Sukses

Penyebab Demam saat Hamil yang Harus Diwaspadai

Demam saat hamil bisa mengganggu kenyamanan, bahkan dapat mengancam keselamatan ibu dan janin. Kenali penyebabnya, dan atasi sebelum muncul komplikasi!

Demam  terjadi saat suhu tubuh berada di atas kisaran rata-rata. Demam pada orang dewasa terjadi saat pengukuran suhu oral (diukur lewat mulut) di atas 38 derajat Celsius, atau suhu rektal (diukur melalui anus) dan telinga di atas 38,3 derajat Celsius.

Demam bisa terjadi pada siapa saja, tak terkecuali ibu hamil. Kondisi ini mesti diwaspadai, sebab demam pada ibu hamil dapat menjadi indikasi adanya infeksi atau masalah kesehatan lainnya.

Artikel Lainnya: 6 Penyebab Badan Sering Kedinginan saat Hamil

Agar lebih jelas, berikut ini adalah beberapa penyebab demam saat hamil:

1 dari 4 halaman

1. Infeksi Virus

Sistem kekebalan tubuh ibu hamil relatif menurun sebagai respons alami untuk melindungi janin. Oleh sebab itu, ibu hamil lebih rentan terkena infeksi virus dibandingkan orang dewasa pada umumnya.

Virus yang sering menyerang dan mencetuskan demam pada ibu hamil, yaitu ToxoplasmaRubella, Cytomegalovirus, dan Herpes. Infeksi virus ini perlu diwaspadai, karena dapat meningkatkan risiko cacat bawaan pada janin. 

2. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih pada ibu hamil cukup sering ditemui. Hal ini disebabkan karena perubahan anatomi dari organ saluran kemih akibat perkembangan dari organ reproduksi. 

Gejala infeksi saluran kemih adalah demam, nyeri saat buang air kecil, dan anyang-anyangan atau sensasi buang air kecil yang tidak lancar. 

Ibu hamil yang mengalami infeksi saluran kemih perlu mendapat pemeriksaan lengkap untuk mengurangi risiko komplikasi.

2 dari 4 halaman

3. Dehidrasi

Faktanya, ibu hamil memiliki kebutuhan cairan yang lebih banyak dibandingkan orang dewasa pada umumnya. Kebutuhan ini meningkat untuk memenuhi asupan janin dan lingkungannya, seperti air ketuban.

Dehidrasi berat dapat menyebabkan demam, terlebih pada ibu hamil yang memang membutuhkan cairan lebih banyak. Jadi, jagalah asupan cairan Anda selama hamil agar terhindar dari kondisi dehidrasi.

4. Masalah Pencernaan

Demam pada ibu hamil juga dapat terjadi akibat masalah pencernaan. Kondisi ini biasanya disertai dengan diare atau buang air besar cair dengan frekuensi lebih dari tiga kali sehari.

Diare yang berlangsung terus-menerus atau tanpa pengobatan yang tepat dapat menyebabkan gangguan nutrisi pada ibu hamil dan janin. 

Untuk itu, berhati-hatilah dalam memilih makanan selama hamil. Pastikan pula makanan yang Anda konsumsi sepenuhnya bersih. Jangan lupa mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum ataupun setelah makan.

Artikel Lainnya: Kenali Bahaya Demam Berdarah pada Ibu Hamil

3 dari 4 halaman

5. Infeksi Cairan Ketuban

Infeksi saluran ketuban atau korioamnionitis dapat pula menjadi penyebab demam saat hamil. Kondisi ini biasanya terjadi akibat infeksi bakteri.

Korioamnionitis adalah komplikasi serius bagi ibu hamil dan janin. Jika tidak segera diobati dengan tepat, kondisi ini dapat menyebabkan infeksi berat pada seluruh tubuh (sepsis). 

Infeksi cairan ketuban juga dapat memicu kontraksi, yang dapat berujung pada keguguran atau kelahiran prematur.

6. Infeksi Genital

Keputihan yang bertambah banyak lazim dialami banyak wanita saat sedang hamil. Namun, saat keputihan tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda lain, seperti berbau, disertai gatal, atau berubah warna, bisa jadi Anda mengalami infeksi genital.

Infeksi genital yang buruk dapat menyebabkan demam pada ibu hamil. Jika tidak ditangani dengan tepat hingga tuntas, kondisi ini dapat mengganggu kehamilan dan janin, bahkan menyebabkan komplikasi yang serius.

Jika Anda mengalami demam saat hamil, hal pertama yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala adalah dengan memperbanyak minum air putih. Istirahatkan pula tubuh Anda, agar energi dapat kembali seperti sedia kala.

Anda juga dapat mengompres hangat dahi untuk membantu menurunkan demam. Jika demam sudah terjadi lebih dari tiga hari dan tidak kunjung membaik atau sembuh, segera berobat ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Jangan anggap sepele demam pada ibu hamil. Lebih baik segera konsultasikan keluhan tersebut pada dokter menggunakan layanan LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi KlikDokter. Semakin cepat diatasi, semakin kecil pula risiko komplikasi.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar