Sukses

6 Gejala Anda Memasuki Masa Transisi Menopause

Sebelum menopause, wanita akan melewati masa transisi beberapa tahun sebelumnya. Apa saja gejalanya?

Klikdokter.com, Jakarta Setiap wanita pada akhirnya akan mengalami menopause. Sebelum masa tersebut, wanita akan melewati masa transisi menopause yang disebut dengan perimenopause selama beberapa tahun sebelumnya. Mulai dari perdarahan abnormal, sering kepanasan mendadak, dan lain-lain adalah salah satu cirinya. Tak hanya, ada pula beberapa gejala lainnya yang perlu diketahui.

Pertama-tama, dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter mengingatkan bahwa menopause bukanlah sebuah penyakit, melainkan sebuah proses penuaan yang normal bagi wanita.

“Menopause adalah waktu yang menandakan akhir dari siklus menstruasi Anda. Seorang wanita dikatakan menopause jika ia sudah tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan, dan ini umumnya terjadi pada rentang usia 40-50 tahun,” jelasnya.

Namun, ada juga beberapa kondisi yang memengaruhi proses tersebut, bergantung pada faktor genetika dan lingkungan.

Sebelum muncul, menopause akan didahului dengan masa transisi yang disebut dengan perimenopause. Gejalanya pada tiap wanita bisa bervariasi. Namun, umumnya yang dirasakan adalah sebagai berikut.

1. Sering merasa kepanasan, tak terkecuali pada malam hari

Salah satu tanda Anda memasuki masa transisi menopause adalah sering merasa kepanasan tak terkecuali pada malam hari. Bukan tak mungkin Anda mendadak terbangun dan menyadari diri kegerahan dan banjir keringat, sehingga bisa mengganggu kualitas tidur.

Dikatakan oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, sensasi kepanasan tersebut dinamakan hot flashes, yang dirasakan mendadak di tubuh bagian atas.

“Sensasi ini biasanya begitu hebat, dengan disertai wajah dan leher yang memerah, berkeringat banyak, serta menggigil. Hot flashes bisa berlangsung selama 30 detik hingga 1 menit dalam sehari, hingga bisa dirasakan selama beberapa tahun setelah menopause,” kata dr. Astrid menjelaskan.

2. Mengalami perdarahan yang tidak normal

Adanya perubahan kadar hormon yang disebabkan oleh penurunan fungsi ovarium membuat siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Siklus haid bisa jadi lebih pendek atau bahkan lebih sering.

Pada kasus tertentu, perdarahan yang dialami memang bisa lebih berat, tergantung pada kondisi medis yang sebelumnya sudah diderita. Jika ini terjadi, baiknya diskusikan ini kepada dokter agar bisa dieveluasi lebih lanjut.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

3. Suasana hati cenderung lebih kelabu

Pada fase perimenopause, seorang wanita bisa menampakkan gejala yang terkait dengan suasana hati. Misalnya timbul kekhawatiran berlebih, merasa tertekan, atau lebih sentimental. Kata dr. Astrid, kondisi ini disebut sebagai mood swing.

“Mereka biasanya akan lebih sensitif dan mudah tersinggung menjelang menopause. Bahkan, beberapa wanita bisa mengalami depresi dan lelah yang berkepanjangan,” tambahnya.

4. Sakit kepala menjadi lebih sering

Sebagian wanita mungkin mengeluhkan sakit kepala sebelah alias migrain saat sedang dalam fase perimenopause. Dalam kondisi ini, keluhan sakit kepala tersebut dapat dipicu oleh gangguan tidur, mood swing, dan kekurangan kadar estrogen.

Insomnia, menurut dr. Astrid, memang sering menyerang wanita pra menopause, entah mereka menjadi sulit tidur atau bangun terlalu cepat. Namun, umumnya gangguan tidur hingga bikin sakit kepala itu sering dipicu oleh hot flashes yang terjadi pada malam hari.

5. Yang dulunya bebas jerawat menjadi berjerawat

Seakan usia yang menua saja sudah tak cukup bikin stres, tetapi wajah yang dulunya bebas jerawat bisa berbalik menjadi berjerawat menjelang menopause. Kondisi tersebut disebabkan oleh perubahan hormon.

6. Perubahan kondisi vagina dan kelemahan kandung kemih

Pada masa perimenopause, vagina biasanya akan jadi lebih kering, sehingga seks bisa jadi tak nyaman. Pada kandung kemih, gejala juga bisa dirasakan.

“Biasanya wanita akan sulit menahan buang air kecil. Bahkan, tak sedikit yang mengompol saat batuk atau bersin,” sebut dr. Astrid.

Selain enam gejala di atas, gejala lainnya yang juga bisa muncul antara lain:

  • Berat badan bertambah
  • Kulit kering dan tampak kusam
  • Rambut menipis
  • Massa payudara menurun
  • Perubahan libido
  • Pinggul membesar
  • Sendi terasa kaku

Jika sudah merasakan gejala-gejala Anda memasuki masa transisi menopause, Anda sangat direkomendasikan untuk lebih rutin berolahraga, stop merokok, jadwalkan waktu tidur dan bangun pada waktu yang sama, kurangi konsumsi minuman beralkohol, mempertahankan berat badan ideal, dan memastikan kecukupan asupan kalsium. Jika ada gejala yang mengganggu atau Anda curiga ada yang tidak beres, sebaiknya konsultasikan diri ke dokter, karena mungkin Anda butuh terapi hormon atau terapi lainnya.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar