Sukses

Kiat agar Vagina Tak Lembap Usai Pipis Saat Tisu Toilet Habis

Sudah membasuh vagina dengan air usai pipis tapi tisu toilet habis? Lakukan ini agar vagina tak lembap!

Klikdokter.com, Jakarta Menjaga kebersihan organ intim wanita jauh lebih rumit, terutama setelah buang air kecil. Idealnya, setelah pipis dan agar vagina tidak lembap, Anda membasuh vagina dengan air bersih lalu dikeringkan menggunakan tisu. Sayangnya, tisu di toilet umum sedang habis dan Anda tidak membawa tisu cadangan.

Karena tidak tahu harus bagaimana, Anda pun langsung memakai celana dalam. Padahal, menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, tindakan tersebut dapat membuat vagina lembap sehingga bakteri akan lebih mudah berkembang biak dan menimbulkan penyakit! 

Akibat vagina terlalu lembap

Dua kondisi yang kerap mengintai saat vagina terlalu lembap adalah vaginosis bakteri dan infeksi jamur Candida.

  • Vaginosis bakteri

Vaginosis bakteri terjadi saat Anda mengalami keputihan akibat bakteri Gardnerella vaginalis. Pada keadaan normal, bakteri ini memang ada di dalam vagina. Namun, ketika vagina terlalu lembap, bakteri tumbuh dengan cepat sehingga jumlahnya berlebihan dan menimbulkan keputihan berwarna keabuan dan berbau amis.

  • Infeksi jamur Candida

Berbeda dengan bakteri yang memang ada di dalam vagina, jamur seharusnya tidak berada di dalam organ intim Anda. Kondisi vagina yang terlalu lembap adalah yang menjadi pemicu pertumbuhan jamur Candida, sehingga menyebabkan keputihan yang bergumpal dan disertai rasa gatal. 

Lantas, apa yang harus dilakukan untuk mencegah vagina lembap apabila tidak tersedia tisu atau lap bersih saat pipis di toilet umum? Apakah lebih baik tidak usah cebok saja sekalian? Tentu saja tidak! Anda tetap dianjurkan untuk membersihkan vagina dengan air bersih.

“Jika setelah dibasuh air ternyata tidak ada tisu untuk mengeringkan, jangan langsung pakai celana dalam. Diamkan sejenak hingga sama sekali tidak ada air yang menetes. Jika dirasa sudah cukup kering, barulah Anda boleh memakai celana kembali,“ kata dr. Sepriani.

Lebih lanjut, dr. Sepri mengatakan bahwa Anda tak perlu terlalu lama untuk mengeringkannya. Sebab, duduk berlama-lama di bibir toilet juga tidak baik bagi kesehatan, karena bisa menularkan kuman dari benda tersebut ke organ intim Anda. 

Cara tepat membersihkan dan mengeringkan vagina

Sebagian wanita masih belum memahami bagaimana cara membersihkan dan mengeringkan vagina dengan benar. Nah, agar vagina Anda terhindar dari infeksi, berikut cara yang bisa diterapkan:

  • Arah pembersihan vagina dengan air adalah dari depan (vagina) ke belakang (anus), bukan sebaliknya. Akan lebih baik bila Anda membasuhnya dengan air hangat. 
  • Jika Anda ingin menggunakan sabun pembersih vagina, cari yang ada tulisan pH 3,5. Hindari menggunakan sabun mandi karena memiliki pH yang berbeda dengan vagina dan justru memicu timbulnya reaksi negatif.
  • Gunakan tisu bersih untuk mengeringkan vagina. Caranya adalah dengan ditepuk-tepuk lembut dari arah depan ke belakang.
  • Pastikan tidak ada sisa tisu yang menempel di vagina. 

Sebagai tindakan antisipasi untuk mengeringkan vagina yang lembap, selalu sediakan tisu cadangan. Bersihkan pula vagina Anda dengan cara yang tepat dan tidak terburu-buru. Jika memang tidak tersedia tisu, tunggulah beberapa saat setelah cebok hingga tak ada lagi air yang menetes agar vagina tidak lembap.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar