Sukses

Inilah Penyakit Pembunuh Nomer Satu Bagi Perempuan

Banyak yang tidak menyangka bahwa inilah penyakit pembunuh nomer satu bagi perempuan. Tahukah Anda apa yang menjadi penyakit pembunuh nomer satu bagi perempuan? Simak selengkapnya berikut ini.

Selama ini, banyak yang mengira bahwa penyakit pembunuh nomer satu bagi perempuan adalah kanker, misalnya kanker payudara ataupun kanker serviks.

Ternyata, dugaan ini tidak sepenuhnya benar. Pasalnya, data dari World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan pembunuh nomor satu bagi para perempuan yang sebenarnya.

Tahukah Anda berapa banyak perempuan yang menjadi korban dari akibat penyakit ini? Jawabannya adalah sekitar delapan juta jiwa per tahun. Jumlah tersebut bahkan lebih banyak dibandingkan dengan jumlah perempuan yang meninggal akibat kanker, TBC, dan HIV/AIDS bila digabungkan.

Dan yang lebih mengerikannya lagi, World Heart Federation menyebutkan bahwa ternyata di negara berkembang atau negara dengan pendapatan rendah-menengah, seperti di Indonesia, perempuan cenderung lebih sering menderita penyakit jantung dan meninggal karena penyakit ini dibandingkan dengan jumlah penderita di negara yang sudah maju.

Bukan hanya itu, di kalangan petugas kesehatan pun penyakit jantung lebih sering “terlewatkan” pada perempuan. Penyebabnya utama terjadinya hal ini adalah karena mereka menduga bahwa penyakit jantung sebagai penyakit laki-laki, seolah-olah perempuan tidak mungkin terkena penyakit jantung.

Banyak akibat yang terjadi terkait dugaan tersebut. Salah satunya adalah penyakit jantung pada perempuan sering kali tidak terdeteksi secara baik atau tidak terobati secara optimal.

Oleh karena itu, deteksi dini penyakit ini sangat penting untuk dicermati. Pasalnya, terdapat fakta bahwa perempuan yang terkena serangan jantung di usia yang relatif muda akan lebih fatal dibandingkan dengan pasien laki-laki seusianya.

Namun, kebanyakan perempuan usia muda tidak menyadari akan hal ini sehingga cenderung menyepelekan deteksi dini dan penanganan faktor risiko penyakit jantung. Walaupun penyakit jantung dan pembuluh darah ini sangat berbahaya bagi perempuan, penyakit ini adalah jenis penyakit yang dapat dicegah.

Sebenarnya, perempuan sangat diuntungkan secara alami karena adanya produksi hormon estrogen saat masa sebelum seorang perempuan memasuki masa menopause. Kadar kolesterol baik atau High Density Lipoprotein (HDL) akan relatif lebih tinggi daripada laki-laki, terutama saat usia produktif. Hal ini adalah salah satu alasan yang menjelaskan mengapa penyakit jantung koroner sangat jarang terjadi pada perempuan usia muda yang masih menstruasi.

Namun seiring dengan usia yang semakin bertambah, perempuan umumnya akan mengalami kenaikan berat badan, demikian halnya dengan kadar kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL) dalam darah. Meningkatnya kadar kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL), selain dapat menyebabkan penyakit jantung penyakit jantung, juga dapat menyebabkan penyakit kencing manis dan darah tinggi.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa deteksi dini faktor risiko jantung akan lebih baik dibandingkan dengan mengobati penyakit yang sudah terlanjur terjadi. Obati kencing manis, kontrol darah tinggi, stop merokok, dan tangkal kolesterol. Ayo, cegah pembunuh nomor satu bagi perempuan!

0 Komentar

Belum ada komentar