Sukses

FAST, Cara Mudah Membaca Gejala Stroke

Mengetahui FAST sebagai cara membaca gejala stroke memberikan pertolongan besar. Jadilah penolong yang tepat dengan memahami metode ini.

Klikdokter.com, Jakarta Stroke adalah penyakit yang terjadi akibat terhenti atau berkurangnya aliran darah ke otak. Gejala-gejala yang muncul pada penyakit stroke dapat dikenali dengan metode FAST. Metode ini dibuat untuk mempermudah pengenalan gejala dan pemberian pertolongan.

Pemberian pertolongan secepatnya pada penderita stroke merupakan hal yang sangat penting. Mengapa?

Aliran darah yang lancar sangat penting untuk mengantarkan oksigen hingga nutrisi, dua zat yang berperan pada kehidupan sel-sel otak. Saat aliran darah ini terganggu akibat stroke, sel-sel otak dengan segera akan mati. Padahal, sel-sel yang sangat vital untuk mengatur seluruh fungsi tubuh ini tidak dapat beregenerasi kembali.

Karena itu, pertolongan harus diberikan sesegera mungkin pada suspek penderita stroke. Jangan sampai penderita stroke terlambat dikenali sehingga bantuan medis juga tertunda untuk diberikan. Untuk dapat mempermudah pengenalan kondisi stroke, metode FAST sangatlah membantu.

Apalagi kini, angka kejadian stroke sudah sangat meningkat. Perubahan gaya hidup saat ini adalah salah satu faktor risiko yang memengaruhinya. Pada tahun 1990, stroke masih berada di urutan ketiga penyebab kematian setelah penyakit jantung dan kanker. Namun pada tahun 2010, stroke menjadi urutan pertama penyebab kematian di Indonesia.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2013, jumlah penderita stroke di Indonesia tahun 2013 diperkirakan sebanyak 1.236.825 orang (7,0%). Perhitungan ini dianggap belum representatif, angka yang sebenarnya diyakini lebih banyak dari data tersebut.

Metode FAST untuk mempermudah pengenalan gejala stroke diharapkan dapat menurunkan angka kematian akibat penyakit stroke. Berikut adalah kepanjangan dari FAST:

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Huruf F untuk face drooping (wajah tampak terkulai)

Huruf pertama pada FAST merupakan singkatan dari Face Drooping. Ketika Anda menemukan sebelah sisi wajah yang tampak tidak normal, tidak simetris, atau dikeluhkan terasa baal sesisi wajah, maka kecurigaan stroke meningkat.

Minta suspek penderita stroke tersebut untuk tersenyum. Apakah Anda menemukan gambaran senyum yang tidak simetris? Apakah ketidaksimetrisan ini berlangsung mendadak? Bila ya, kemungkinan itu adalah gejala stroke.

Gambaran wajah terkulai dikaitkan dengan hilangnya stimulasi saraf di otot sebelah sisi wajah. Saat rangsangan saraf hilang akibat kerusakan saraf karena stroke, maka otot tidak dapat diperintahkan untuk bergerak. Dengan begitu, sebelah sisi wajah tampak “jatuh”.

Huruf A untuk arm weakness (kelemahan lengan)

Huruf kedua pada FAST menunjukkan gejala kelemahan lengan. Apakah suspek penderita stroke tiba-tiba mengeluhkan sebelah lengannya mendadak lemah? Atau terdapat keluhan baal sebelah lengan?

Anda dapat menentukannya dengan mudah lewat cara berikut. Instruksikan suspek penderita stroke untuk mengangkat kedua tangannya dengan tinggi ke atas. Bila sebelah tangan tampak tertinggal atau tidak mampu mencapai level yang sama dengan tangan satunya, kemungkinan telah terjadi stroke.

Huruf S untuk speech difficulty (kesulitan berbicara)

Gangguan bicara yang terjadi mendadak adalah salah satu gejala paling khas dari stroke. Bila suspek penderita tiba-tiba tidak mampu berbicara dengan lancar dan terbata-bata, kemungkinan itu stroke.

Bentuk kesulitan berbicara lain yang menimbulkan kecurigaan stroke adalah saat penderita mendadak tidak bisa berbicara, atau bicaranya sulit dimengerti. Minta penderita untuk mengulang kalimat yang Anda sebutkan. Apakah suspek penderita mampu mengulangnya dengan baik? Apakah tiap kata bisa diucapkan dengan jelas?

Huruf T untuk time to call 911 (saatnya memanggil bantuan)

Huruf T merupakan pengingat bahwa langkah selanjutnya bila telah menemukan tiga gejala di atas adalah segera menghubungi bantuan gawat darurat. Pertolongan medis yang tepat sangat dibutuhkan untuk mencegah perburukan gejala stroke, bahkan kematian.

Untuk di Indonesia, nomor telepon untuk memanggil ambulans adalah 118 dan 119. Atau, Anda juga bisa menghubungi petugas kesehatan terdekat demi memastikan mereka sampai dengan cepat. Saat menghubungi petugas, jangan lupa menjelaskan kondisi yang Anda hadapi, yaitu menemukan suspek penderita stroke. Hal ini penting karena akan menimbulkan urgensi dan kesadaran untuk segera datang, selain petugas kesehatan juga dapat mempersiapkan pengobatan yang dibutuhkan.

Demikianlah penjelasan mengenai metode FAST yang akan sangat menolong suspek penderita stroke. Metode ini singkat, mudah dipahami, dan mudah diingat oleh siapa pun. Pemahaman atas FAST untuk membaca gejala stroke akan bermanfaat bagi orang lain, termasuk pula bagi keluarga terdekat Anda.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar