Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
HomeInfo SehatSaraf 6 Cara Mengobati Stroke yang Tepat
Saraf

6 Cara Mengobati Stroke yang Tepat

Siti Putri Nurmayani, 01 Nov 2023

Ditinjau oleh dr.Andika Widyatama

Icon ShareBagikan
Icon Like

Stroke perlu ditangani dengan cepat dan tepat. Ini 6 cara mengobati stroke yang perlu kamu ketahui.

 6 Cara Mengobati Stroke yang Tepat

Stroke merupakan kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan medis secara cepat dan tepat. Pada dasarnya, stroke merupakan gangguan neurologis yang terjadi akibat tersumbatnya pembuluh darah (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik) yang berada di otak.

Mengingat bahwa otak adalah organ vital yang mengatur fungsi berbagai organ di tubuh, maka masalah yang terjadi di otak dapat berdampak langsung ke organ-organ lain.

Menurut dr. Andika Widyatama, stroke dapat ditandai dengan kelemahan pada wajah, tangan, atau kaki, kehilangan kemampuan koordinasi tubuh, hingga penurunan kesadaran.

Seseorang yang mengalami stroke harus segera mendapatkan pertolongan medis untuk mencegah kerusakan otak berlanjut dan meningkatkan peluang untuk pulih. Berikut cara mengobati stroke:

1. Obat tPA

Pemberian obat-obatan menjadi salah satu cara pengobatan stroke yang dilakukan oleh dokter. Intravenous tissue plasminogen activator (tPA) menjadi obat trombolitik yang dapat memecah bekuan darah.

“Obat ini biasanya disuntikkan melalui pembuluh vena di lengan dan bekerja dengan mengencerkan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah di otak pada keadaan stroke,” tutur dr. Andika.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, tPA dapat meningkatkan kemungkinan pasien untuk pulih dari stroke. Obat ini harus diberikan dalam waktu 3 jam setelah gejala stroke mulai muncul.

2. Intra-arterial Thrombolysis

Pada beberapa kasus, pembuluh darah yang tersumbat (stroke iskemik) juga bisa diatasi dengan intra-arterial thrombolysis.

Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan obat ke area penyumbatan dengan bantuan selang atau kateter. Kateter akan dimasukkan melalui pembuluh darah di lipatan paha sampai ke area pembuluh darah yang tersumbat.

Jika stroke dengan pembekuan darah yang lebih besar, dokter mungkin akan memasukkan alat yang dapat membuka jalan di pembuluh darah yang tersumbat (stent). Namun, prosedur ini tetap dikombinasikan dengan obat tPA.

Artikel Lainnya: Mengenal Perbedaan Stroke dan Serangan Jantung

3. Prosedur Endovascular

Prosedur endovaskular menjadi salah satu metode pengobatan stroke hemoragik. Metode ini dapat membantu memperbaiki titik lemah atau pecahnya pembuluh darah.

Sebelum melakukan prosedur ini, pasien akan mendapatkan anestesi umum. Nantinya, dokter akan membuat sayatan di area pergelangan tangan kemudian memasukkan selang tipis atau kateter ke dalam arteri. Setelah kateter dipasang, dokter akan menutup pembuluh darah yang rusak.

4. Pemotongan Aneurisma

Stroke hemoragik dapat diobati dengan metode pembedahan. Akan tetapi, Dokter Andika menuturkan bahwa operasi dilakukan tergantung dari keparahan stroke yang dialami pasien.

Dikutip dari National Heart, Lung, and Blood Institute, pemotongan aneurisma bisa dilakukan untuk membantu menghentikan perdarahan akibat aneurisma.

Prosedur ini juga dilakukan untuk membantu mencegah aneurisma yang kembali pecah. Selama prosedur, dokter bedah akan memasang penjepit kecil di dasar aneurisma.

5. Transfusi Darah

Untuk menggantikan darah yang hilang akibat cedera atau operasi, petugas kesehatan akan melakukan transfusi darah. Ini merupakan prosedur medis yang umum dan aman.

Transfusi darah diberikan melalui jalur intravena (IV) yang dimasukkan ke dalam salah satu pembuluh darah.

Artikel Lainnya: Cara Mengatasi Hilang Ingatan bagi Penderita Stroke

6. Embolisasi Koil

Untuk mengobati stroke, salah satu pengobatan yang bisa dilakukan adalah embolisasi koil. Metode ini dilakukan untuk menghalangi aliran darah atau menutup aneurisma.

Dokter bedah biasanya akan memasukkan kateter ke dalam arteri di paha atas hingga ke otak. Tujuannya untuk membentuk pembekuan darah yang akan menghalangi aliran darah melalui aneurisma dan mencegah pecahnya pembuluh darah.

Ketika perdarahan otak akibat stroke hemoragik sudah berhenti, biasanya penanganannya akan bersifat suportif. Tubuh secara alami dapat menyerap darah dari hasil perdarahan di otak.

Namun, bila perdarahan yang terjadi sangat parah, maka perlu dilakukan operasi perbaikan pembuluh darah.

Penting untuk diingat, stroke merupakan keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan medis secara tepat dan cepat. Oleh karenanya, bila kamu mengetahui ada seseorang yang mengalami gejala stroke, segera panggil ambulans atau bawa ke penyedia layanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Bila punya pertanyaan lain seputar cara mengobati stroke, kamu juga bisa konsultasi langsung dengan dokter. Yuk, konsultasi secara praktis lewat layanan Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter.

Otakpenanganan strokeStroke

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter