Sukses

Berhubungan Seks saat Hamil, Kenapa Tidak?

Berhubungan seks saat hamil adalah aktivitas aman, asal dilakukan di saat yang tepat. Di sini selengkapnya.

Penantian sembilan bulan kelahiran sang buah hati terkadang terasa sangat lama. Di waktu yang bersamaan, pasangan suami istri ‘harus’ menahan dorongan untuk berhubungan seks.

Pasalnya, berhubungan seks saat hamil dituding dapat memengaruhi kondisi janin yang ada di dalam kandungan. Padahal dari sisi medis, berhubungan seks saat hamil adalah aktivitas yang diperbolehkan, lho. Dengan catatan tidak terdapat kondisi-kondisi di bawah ini:

  • Perdarahan atau flek.
  • Air ketuban yang merembes.
  • Plasenta menutupi serviks (plasenta previa).
  • Riwayat kelahiran prematur.
  • Riwayat keguguran.

Selain kondisi di atas, Anda juga disarankan untuk tidak berhubungan seks pada:

  • Trimester pertama kehamilan

Pada trimester pertama kehamilan, ibu hamil mengalami gejala mual dan muntah. Ini tentunya bisa mengganggu kenyamanan Anda ketika berhubungan.

Di samping itu, bayi juga masih sangat kecil dan masih dalam pembentukan/perkembangan organ. Rahim wanita pun masih belum terlalu kuat untuk menahan kontraksi saat orgasme akibat berhubungan seks.

  • Menjelang kelahiran

Anda dilarang untuk berhubungan seks mendekati hari kelahiran sang jabang bayi. Ini karena hubungan seks yang Anda lakukan akan terhalang ukuran perut calon ibu yang sudah sangat besar.

Tak hanya itu, sperma suami Anda juga dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur. Karena, sperma adalah zat yang dapat menimbulkan kontraksi pada rahim dan membuat mulut rahim tersebut melebar.

Nah, sekarang Anda sudah tahu kapan saja saat yang tepat untuk berhubungan seks saat hamil. Jangan sampai kehamilan justru membuat Anda atau pasangan stres dan tidak bahagia.

(NB/ RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar