Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Singapura 0 Kematian Virus Corona, Ini yang Bisa Ditiru Indonesia!

Singapura 0 Kematian Virus Corona, Ini yang Bisa Ditiru Indonesia!

Jumlah pasien positif di Singapura memang lebih banyak dari Indonesia. Tapi, soal angka kematian, justru berlaku sebaliknya. Mengapa bisa begitu?

Asia Tenggara jadi kawasan yang juga kena imbas virus corona. Sebelum Indonesia “gigit jari”, Singapura, Malaysia, dan Thailand sudah merasakannya lebih dulu. Penanganan coronavirus secara cepat dan intensif benar-benar diperlukan.

Menakjubkannya, entah bagaimana penanganan COVID-19 yang dilakukan pihak Singapura. Hingga saat ini, angka kematiannya masih nol!

Sampai hari ini (19/03), berdasarkan data dari Johns Hopkins CSSE, jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia ada 309 orang dan angka kematian mencapai 25 orang. Diramalkan, jumlah ini akan terus meningkat, begitu pula dengan angka pasien positif di negara-negara lain.

 

1 dari 4 halaman

Infeksi Virus Corona di Negara ASEAN

Malaysia berani mengambil tindakan lockdown meski negara-negara tetangganya belum berani melakukan hal serupa. Sedangkan, hingga kini, Laos belum mencatat satu kasus pun terkait virus corona!

Untuk tahu lebih lanjut mengenai perbedaan keadaan negara ASEAN dalam menghadapi coronavirus, simak informasinya di bawah ini.

  • Brunei Darussalam

Kamis (19/03), kasus virus corona di Brunei Darussalam mencapai 68 kasus. Sama seperti Singapura, belum ada kasus kematian yang dilaporkan. Sekarang, negara tersebut melarang warga negara dan WNA-nya untuk meninggalkan wilayah Brunei.

  • Kamboja

Jumlah kasus COVID-19 di Kamboja sebanyak 35 kasus Kamis (19/03) dan belum ada kasus kematian.

Meski kasusnya masih sedikit, Kamboja telah memerintahkan untuk menutup sekolah-sekolah di Phnom Penh dan wisata populer Siem Reap. Negara ini juga melarang masuknya wisatawan Italia, Jerman, Spanyol, Prancis, dan AS selama 30 hari.

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

  • Indonesia

Beda dari Vietnam, kasus coronavirus di Indonesia (19/03) mencapai 309 orang dengan 25 kasus kematian. Melonjaknya kasus yang ada membuat Kementerian Luar Negeri melarang pendatang dari Iran, Italia, Vatikan, Spanyol, Prancis, Jerman, Swiss, dan Inggris untuk masuk dan transit ke Indonesia selama 14 hari.

  • Laos

Meski belum ada satu pun kasus infeksi virus corona, Pemerintah Laos telah mencegah penyebaran virus ini dengan menunda acara Olahraga Nasional ke-11 Laos.

Mereka juga menetapkan harga masker supaya tak ada inflasi besar-besaran. Pemerintah AS pun membantu menyediakan alat pelindung diri (APD) ke Laos.

  • Malaysia

Malaysia telah menerapkan lockdown. Kebijakan ini diambil setelah diidentifikasinya kematian kedua akibat COVID-19 di sana dan melonjaknya pasien positif sebanyak 790 kasus per hari ini (19/03).

  • Myanmar

Sama dengan Laos, Myanmar belum melaporkan satu kasus pun terkait infeksi virus corona. Tapi, Myanmar menunda parade militer tahunannya untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

Kementerian Kesehatan Myanmar telah mempersiapkan dana 200.000 dolar AS untuk membeli peralatan laboratorium, obat-obatan, dan APD.

  • Filipina

Filipina punya kondisi yang sama dengan Indonesia. Angka kematiannya menyentuh belasan. Jumlah kasus positifnya sebanyak 202 kasus (19/03). Kasus kematian pertama di luar Tiongkok terjadi di Filipina.

Bahkan, maskapai Cebu Pacific membatalkan seluruh penerbangannya dari 19 Maret-14 April 2020.

  • Thailand

Thailand memiliki 212 kasus (19/03) dengan satu pasien meninggal. Negeri gajah putih ini telah menghentikan penerbitan visa kedatangan bagi turis dari seluruh negara.

  • Vietnam

Di Vietnam, ada 75 kasus positif (19/03) dan 0 kasus kematian. Kementerian Kesehatan Vietnam mengambil keputusan bahwa seluruh penumpang yang datang dari atau melalui Tiongkok, Korea Selatan, Inggris, dan negara-negara Schengen diwajibkan menjalani karantina dan diperiksa terkait COVID-19.

  • Singapura

Hingga Kamis (19/03), kasus infeksi virus corona di Singapura mencapai 313 kasus. Dari jumlah tersebut, belum ada satu pun pasien meninggal. Justru, jumlah pasien sembuh terus bertambah, yakni mencapai 114 orang.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

2 dari 4 halaman

Ini Cara Singapura Menangkal Virus Corona yang Patut Ditiru

Di akhir Januari lalu, Singapura menjadi negara dengan jumlah kasus virus corona terbanyak di luar Tiongkok. Namun hingga sekarang, untungnya belum ada pasien yang meninggal akibat COVID-19.

Lantas, apa yang dilakukan pemerintah Singapura untuk menghadapi pandemi ini sehingga bisa dicontoh oleh negara kita?

  • Tindakan yang Cepat

Hanya butuh dua jam bagi Singapura untuk mengungkap rincian pertama tentang bagaimana pasien tertular virus corona dan orang yang mungkin mereka infeksi.

Pemerintah dapat dengan mudah mengetahui:

  1. Apakah mereka bepergian ke luar negeri?
  2. Apakah mereka memiliki hubungan ke salah satu dari lima kelompok (cluster) penularan yang diidentifikasi di seluruh negara?
  3. Apakah mereka batuk pada seseorang di jalan?
  4. Siapa teman dan keluarga mereka, serta teman minum dan rekan mereka dalam beribadah?

Pemerintah Singapura telah mengembangkan kemampuan untuk menguji lebih dari 2.000 orang per hari. Pengujian sampel itu gratis, demikian juga perawatan medis untuk semua penduduk.

  • Keterbukaan Informasi

Informasi detail tempat pasien tinggal, bekerja, dan bermain dirilis dengan cepat secara online. Singapura memanfaatkan CCTV dan catatan imigrasi untuk mengungkapnya.

Selain itu, Singapura punya 140 pelacak kontak yang menjabarkan riwayat kasus setiap pasien. Mereka bekerjasama dengan polisi dan layanan keamanan setempat.

Masyarakat Singapura pun mau menerima perintah atau aturan dari pemerintah. Sehingga, mereka lebih bisa menjaga kesehatannya dengan lebih baik.

Dari awal, pemerintah juga memiliki klinik khusus untuk epidemi. Selain itu, pemerintah mengeluarkan pesan resmi yang mendesak masyarakat untuk selalu mencuci tangan, serta mengatur etika bersin dan batuk.

Kebijakan lain yang dibuat Singapura adalah pelarangan wisatawan mulai akhir Januari. Saat Indonesia masih “bersantai” di bulan itu, Singapura sudah melarang wisatawan dari Tiongkok untuk masuk ke negaranya.

  • Karantina

Orang yang dekat dengan pasien dikarantina. Belasan tahun silam, Singapura pernah menghadapi wabah SARS. Sekarang, mereka sudah punya pengalaman.

Pemimpin program pelacakan kontak di Singapura, Kurupatham mengatakan, selama ini mereka telah merencanakan penanganan epidemi seperti ini.

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

3 dari 4 halaman

Mengapa Singapura Bisa Tangani COVID-19 dengan Efektif?

Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter, Singapura itu sendiri memang negara yang maju dengan populasi yang sedikit. Hal ini akan lebih mudah mengatur masyarakatnya dan menjalankan cara-cara di atas.

“Dalam outbreak seperti ini, sebenarnya bukan lagi masalah kesehatan, tapi sudah melebur dengan kondisi sosial ekonomi sebuah negara. Pastinya, status sosial, pendidikan, dan ekonomi masyarakat sangat berpengaruh,” kata dr. Alvin.

Jadi, kalau pun mau mencontoh, mungkin yang bisa diterapkan adalah tindakan cepatnya.

Selain itu, bisa juga saat wabah coronavirus ini usai, pemerintah melakukan persiapan-persiapan lain. Agar suatu saat, kalau ada wabah berbahaya muncul lagi, Indonesia sudah siap seperti Singapura.

Ke depannya, semoga saja Indonesia sudah bisa mendeteksi coronavirus dengan lebih cepat seperti negara-negara lain. Sebab, itu sangat bisa memengaruhi angka kematian. Makin cepat terdeteksi, makin cepat pula ditangani. Kesempatan sembuh pun menjadi lebih besar!

Bila punya pertanyaan seputar penanganan COVID-19 atau penyakit lainnya, mari konsultasi di fitur Live Chat atau manfaatkan fitur Cek Virus Corona Online dari KlikDokter untuk memeriksa kondisi Anda dengan lebih mudah!

(FR/AYU)

1 Komentar

  • Manontong Sirait

    setelah di periksa oleh Dokter poli penyakit dalam saya hanya di kasi obat : Omeprazol, Sanmol dan G.rebamipide ini lah saya mkn/minum tapi dada ku masih terasa sakit . Saya bertanya yg membaca komentar saya kenapa Dokter dan apa harus saya lakukan sedangkan Pemerintah jika ada sakit di bagian dada , batuk dan tenggorokan sakit segera di obati. kemana dokter kita memeriksa diri kita agar kita mengetahui sakit atau tidak paling sedikit kita mencegah .tolong ya dokter ke mana periksa diri saya te