Sukses

Indonesia Mewaspadai Kemungkinan Ancaman E-coli

Menyusul setelah memakan korban jiwa sebanyak 22 jiwa dan sedikitnya 2200 korban dirawat intensif, pihak otoritas kesehatan Indonesia mulai...

Klikdokter.com. Menyusul setelah memakan korban jiwa sebanyak 22 jiwa dan sedikitnya 2200 korban dirawat intensif, pihak otoritas kesehatan Indonesia mulai mengambil tindakan pengamatan dan waspada dalam mengantisipasi perluasan wabah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coliyang hadir dengan strain barudari benua Eropa. Strain e-coli yang baru dikenal dengan sebutan Enterohaemorrhagic Escherichia coli atau EHEC, yang memiliki dampak fatal yang memicu perdarahan parah.

Pengamatan dantindakanantisipasidilakukan kepada penumpang dari mancanegara yang menunjukkan gejala infeksi; seperti kram disertai diare yang diikuti demam juga mual-muntah. Dirjen Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama memerintahkan semua unit kesehatan pada setiap instansi di bandara internasional Indonesia untuk mewaspadai hal-hal tersebut.

“Memang masih terlalu dini untuk merespon keadaan yang terjadi di Amerika Serikat dan Eropa, namun tidak ada salahnya dengan mengambil tindakan pencegahan ekstra,” jelasnya. Lebih jauh beliau menjelaskan masa inkubasi EHEC yang berkisar antara 3 hingga 8 hari.

Bakteri tersebut diduga berasal dari sayuran kecambah dari sebuah peternakan organik di Jerman. Pihak otoritas di Jerman masih tengah memberikan himbauan kepada warganya untuk menghindari konsumsi sayuran mentah untuk sementara. Untuk mencegah kontaminasi dapat dengan cara memasak matang sayuran, karena suhu yang tinggi dapat mematikan bakteri e-coli, disamping senantiasa memperhatikan kebersihan sebelum makan dan minum dengan cara mencuci tangan.[](DA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar