Sukses

FAST, Cara Mudah Membaca Gejala Stroke

Waktu sangatlah berharga untuk seseorang yang terkena stroke. Untuk itu, Anda perlu memahami metode FAST untuk mengenali gejala stroke.

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Hal ini menyebabkan kematian sel-sel pada sebagian area di otak. 

Untuk itu, diperlukan penanganan cepat untuk menyelamatkan nyawa seseorang yang terkena stroke. Terlambat sedikit saja, maka dapat membahayakan jiwa. Salah satu cara mendeteksi dini gejala stroke adalah dengan metode FAST. Berikut penjelasan lengkapnya.

1 dari 4 halaman

Bahaya Penyakit Stroke

Stroke adalah penyakit yang terjadi akibat terhenti atau berkurangnya aliran darah ke otak. Bisa berupa iskemik (sumbatan) maupun perdarahan (hemoragik). Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena adanya sumbatan atau bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah. 

Sedangkan pada stroke hemoragik, pembuluh darah pecah sehingga menyebabkan perdarahan yang menekan aliran darah yang normal serta darah keluar ke jaringan otak. Penyakit ini bisa menyebabkan kelumpuhan bahkan hingga kematian. 

Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa stroke menjadi penyebab kematian nomor 1 di dunia setiap tahunnya.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2013, jumlah penderita stroke di Indonesia tahun 2013 diperkirakan sebanyak 1.236.825 orang (7,0 persen). Perhitungan ini dianggap belum representatif, angka yang sebenarnya diyakini lebih banyak dari data tersebut.

Artikel lainnya: Serangan Stroke Bisa Diprediksi 30 Hari Sebelumnya, Perhatikan Ini!

2 dari 4 halaman

Deteksi Stroke dengan Metode FAST

Gejala-gejala yang muncul pada penyakit stroke dapat dikenali dengan metode FAST. Metode ini dibuat untuk mempermudah pengenalan gejala dan pemberian pertolongan. Pemberian pertolongan secepatnya pada penderita stroke merupakan hal yang sangat penting. Mengapa?

Aliran darah yang lancar diperlukan untuk mengantarkan oksigen hingga nutrisi, dua zat yang berperan pada kehidupan sel-sel otak. Saat aliran darah ini terganggu akibat stroke, sel-sel otak dengan segera akan mati. Padahal, sel-sel yang sangat vital untuk mengatur seluruh fungsi tubuh ini tidak dapat beregenerasi kembali.

Karena itu, pertolongan harus diberikan sesegera mungkin pada suspek penderita stroke. Jangan sampai penderita stroke terlambat dikenali sehingga bantuan medis juga tertunda untuk diberikan. Untuk dapat mempermudah pengenalan kondisi stroke, metode FAST sangatlah membantu.

Artikel lainnya: Awas, Ternyata Stroke Juga Bisa Menyerang Mata, Ini Jenisnya!

  • F = face drooping (wajah tampak terkulai)

Huruf pertama pada FAST merupakan singkatan dari Face Drooping. Ketika Anda menemukan sebelah sisi wajah yang tampak tidak normal, tidak simetris, atau dikeluhkan terasa baal sesisi wajah, maka kecurigaan stroke meningkat. 

Minta suspek penderita stroke tersebut untuk tersenyum. Apakah Anda menemukan gambaran senyum yang tidak simetris? Apakah ketidaksimetrisan ini berlangsung mendadak? Bila ya, kemungkinan itu adalah gejala stroke.

Gambaran wajah terkulai dikaitkan dengan hilangnya stimulasi saraf di otot sebelah sisi wajah. Saat rangsangan saraf hilang akibat kerusakan saraf karena stroke, maka otot tidak dapat diperintahkan untuk bergerak. Dengan begitu, sebelah sisi wajah tampak “jatuh”.

  • A = arm weakness (kelemahan lengan)

Huruf kedua pada FAST menunjukkan gejala kelemahan lengan. Apakah suspek penderita stroke tiba-tiba mengeluhkan sebelah lengannya mendadak lemah? Atau terdapat keluhan baal sebelah lengan?

Artikel lainnya: Stroke di Usia Muda, Apa Penyebabnya?

Anda dapat menentukannya dengan mudah lewat cara berikut: Instruksikan suspek penderita stroke untuk mengangkat kedua tangannya dengan tinggi ke atas. Bila sebelah tangan tampak tertinggal atau tidak mampu mencapai level yang sama dengan tangan satunya, kemungkinan telah terjadi stroke.

  • S = speech difficulty (kesulitan berbicara)

Gangguan bicara yang terjadi mendadak adalah salah satu gejala paling khas dari stroke. Bila suspek penderita tiba-tiba tidak mampu berbicara dengan lancar dan terbata-bata, kemungkinan itu stroke.

Bentuk kesulitan berbicara lain yang menimbulkan kecurigaan stroke adalah saat penderita mendadak tidak bisa berbicara, atau bicaranya sulit dimengerti. Minta penderita untuk mengulang kalimat yang Anda sebutkan. Apakah suspek penderita mampu mengulanginya dengan baik? Apakah tiap kata bisa diucapkan dengan jelas?

  • T = time to call 911 (saatnya memanggil bantuan)

Huruf T merupakan pengingat bahwa langkah selanjutnya bila telah menemukan tiga gejala di atas adalah segera menghubungi bantuan gawat darurat.

D Indonesia, nomor telepon untuk memanggil ambulans adalah 118 dan 119. Atau, Anda juga bisa menghubungi petugas kesehatan terdekat demi memastikan mereka sampai dengan cepat. 

Artikel lainnya: Bisakah Stroke Menyerang Tanpa Gejala?

Saat menghubungi petugas, jangan lupa menjelaskan kondisi yang Anda hadapi, yaitu menemukan suspek penderita stroke. Hal ini penting karena akan menimbulkan urgensi dan kesadaran untuk segera datang, selain petugas kesehatan juga dapat mempersiapkan pengobatan yang dibutuhkan.

3 dari 4 halaman

Ketahui Gejala Stroke Lainnya

Metode FAST sangat mudah dikenali oleh awam untuk mendeteksi gejala stroke. Tapi ternyata ada beberapa gejala stroke lainnya yang perlu diwaspadai, yaitu: 

  1. Pingsan atau Kehilangan Kesadaran

Pasien tidak dapat diajak berkomunikasi, dalam artian pasien pingsan atau kehilangan kesadaran. Anda dapat mencoba membangunkan pasien dengan cara diguncangkan badannya.

  1. Kesulitan Melihat dengan Salah Satu atau Kedua Mata

Bila pasien dapat diajak berkomunikasi, Anda bisa menanyakan mengenai gangguan penglihatan yang dialaminya. Apakah ia kesulitan melihat pada kedua mata atau salah satu sisi mata saja.

  1. Kesulitan Berjalan

Pasien stroke biasanya mengalami kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh, sehingga sulit untuk berdiri atau berjalan sendiri tanpa bantuan. Jika begini, jaga tubuh pasien jangan sampai terjatuh.

  1. Gangguan Keseimbangan

Jika pasien mengalami gangguan keseimbangan saat berdiri atau berjalan, ada kemungkinan ia terkena stroke. 

  1. Depresi atau Ketidakmampuan untuk Mengendalikan Emosi

Perhatikan emosi dan kondisi mental pasien. Jika tiba-tiba pasien mengigau, berteriak-teriak, dan sulit mengendalikan emosi, ada baiknya segera memeriksakan pasien ke dokter.

Demikianlah penjelasan mengenai metode FAST yang akan sangat menolong suspek penderita stroke. Metode ini singkat, mudah dipahami, dan mudah diingat oleh siapa pun. Pemahaman atas FAST untuk membaca gejala stroke akan bermanfaat bagi orang lain, termasuk pula bagi keluarga terdekat Anda.

Bagi Anda yang punya pertanyaan seputar metode FAST, penanganan stroke atau penyakit lainnya, dapat bertanya langsung kepada dokter kami. Gunakan layanan Live Chat dengan mengunduh aplikasi KlikDokter. 

[NWS/ RS]

1 Komentar