk dalam kategori gangguan kepribadian.

Dijelaskan Ikhsan, berikut beberapa tanda tebar pesona rekan kerja di kantor sudah berlebihan:

  • Membuat Orang Lain Terganggu

Saking haus akan perhatian, tebar pesona yang dilakukan rekan kerja mungkin membuat Anda merasa sangat tidak nyaman.

Misalnya, ketika pelaku tebar pesona sampai mengikuti ke mana pun Anda pergi, dan hal ini dilakukan secara sengaja dengan tujuan usil, iseng, atau cari perhatian.

  • Tidak Peduli dengan Kehidupan Pribadi Korban

Karena suka tebar pesona, rekan kerja bisa menggoda siapa saja termasuk pasangan yang sudah menikah.

Pelaku tidak peduli tentang kehidupan pribadi orang lain karena tebar pesona yang dilakukan hanya untuk iseng dan candaan.

  • Tidak Ragu Melakukan Kontak Fisik

Tidak hanya secara verbal, tapi sikap tebar pesona juga dilakukan secara non-verbal. Artinya, mereka berani menyentuh Anda tanpa memikirkan perasaan maupun lingkungan sekitar.

Artikel Lainnya: Ingin Hidup Bebas Drama? Jauhi 5 Tipe Teman Seperti Ini

2 dari 3 halaman

Cara Mengurangi Tebar Pesona Secara Berlebihan

Karena sikap tebar pesona berlebihan bisa membawa dampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain, keadaan ini mesti segera diatasi.

Ikhsan mengatakan, cara paling ampuh untuk mengatasi tebar pesona berlebihan adalah dengan beberapa hal berikut ini.

  • Memahami bahwa tidak semua orang bisa menerima tingkah laku yang berlebihan.
  • Belajar untuk sadar bahwa tindakan tebar pesona bisa berujung pada tindak pelecehan seksual (jika sudah sampai tahap kontak fisik).
  • Menegur pelaku tebar pesona jika Anda mulai risih dengan sikap atau perilaku orang tersebut.
  • Jangan sungkan untuk meminta bantuan profesional untuk mengatasi perilaku tebar pesona berlebihan.

“Tidak perlu takut atau sungkan untuk menegur orang yang membuat Anda risih. Jika Anda tidak berani menegur langsung, mintalah bantuan atasan atau HRD yang bekerja di kantor,” tutup Ikhsan.

Tebar pesona berlebihan dikategorikan sebagai histrionic personality disorder atau gangguan kepribadian histrionik.

Jika Anda menemukan atau mengalami sendiri kondisi-kondisi yang berhubungan dengan hal tersebut, segera cari bantuan agar masalah bisa segera diselesaikan.

Untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai tebar pesona berlebihan yang dikategorikan sebagai histrionic personality disorder, Anda bisa bertanya langsung pada dokter atau psikolog melalui LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar