Sukses

Sering Sakit Perut Saat Hamil, Berbahayakah?

Sakit perut dapat terjadi pada setiap ibu hamil di semua trimester. Apakah kondisi ini pasti berbahaya?

Klikdokter.com, Jakarta Menjalani kehamilan dengan lancar adalah keinginan setiap ibu. Akan tetapi, ibu hamil sering kali tidak bebas dari berbagai keluhan yang mengganggu. Salah satunya adalah sakit perut.

Sakit perut dapat terjadi dalam berbagai intensitas dan frekuensi. Ada yang mengeluhkan sakit perut yang terasa tajam, dan ada pula yang hanya berupa rasa tidak nyaman di perut. Namun yang jelas, sebagian besar ibu hamil akan merasa cemas bila mengalami sakit perut, khawatir sesuatu yang buruk terjadi dengan janinnya.

Kabar baiknya, tidak semua sakit perut saat hamil itu berbahaya. Beberapa penyebab sakit perut yang normal, antara lain:

● Ekspansi rahim

Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran uterus pun akan bertambah. Bertambahnya ukuran uterus ini akan mendesak organ lain dalam rongga perut sehingga menimbulkan rasa nyeri. Sakit perut akibat pembesaran rahim biasanya bersifat tajam tetapi tidak berlangsung lama. Umumnya akan membaik dengan istirahat sejenak.

● Peningkatan gas di lambung

Saat hamil, hormon progesteron meningkat dalam tubuh. Hormon ini menyebabkan otot polos berelaksasi, termasuk otot saluran pencernaan sehingga gerakan lambung dan usus pun melambat.

Selain itu, ukuran uterus yang membesar dan mendesak lambung. Akibatnya, terjadi penumpukan gas di lambung. Ibu hamil biasanya akan mengeluh perut terasa begah, kembung, dan nyeri. Sakit perut ini biasanya akan berkurang saat ibu berbaring ke kiri atau setelah ibu bersendawa atau buang angin.

● Konstipasi

Salah satu penyebab sakit perut saat hamil yang sering dikeluhkan adalah konstipasi. Penyebabnya sama dengan peningkatan gas di lambung, yaitu adanya hormon progesteron. Gerakan usus yang melambat menyebabkan pengeluaran feses jadi lebih jarang dari biasanya. Saat konstipasi terjadi, ibu hamil umumnya akan merasa sakit perut terutama saat akan buang air besar.

● Nyeri ligamen rotundum

Ligamen rotundum (round ligament) adalah ligamen yang menyokong rahim. Ligamen ini terdiri dari jaringan ikat yang ikut meregang bersama rahim. Makin besar usia kehamilan, makin teregang pula ligamen ini dan dapat menyebabkan rasa nyeri.

Sakit perut karena teregangnya ligamen rotundum kebanyakan terjadi saat ibu batuk, bersin, tertawa keras, atau saat berpindah dari posisi duduk ke berdiri. Sakit perut biasanya dirasakan di area depan perut hingga ke perut bagian bawah. Umumnya, rasa nyeri akan berkurang bila ibu beristirahat.

● Kontraksi palsu (Braxton hicks)

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil akan sering mengalami kontraksi palsu atau Braxton Hicks. Kontraksi ini sama sekali tidak berhubungan dengan pembukaan leher rahim ataupun persalinan. Rasa sakitnya umumnya tidak terlalu hebat dan dirasakan sebentar.

Dehidrasi adalah pencetus kontraksi palsu yang paling sering. Karena itu, sakit perut karena kontraksi palsu biasanya akan berkurang dengan minum air putih dalam jumlah cukup.

Kapan harus waspada?

Meskipun sebagian besar tidak berbahaya, sakit perut selama hamil tetap tidak boleh dianggap remeh, terutama bila disertai gejala berikut:

  • Sakit perut yang menetap bahkan setelah istirahat
  • Sakit perut hanya di salah satu area perut, misalnya di sebelah kanan bawah atau kiri bawah
  • Disertai mual dan muntah hebat
  • Perdarahan dari jalan lahir yang cukup banyak
  • Rasa lemas dan pandangan kabur
  • Sakit perut saat buang air kecil, susah buang air kecil, dan buang air kecil berwarna merah
  • Gerakan janin berkurang

Apabila sakit perut disertai gejala tersebut, jangan tunda untuk melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Makin cepat diatasi, kondisi ibu dan janin pun tetap dapat tertolong.

Tidak semua sakit perut saat hamil berbahaya. Namun, Anda perlu mengetahui tanda bahayanya agar berbagai komplikasi yang tidak diinginkan dapat terdeteksi dan ditangani dengan segera.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar