Sukses

Pikiran, Stres dan Maag

Sudah tidak dapat dipungkiri, stres memikirkan masalah telah diyakini menenggarai maag. Jadi bagaimana untuk mengatasinya? Berikut penjelasan dr. Mega Putri di sini.

KlikDokter.com - Sakit maag merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering membawa seseorang untuk datang ke dokter mencari pertolongan medis. Sakit maag yang membawa pasien datang ke dokter kadang memiliki interpretasi yang berbeda-beda. Tetapi secara umum jika seseorang merasakan sakit pada daerah ulu hatinya maka mereka biasanya langsung menyebutkan bahwa dia menderita sakit maag.

Dari tinjauan bahasa, sebetulnya kata ‘maag’ sendiri berasal dari bahasa Belanda artinya lambung, maka orang yang mempunyai masalah dengan lambungnya akan merasakan bahwa dia mengalami sakit maag. Secara medis istilah yang sering digunakan untuk sakit maag ini adalah Dispepsia.

Sekilas Mengenai Dispepsia

Secara definisi Dispepsia sendiri adalah rasa nyeri atau tidak nyaman disekitar ulu hati. Gastritis adalah salah satu penyebab sindrom dispepsia. Gastritis berasal dari kata gaster artinya lambung, sedangkan ‘itis’ adalah peradangan, jadi gastritis adalah peradangan pada lambung. Kedua istilah ini dapat digunakan untuk orang yang sakit maag.

Pasien dengan sakit maag juga biasanya datang dengan keluhan lain seperti rasa mual sampai muntah. Selain itu bisa juga timbul keluhan-keluhan lain seperti:

  • Kembung,
  • Cepat kenyang,
  • Nafsu makan yang berkurang,
  • Sering sendawa.

Hampir setiap orang sebenarnya pernah merasakan masalah dengan lambungnya tetapi tentunya tidak setiap masalah yang hanya berlangsung sesaat dengan lambungnya disebut mempunyai sakit maag.

Mengapa bisa terjadi peradangan pada lambung (Gastritis). Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah pikiran atau stres. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Berikut penjelasan selengkapnya di halaman berikutnya:

1 dari 2 halaman

Pikiran, Stres dan Maag

Promag Ahlinya Lambung

Sekilas Mengenai Gastritis

Lambung memproduksi suatu zat asam yang dikeluarkan oleh sel-sel mukosa lambung. Sedangkan lambung memiliki suatu lapisan gel untuk menjaga asam lambung di dalamnya kontak langsung dengan lapisan permukaan lambung. Ribuan sel lendir dan kelenjar di dinding lambung terus-menerus memproduksi lendir untuk melindungi permukaan dinding lambung dari zat asam yang diproduksi lambung itu sendiri. Sel-sel lendir ini dipengaruhi oleh suatu zat yang disebut prostaglandin, nitrit oksida, dll.

Pada prinsipnya di sana ada sistem keseimbangan, antara factor perusak (agresif) dan penjaga (defensive). Di mana asam lambung yang bersifat perusak (nilai pH = 2) tidak dapat melukai lambung karena adanya barier. Barier tersebut sebagai factor defensif oleh karena lendir yang diproduksi oleh kelenjar bersifat basa.

Pada sakit maag, keseimbangan ini tidak berjalan dengan baik, menyebabkan kerusakan pada lapisan pertahanan dan merusak dinding permukaan lambung. Terkadang sistem barier lendir dalam kondisi yang normal-normal saja, akan tetapi ketika asam lambung diproduksi secara berlebihan atau sangat asam, sampai di mana barier tidak sanggup untuk menahannya.

Stres sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk ia dapat mempengaruhi asam lambung. Ada beberapa mekanisme stres menyebabkan sakit maag:

  1. Para ahli menemukan bahwa stres dapat merangsang area tertentu pada otak yang meningkatkan sensitivitas terhadap nyeri, termasuk nyeri ulu hati. Jadi meskipun asam lambung tidak begitu meningkat, namun bagi orang yang sedang stres hal ini akan terasa lebih sakit.
  2. Stres dapat menurunkan kadar hormon prostaglandin yang memiliki fungsi membantu memperkuat barier yang melindungi lapisan lambung dari asam lambung.
  3. Stres berpengaruh terhadap sistem saraf simpatis yang menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah sehingga berkurangnya pasokan darah yang kemudian merusak sel-sel lapisan mukosa.

Stres memang sulit untuk dihindari, tetapi bisa dikendalikan. Selain pengobatan medis, mengendalikan stres akan menjadi faktor utama kesembuhan dan mencegah kekambuhan sakit maag. Lakukan olahraga atau kegiatan-kegiatan yang menyenangkan seperti hobi, dapat membantu meringankan beban pikiran dan mengurangi stres.

0 Komentar

Belum ada komentar